Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia (Sapi)

By On Wednesday, May 17th, 2017 Categories : Produksi

Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia (Sapi) – Setiap makhluk hidup pasti memiliki system pencernaan yang berbeda-beda untuk menunjang kehidupannya.

Salah satu contohnya adalah system pencernaan pada hewan rumunansi. Namun sebelum kita membahas tentang system pencernaannya. Apakah kalian sudah mengetahui apa itu hewan ruminansia?

Apa saja yang termasuk hewan ruminansia? Jika belum, simak penjelasan singkat berikut ini.

Baca Juga : Tips dan Trik Memilih Sapi Bakalan Yang Menguntungkan

Hewan ruminansia adalah hewan yang bisa memakan dua kali atau dikenal dengan hewan memamah biak. Menurut system klasifikasinya, manusia dan hewan ruminansia mempunyai kesamaan siri dari system penernaannya.

Contoh dari hewan ruminansia adalah kerbau, sapi, domba, kambing, kuda, jerapah, kancil, rusa dan masih banyak lagi.

Karena banyak sekali yang termasuk dalam golongan hewan ruminansia, artikel kali ini akan membahas salah satu jenisnya untuk mewakili contoh-contoh tersebut yaitu sapi.

Struktur khusus dan mekasnisme pada sistem pencernaan hewan ruminansia

1). Rongga mulut

Sapi memasukkan makanan ke rongga mulutnya dengan cara menjepit makanan dengan gigi serinya. Selain itu, untuk memotong makanan, sapi juga menggunakan gigi serinya.

Untuk proses pengunyahan makanan, sapi menggunakan gigi gerahamnya dan dibantu dengan lidah. Setelah makanan halus, maka akan disalurkan ke lambung melalui kerongkongan dan dibantu dengan saliva atau air liur.

2). Kerongkongan

Kerongkongan atau esophagus merupakan organ saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pada bagian ini makanan hanya lewat saja atau tidak mengalami proses apapun.

Dan ukuran kerongkongan hewan ruminansia hanya memiliki panjang 5 cm namun bisa membesar sesuai dengan ukuran dan tekstur makanan.

3). Lambung

Saat makanan mencapai pada lambung, makanan di lambung akan mengalami proses pembusukan dan peragian selain itu pada bagian ini makanan akan ditampung sementara yang akan dikunyak kembali. Dan di bagian ini, dibagi menjadi 4 bagian :

  • Rumen

Di dalam lambung, di rumen inilah makanan yang tercampur dengan air liur pertama kali diproses. Di rumen ini, makanan akan ditampung sementara dan juga akan dicampur dengan enzim oligosakharase, hydrolase, glikosidase, amilase dan selulase untuk membantu menguraikan polisakarida pada makanan.

  • Retikulum

Setelah makanan dicampur enzim-enzim yang ada pada rumen, selanjutnya disalurkan pada reticulum ini untuk di aduk hingga menjadi gumpalan-gumpalan kasar (bolus) yang dibantu olek kontraksi otot dinding retikulum.

Setelah itu, gumpalan makanan ini akan didorong kembali ke rongga mulut untuk dimamah yang kedua hingga lebih sempurna atau halus saat sapi sedang beristirahat.

  • Omasum

Setelah gumpalan tadi dimamah maka akan ditelan kembali dan masuk kedalam omasum melewati rumen dan retikulum. Di dalam omasum terjadi proses penghalusan makanan secara kimiawi yang dibantu kelenjar enzim. Dan kandar air akan dikurangi yang dilakukan oleh dinding omasum.

  • Abomasum

Abomasum merupakan perut sebenarnya pada sapi, karena gumpalan makanan akan dicerna yang dibantu oleh enzim dan asam klorida.

Enzim dalam abomasum sapi sama dengan enzim pada mamalia pada umunya dan asam klorida berfungsi sebagai pengaktifan enzim pepsinogen dan sebagai disenfektan bakteri jahat yang masuk dengan makanan.

4). Usus halus dan anus

Setelah makanan halus, abomasum akan mendorong makanan ke dalam usus halus untuk diserap sari-sari makanan dan diedarkan keseluruh tubuh. Dan sisa makanan tadi akan di keluarkan melalui anus.

Demikian pembahasan tentang Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia (Sapi). Dari pembahasan diatas kita dapat mengetahui betapa hewan ruminansia mengandalkan sistem pencernaannya secara mekanis dan kimiawi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Baca Juga : Pengertian dan Penyebab Radang Ambing Pada Sapi

Loading...
Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia (Sapi) | ilmuhewan | 4.5