Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Proses Daur Hidup Cacing Pita

By On Wednesday, November 15th, 2017 Categories : Info Lainnya

Proses Daur Hidup Cacing PitaIlmuhewan.com – Cacing pita (Taenia sp) adalah spesies parasit, yang termasuk filum platyhelmenthes. Filum atau cabang  platyhelmenthes memiliki ciri tubuh pipih dan tidak bersegmen.

Parasit ini selalu hidup pada orgnisme lain atau inang, contohnya manusia dan hewan. Saat ini, ada lebih dari 100 jenis cacing pita. Parasit dari genus taenia inilah penyebab utama penyakit taeniasis dan sistiserkosis.

Seperti telah dijelaskan, cacing pita merupakan salah satu jenis parasit. Sehingga untuk hidup dan berkembang biak, cacing pita memerlukan inang.

Baca Juga ; Mengapa cacing bisa menyuburkan tanah?

Berikut proses hidup cacing pita:

  1. Telur

Cacing pita hidup dan berkembang biak didalam tubuh inangnya. Contohnya pada manusia, parasit ini berkembang dibagian usus halus.

Cacing dewasa akan bertelur dalam tubuh manusia, lalu telur cacing akan tumbuh menjadi larva onchophere. Larva tersebut akan berkembang dalam diuterus dari gravid proglottid.

Gravid proglottid adalah bagian dari cacing dewasa yang memiliki banyak kandungan telur. Kemudian bagian ini akan lepas dan keluar dari anus inang tempat cacing hidup.

  1. Menginfeksi inang

Telur yang telah keluar dari manusia akan berpindah pada inang lain. Contohnya babi dan sapi. Kedua hewan ini sering dihinggapi cacing pita.

  1. Embrio cacing

Setelah telur cacing mendapatkan inang baru, maka larva akan masuk kesistem peredaran darah dengan cara menembus dinding usus halus.

Sehingga sampai kejantung, lalu menyebar keseluruh bagian tubuh inangnya, seperti hati, jantung, otot dan lainnya.

  1. Infeksi Manusia

Cacing pita masuk kedalam tubuh manusia melalui daging hewan yang dikonsumsi. Daging inilah yang menjadi pelantara masuknya cacing pita. Sehingga untuk menghindari terinfeksi, jangan memakan atau memasak daging setengah matang.

  1. Menempel pada usus halus

Larva cacing yang masuk ketubuh manusia lewat pelantara daging hewan, akan mencari tempat untuk tumbuh. Biasanya larva ini akan kembali menempel pada dinding usus halus. Kemudian larva akan berkembang menjadi cacing dewasa. Dan proses ini akan terus terulang.

Itulah proses daur ulang hidup cacing pita. Jadi cacing pita akan selalu mencari inang untuk tumbuh dan berkembang biak.

Karena itu, cacing ini sering dijumpai pada tubuh manusia dan hewan. Seperti yang sudah dijelaskan, ada lebih dari 100 jenis cacing pita di dunia. Namun hanya ada 3 jenis cacing yang sering menginfeksi manusia. Diantaranya:

  1. Taenia saginata

Taenia saginata disebut juga cacing pita sapi. Parasit jenis ini merupakan cacing terbesar dari genus taenia. Panjangnya bisa mencapai 4 hingga 10 meter, walaupun bisa juga tumbuh sampai 22 meter. Dari satu ekor cacing dewasa dapat memproduksi telur lebih dari 100 juta buah. Inang yang biasa dihinggapinya adalah sapi, kambing, dan manusia.

  1. Taenia solium

Nama lain dari Taenia solium ialah cacing pita babi. Dinamakan seperti itu karena cacing ini sering ditemukan atau menginfeksi babi. Cacing ini berwarna putih dan panjangnya bisa mencapai 2 hingga 3 meter. Pada beberapa kasus, ditemukan juga cacing pita yang mencapai 8 meter. Dalam sekali bertelur, cacing ini mampu menghasilkan 50.000 telur. Babi menjadi inang favorinya karena hidup ditempat kotor, sehingga mudah diinfeksi.

  1. Taenia asiatica

Cacing ini ditemukan pada tahun 1980 dan mempunya kesamaan dengan cacing pita sapi. Tetapi inang yang sering dihinggapi adalah manusia dan babi. Parasit jenis ini ditemukan di daerah Asia timur. Tubuhnya berwarna putih kekuningan dan panjangnya bisa mencapai 3,5 meter.

Nah itulah tiga jenis cacing pita yang sering dijumpai pada manusia. Namun, dari ketiga jenis ini memiliki kesamaan cara menginfeksi manusia, yaitu melalui daging yang dikonsumsi.

Untuk itu sebelum kita mengkonsumsi daging, ada baiknya dimasak dengan sempurna. Selain itu juga harus memastikan kebersihan dari alat makan yang digunakan dan cuci tangan sebelum makan. Sehingga kita bisa terhindar dari infeksi cacing pita.

Baca Juga : Macam–Macam Cacing Pengganggu pada Burung

Loading...
Proses Daur Hidup Cacing Pita | ilmuhewan | 4.5