Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Melimpah Klik DISINI

Ciri dan Karakteristik Domba Dorper (Afrika Selatan)

By On Monday, February 26th, 2018 Categories : Ciri dan Karakteristik

Apa itu Domba Dorper?

Domba dorper merupakan salah satu jenis domba pedanging unggul yang berasal dari negara afrika selatan.

Domba ini merupakan hasil persilangan antara domba dorset dengan domba Persia berkepala hitam yang telah dikembangkan oleh departemen pertanian negara afrika selatan pada tahun 1930an.

Nama domba dorper sendiri diambil dari suku kata Dor yang berasal dari kata dorset dan per yang berasal dari kata Persia.

Saat ini, domba Dorper merupakan domba dengan populasi terbanyak kedua di Afrika Selatan dan keberadaannya telah menyebar ke berbagai negara hampir di seluruh dunia.

Domba Dorper mampu hidup di daerah gersang dan beriklim tropis di Afrika Selatan. Oleh karena itu, domba Dorper juga dapat diternakkan di Indonesia yang memiliki iklim tropis seperti iklim di Afrika Selatan, negara asal domba Dorper.

Baca Juga : Sejarah, Ciri, Karakteristik Dan Keunggulan Dari Domba Rambouillet

Pada umumnya, domba Dorper diternakkan sebagai domba pedaging unggul karena memiliki tubuh yang besar dan daging yang padat.

Adapun musim kawin domba Dorper relatif panjang dan tidak dibatasi musim. Sehingga, peternak dapat mengatur program perkawinan dombanya dan induk domba Dorper dapat melahirkan kapan saja setiap tahun.

Ciri-ciri dan Karakteristik Domba Dorper

Adapun ciri-ciri dan karakteristik dari domba dorper antara lain sebagai berikut :

  1. Domba Dorper berasal dari negara afrika dan dikembangkan melalui perkawinan silang antara domba Dorset jantan dengan domba Persia kepala hitam betina.
  2. Domba ini merupakan salah satu jenis domba pedaging yang unggul dengan kenampakan tubuh yang besar daripada domba pada umumnya
  3. Domba Dorper merupakan salah satu jenis domba tak bertanduk
  4. Mempunyai bulu atau rambut cukup tipis dan pendek yang mengalami perontokkan alami secara berkala. Sehingga, rambut wol domba Dorper ini tidak perlu dicukur sebagaimana rambut wol domba lain. Oleh karena itu, domba Dorper diklasifikasikan sebagai domba bulu atau hair sheep, bukan domba wol atau wool sheep.
  5. Domba Dorper memiliki ciri khas kepala hitam dan ada juga kepala putih. baik domba dorper berkepala hitam ataupun berkepala putih, keduanya memiliki kualitas yang sama dalam hal mutu. sehingga warna tidak berpengaruh.
  6. Mampu bertahan hidup dan berkembangbiak dengan baik pada daerah dengan kondisi iklim apapun terutama domba ini tumbuh dengan baik pada daerah yang gersang dan beriklim tropis seperti afrika selatan dan Indonesia. selain itu, domba ini juga tumbuh sangat baik di daerah Australia yang memiliki curah hujan tinggi.
  7. Ketika domba ini berada di negara yang mempunyai empat iklim, maka pada saat musim gugur dan musim dingin bulu domba dorper akan tumbuh dengan lebat, namun ketika giliran musim semi dan musim panas bulu domba akan rontok atau luruh dengan sendirinya.
  8. Musim kawin domba Dorper cukup panjang dan tidak dibatasi musim. Jarak beranak domba Dorper betina bisa 8 bulan. dengan pemberian pakan yang baik dan pengelolaan yang baik, domba Dorper betina bisa beranak 3 kali dalam 2 tahun.
  9. Anak domba Dorper tumbuh dengan cepat dan mencapai bobot sapih yang tinggi. Bobot hidup sekitar 36 kg dapat dicapai anak domba Dorper pada umur 3-4 bulan.
  10. Domba pejantan dewasa mampu mencapai bobot hidup antara 110 hingga 130 kg, sementara domba betina dapat mencapai bobot hidup antara 80 kg hingga 110 kg.
  11. Saat ini harga domba dorper jantan dewasa dapat mencapai antara Rp. 3,8 juta hingga 5 juta untuk setiap ekornya.

Baca Juga : Ciri dan Karakteristik Domba Batur (Banjarnegara)

Loading...
Loading...
Ciri dan Karakteristik Domba Dorper (Afrika Selatan) | ilmuhewan | 4.5