Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Melimpah Klik DISINI

Mari Berkenalan dengan Burung Albatros, Si Unik yang Mampu Berkeliling Dunia

By On Thursday, October 12th, 2017 Categories : Burung

Ilmuhewan.com – Mengaku pecinta burung sejati?

Maka burung Albatros harus kamu ketahui asal muasalnya.

Apalagi spesies ini menjadi simbol kekuatan yang tidak ada habisnya, karena mampu terbang ke berbagai negara hanya dengan mengepakkan sayap.

Bahkan kabarnya Albatros menjadi pusat inspirasi bagi kecanggihan pesawat masa depan.

Baca Juga : Sifat, Jenis, Populasi, dan Penyakit Burung Lovebird

Nah, oleh karenanya mari berkenalan dengan burung satu ini yang mampu berkeliling dunia.

Menjadi Inspirasi Pesawat Masa Depan

Albatros merupakan spesies burung laut besar dari keluarga Diomedeidae dalam ordo Procellariiformes, Petrel Penyelam dan Petrel badai.

Jika kamu tengah berkunjung ke Samudra Antartika dan Pasifik Utara, maka burung gagah ini sering ditemukan disana.

Karena kemampuannya akan terbang tinggi dengan lebar sayap 3,7 meter, tidak heran orang – orang terinspirasi dari kekuatannya yang mampu terbang ribuan kilometer tanpa mengepakkan sayap sama sekali.

Albatros pun sukses menyabet gelar sebagai ahlinya penerbangan efisien. Kerennya lagi karena kualitas anatominya yang sama dengan bagian sayap di pesawat, membuat pesawat terkenal dunia semacam Boeing dan Airbus menggunakan biomimikri untuk evolusi industri.

Menurut situs Nationalgeographic, biomimikri merupakan ilmu yang menempatkan objek alam dimana menempatkan makhluk hidup sebagi model perancangan dan proses, menirunya dan diaplikasikan dalam teknologi modern.

Sering Berkeliling Dunia

Jika kamu hanya mampu terbang ke satu negara menggunakan pesawat besar, lain halnya dengan Albatros yang telah berkeliling dunia melewati 1000 kilometer dalam sehari di hamparan laut tanpa singgah sekalipun.

Hal ini dikarenakan kedua sayapnya memiliki otot khusus sehingga Albatros mampu terbang hingga beberapa meter dari permukaan laut.

Ditambah lagi tekniknya yang terdiri dari terbang melayang dan terbang membumbung untuk dapat terbang pada jarak sangat jauh, bahkan dengan tenaga yang minim sekalipun menjadikan Albatros lebih unggul jika dibandingkan dengan burung lainnya karena jika tekanan udara dan arah angin berubah spesies ini mampu merasakannya, walaupun dalam skala kecil sekalipun.

Keunggulan yang dimiliki oleh Albatros ini pun tidak hanya sebatas itu saja.

Perburuan mencari bahan pakan yang tidak hanya di darat, melainkan di dalam laut ini menjadi nilai tambah bagi burung Diomedea.

Selain memakan udang, cumi – cumi, dan ikan, Albatros juga mampu berburu di permukaan air dan di dalam air alias menyelam lho. Hal ini dikarenakan bentuk kakinya yang menyerupai bebek sehingga bisa leluasa bergerak berenang di dalam air.

Bertahan pada Satu Pasangan

Siapa sangka burung sekuat dan segagah Albatros ternyata memiliki sisi lembut? Ya, Albatros mempunyai kebiasaan yang berbeda

. Walaupun sering bepergian ke belahan bumi lainnya lantas tidak membuat Albatros lupa akan satu pasangan yang menunggunya. Kebiasaan ini mampu membuat spesies ini bermonogami seumur hidup.

Bahkan pada saat musim kawin dan berkembangbiak, telurnya bisa memkan waktu hingga satu tahun. Uniknya, burung ini hanya bertelur untuk satu musim.

Burung yang Terancam Punah

Sayangnya, simbol kekuatan yang dimiliki oleh Albatros harus mengalami kepunahan.

Ini yang diakui oleh IUCN, menurutnya dari 21 spesies yang ada 19 telah dikategorikan terancam punah. Perburuan akan bulu – bulunya ini yang menyebabkan angka populasi Albatros harus turun drastis.

Tapi tidak hanya itu adanya spesies pendatang yang telah mematahkan angka ini, semacam kucing liar dan tikus yang memangsa telur burung dan anak burung.

Ditambah lagi sampah – sampah pelastik yang berserakan membuat Albatros mengira itu adalah makanan mereka, sehingga spesies ini harus mati karena memakan pakan yang tidak benar.

Baca Juga : Sistem Pertahanan, Pakan, Sifat dan Jenis Burung Potoo

Loading...
Mari Berkenalan dengan Burung Albatros, Si Unik yang Mampu Berkeliling Dunia | ilmuhewan | 4.5