Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Melimpah Klik DISINI

Tips dan Cara Budidaya dan Pembesaran Kepiting Bakau

By On Friday, January 27th, 2017 Categories : Ternak Hewan

Cara Budidaya dan Pembesaran Kepiting Bakau – Kepiting bakau adalah salah satu kepiting yang di gemari oleh masyarakat, hanya saja ketika anda memilih untuk membudidayakn maka anda harus membudidayakannya di lingkungan atau lahan bebas polusi.

Anda bisa memanfaatkan tambak tradisional yang biasanya untuk memelihara udang atau bandeng.

Teknik membudidayakan kepiting bakau

Teknik membudidayakan kepiting ada 4 cara berdasarkan tujuan produksi, di antaranya

  1. Membudidayakan kepitingbakau dari bibit berukuran 30 – 50 gram per ekor hingga berukuran 200 – 300 gram per ekor untuk dikonsumsi. Cara yang dilakukan untuk membudidayakannya tergantung dari lingkungan mereka dibudidayakan. Tapi yang jelas prinsip yang dipakai adalah para kepiting bakau ini tidak boleh lepas ketika mereka dibudidayakan, sehingga sangat diperlukan kurungan atau pemberian pagar di sekeliling tempat pembudidayaan. Misal dengan memberinya pagar dari bambu yang rapat. Hindari juga terjadinya kanibalisme, dan disarankan untuk memakai sistem baterai yang padat tebarnya sekitar 40 ekor per m2. Tapi pilihlah 2 ekor per m2 jika menggunakan sistem tebar tambak dengan pemeliharaan 3 bulan.
  2. Membudidayakan kepiting bakau dari biit berukuran 100 – 150 gram per ekor hingga berukuran 200 – 300 gram per ekor untuk dikonsumsi. Cara ini sangat disarankan untuk menggunakan sistem baterai dengan padat tebar sekitar 40 ekor per m2 yang lama pemeliharaannya 3-4 Minggu.
  3. Membudidayakan kepiting bakau – soka yang memiliki cangkang lunak dengan masa pemeliharaan sekitar 3 – 4 minggu. Kepiting yang dibudidayakan berukuran 150 – 200 gram per ekor dengan lama pemeliharaan sekitar 2 – 3 minggu. Mereka akan mengalami pergantian kulit yang dirangsang oleh alam ketika terjadi air pasang tertinggi dan saat pakan mereka melimpah. Pembudidayaannya sangat disarankan memakai baterai yang padat tebarnya sekitar 40 ekor per m2 untuk bisa hidup 100%.
  4. Membudidayakan kepiting bakau – betina dengan ukuran 200 gram per ekor atau lebih lebih yang penuh telur diperoleh dengan cara ablasi mata. Masa pemeliharaan 1 bulan dan selama 1 – 2 minggu setelah melakukan ablasi mata. Sistem yang disarankan adalah sistem baterai yang padat tebar sekitar 40 ekor per m2 dan Anis pakan yang digunakan harus memiliki banyak protein berjumlah cukup, misal dari berbagai ikan curah, kerang dan cumi-cumi.

Pemberian pakan

Kepiting bakau di beri makan 2 kali sehari dengan dosis 2 – 3 % dari jumlah bioma kepiting yang dibudidayakan pada satu tempat dengan memberinya pakan berupa pelet kering, ikan curah, reptilia, kerang, cumi-cumi, atau udang untuk kepiting jenis Grower.

Penanggulangan penyakit

Bisa jadi para kepiting yang anda pelihara akan terserang penyakit akibat lingkungan mereka tinggal, untuk itu lakukan pencegahan dengan memperhatikan kualitas air yang dipakai agar tetap dalam kondisi baik. Pastikan lingkungan mereka tinggal tidak kotor.

Cara panen

Ada beberapa cara panen kepiting , seperti :

  1. Jika anda memelihara dengan menggunakan pagar yang terbuat dari bambu misalnya, maka anda bisa melakukan pembuangan air tambak hingga memiliki kedalaman sekitar 30 cm baru dilakukan pemanenan. Caranya dengan menggunakan tongkat bambu atau anjir, hanya saja cara ini kadang membuat capit kepiting lepas, sehingga ketika dijual harganya menjadi anjlok.
  2. Cara selanjutnya adalah membuang air tambak hingga habis, sehingga para kepiting ini mudah ditangkap. Anda bisa menggunakan seser yang terbuat dari bambu dan mengikat kaki – kaki kepiting secara benar, sehingga kemungkinan capit kepiting lepas kecil. Cara ini juga memudahkan proses pengangkutan hasil kepiting.
Loading...
Tips dan Cara Budidaya dan Pembesaran Kepiting Bakau | ilmuhewan | 4.5