Cara pengendalian Pertumbuhan Algae pada kolam

By On Thursday, April 20th, 2017 Categories : Perikanan

Cara pengendalian Pertumbuhan Algae pada kolam – Alga atau adalah salah satu kelompok organisme yang dapat membuat makanannya sendiri secara fotosintesis. Mereka memiliki kloroplas yang mengandung klorofil.

Alga dapat dengan mudah dikemukakan baik di perairan laut maupun perairan air tawar, baik secara melayang di perairan maupun menempel pada satu tempat.

Karena alga memiliki bentuk yang mirip dengan tumbuhan sehingga menjadikan tempat yang mereka tinggali seperti kolam, sawah, danau akan berwarna hijau.

Baca Juga : Tujuan dan Manfaat Pengapuran Pada Kolam Ikan

Alga pada kolam memiliki 2 jenis, yaitu alga plankton yang dapat menyebabkan kolam berwarna hijau dan alga filamen yang berbentuk seperti untaian rambut pada permukaan kolam.

Alga memang memiliki manfaat untuk lingkungan kolam ketika mereka masih memiliki jumlah yang kecil namun mereka akan menimbulkan masalah ketika mereka tumbuh tak terkendali sehingga habitat kolam menjadi tidak sehat.

Pertumbuhan alga tergantung dengan nutrisi (misalkan nitrat dan fosfat), sinar matahari dan tingkat pH pada kolam. Kelebihan nutrisi bisa saja terjadi dikarenakan adanya pembusukan vegetasi, ikan yang mati atau pakan ikan yang berlebihan.

Alga dapat tumbuh pesat pada musim kemarau saat sinar matahari cukup. Tingkat pH dapat meningkat tinggi dikarenakan oleh bahan konstruksi kolam yang menggunakan beton, kapur dan marmer misalnya.

Berikut ini beberapa cara pengendalian alga pada kolam :

  1. Ketika membuat kolam, buatlah salah satu dasar sisi kolam miring, sehingga kotoran pada kolam akan mengumpul pada salah satu sisi kolam dan dapat memudahkan proses pembersihan.
  2. Untuk menghindari pH yang semakin tinggi, buatlah tanggul di sekeliling kolam untuk pencegahan limpasan air hujan jika memungkinkan.
  3. Sebaiknya gunakanlah sedikit beton atau kapur saat pembuatan kolam.
  4. Guna mencegah sinar matahari dapat masuk ke dalam kolam yang menjadikan alga dapat tumbuh subur, jika memungkinkanbuatlah kedalaman kolam sekitar 6 meter.
  5. Ketika alga tumbuh pada kolam, maka untuk membuangnya anda bisa menggunakan cara manual atau menggunakan bantuan pompa. Anda juga dapat menambahkan tanaman air pada untuk mengonsumsi kelebihan gizi pada kolam sebanyak 50 % – 70 % luas permukaan kolam. Contoh tanaman air adalah selada air, kenceng gondok dan lili.
  6. Anda dapat menambahkan bakteri nitrifikasi pada kolam guna memakan kelebihan nutrisi pada kolam yang dapat dimanfaatkan oleh alga untuk tumbuh.
  7. Anda bisa meletakkan jerami pada dasar kolam guna menghindari kolam bau dan air tetap jernih.
  8. Anda dapat menggunakan Water cleaner untuk membersihkan alga pada kolam, dengan bantuan zat kimia ini maka alga dapat mudah tersingkirkan dari kolam.
  9. Anda dapat menambahkan ikan yang memakan alga, tetapi porsi makan yang anda berikan harus dikurangi sehingga ketika mereka lapar akan memakan alga pada kolam.
  10. Anda dapat menambahkan air mancur atau aerator yang dapat meningkatkan kadar oksigen pada air kolam sehingga dapat merangsang pertumbuhan pada bakteri dan dapat mengurangi alga.
  11. Lakukan pembersihan kolam dan pergantian air secara periodik, sehingga tetap menjaga kondisi kolam dalam keadaan baik. Misalkan setiap seminggu sekali anda membersihkannya, namun ketika belum sampai 1 Minggu kondisi kolam dan sekitar kolam kotor maka segera bersihkan.
  12. Bersihkan dasar kolam secara teratur, tetapi hindari menguras air kolam sekaligus yang dapat merangsang pertumbuhan ganggang.
  13. Anda dapat menaungi kolam guna menjaga kestabilan suhu pada kolam sehingga dapat mengurangi sinar matahari masuk ke dasar kolam secara berlebihan.

Baca Juga : Pengertian dan Manfaat Desinfektan pada Kolam Ikan

Cara pengendalian Pertumbuhan Algae pada kolam | ilmuhewan | 4.5