Cara Budidaya dan Memperbayak cacing tanah

By On Wednesday, January 25th, 2017 Categories : Ternak Hewan

Cara Budidaya dan Memperbayak cacing tanah – Cacing mengandung banyak gizi, sehingga sering kali dimanfaatkan sebagai bahan dasar obat bahkan pelembab wajah, karena itu bisnis cacing tanah ini cukup menggiurkan. Berikut I=ini cara budidaya cacing tanah :

Persiapan lahan

  • Pemeliharaan cacing Tama dapat di tempat terbuka atau di ruangan dengan kandang berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m misalnya.
  • Buat rak bertingkat untuk wadah pemeliharaan cacing dengan memanfaatkan bahan bekas seperti genteng dari tanah liat, bambu, papan bekas.
  • Pilih tanah yang mengandung banyak bahan organik baik dari kotoran hewan maupun dari dedaunan yang telah membusuk.Tanah memiliki ph sekitar 6 – 7,2 yang mana sedikit asam hingga normal. Sehingga bakteri dalam tubuh cacing bisa bekerja secara optimal untuk melakukan fermentasi. Kelembaban tanah sekitar 15 – 30 %.
  • Suhu penetasan kokon sekitar 15 – 25 derajat celcius atau Suam – Suam kuku, jika suhunya lebih dari 25 derajat celcius berilah naungan yang cukup dengan lembab yang optimal.
  • Pilihlah tempat pemeliharaan yang mudah dijangkau dan tidak terjangkau langsung oleh sinar matahari.

Pembibitan

  • Anda bisa memilih bibit yang diperoleh secara komersial atau diambil dari kebun – kebun bahkan tempat sampah, tapi pastikan bibit yang anda pilih berkualitas, bagus dan tidak cacat ataupun memiliki penyakit.
  • Sesuaikan jumlah cacing dan ukuran tempat pemeliharaan, jika tempat berukuran panjang 2,5 meter, lebar kurang dari 1 meter dan tinggi sekitar 0,3 meter maka akan muat menampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa. Pastikan anda menentukan cacing dewasa atau muda untuk dibudidayakan.
  • Mulailah dengan memelihara dalam jumlah kecil jika bertambah pindahkan pada tempat lain, dan khusus untuk kokon pindahkan ketika mereka sudah dewasa.
  • Pemeliharaan cacing dewasa adalah untuk bibit.

Sistem pemuliabiakan

Jika bibit cacing sudah siap maka pindahkanlah mereka pada wadah yang baru, tetapi lakukanlah secara bertahap.

Awalnya tempatkanlah berapa cacing pada wadah baru dan amatilah mereka setiap 3 jam sekali, jika mereka memasuki media tanah hingga 12 maka media tersebut sudah cocok.

Namun jika selama 12 jam mereka tidak memasuki media tanah tersebut dan meninggalkannya, maka anda perlu memperbarui media tanah tersebut dengan menyiramnya dengan air dan peraslah hingga air terlihat bening tidak berwarna hitam atau cokelat tua.

Ketika media yang anda buat sudah cocok, maka pindahkanlah semua benih cacing pada wadah baru.

Reproduksi

Cacing termasuk hewan hermaprodit atau memiliki alat kelamin jantan dan betina, tapi mereka tidak bisa membuahi sendiri, jadi diperlukan sepasang cacing untuk menghasilkan kokon. Mereka akan menghasilkan 1 kokon setelah 7 – 10 hari melakukan kawin.

Kokon tersebut berukuran 1/3 kepala korek api lonjong yang ditempatkan pada area lembab dan akan menetas dalam waktu 14 – 21 tahun. 1 kokon menghasilkan 2 – 20 ekor cacing.

Pemberian pakan

Beri pakan sekali sehari dengan perbandingan antara cacing dan pakan 1 : 1 dan pakan bisa dari kotoran hewan tapi bukan untuk media pemeliharaan.

Pakan harus lembut, ditaburkan pada sekitar 2/3 dari peti wadah dan tutup dengan plastik yang tidak tembus cahaya. Jika pakan masih sisa maka kurangi jumlah pakan baru dan anda harus mencampurkannya.

Pergantian media

Ganti dan pisahkan media tanah yang sudah banyak kokon untuk memudahkan cacing berkembang biak.

Hama dan penyakit

Guna menghindari serangan hama dan penyakit berilah cukup air di sekitar pemeliharaan cacing.

Panen

Panen bisa dilakukan dengan membalik sarang dan memisahkan cacing dengan media atau menggunakan lampu tanpa membalik media.

Baca Juga : Klasifikasi Cacing Tanah Menurut Ekologi

Cara Budidaya dan Memperbayak cacing tanah | ilmuhewan | 4.5