Tips dan Cara Praktis Budidaya Udang Hias Air Tawar

By On Thursday, March 17th, 2016 Categories : Perikanan, Ternak Hewan

Tips dan Cara Praktis Budidaya Udang Hias Air Tawar – Udang hias adalah  salah satu dari jenis ikan hias yang cukup mempunyai daya tarik  tersendiri.

Istimewanya  jenis  ikan hias yang  satu ini karena memiliki  potensi keuntungan yang cukup besar .Hewan invertebrata ini memang sangat istimewa.

Selain karena  pesona kecantikannya , udang hias mudah dikembangbiakkan, dan ramah yang mampu bertugas  ikut  membersihkan kotoran di dalam akuarium tempat dimana ia berada.

Untitled

Selain itu iapun  mampu hidup di dalam kondisi  air  apapun, misalnya keruh  atau  tidak terlalu baik sekalipun. Inilah yang membedakan keunggulannya dengan ikan hias lainnya..

Baca Juga : Tips Budidaya dan Ternak Bekicot

Habitat Ideal Dari Udang Hias

Dari kemamampuannya yang adaptif  bisa menyesuaikan segala kondisi lingkungan sekitar membuat hewan ini mampu bertahan .

Menentukan  Mitra Hidup Bagi Udang Hias

Diakui bukanlah hal yang mudah mencarikan binatang lain  jenis ikan hias yang bisa hidup damai  berdampingan dengan  udang hias  seperti ini.

Persoalannya  jika yang dijadikan mitra hidup di habitatnya bentuk fisik dan ukurannya  terlalu besar dampaknya si udang hias ini  akan  membuat minder dan takut.

Maka dampaknya akan cenderung lebih sering menyendiri.  Bagaimanapun  ia merasa terancam akan keberadaan ikan yang lebih besar dari dirinya sendiri.

Jenis ikan  tertentu yang  bisa  diterima  untuk hidup berdampingan dengan udang  hias ini  antara lain, ikan  tetra, ikan tabr  serta ikan  tipe plati.

Dirasa cocok berdampingan  dengan  udang hias air tawar.  Alasannya jika dilihat memang  ukuran tubuh mereka tidak beda jauh  besarnya.

Faktor lainya  udang  hias merasa lebih tentram berada diantara mereka karena tidak merasa terancam keselamatannya.

Udang berukuran kecil seperti spesies Macrobachium bisa hidup rukun dengan ikan plati atau pedang yang berukuran besar.

Namun untuk jenis Jenis ikan seperti catfish, cupang dan tipe cichild tidak boleh dijadikan tidak bisa dijadikan satu habitat dengan udang hias manapun.

Penempatan  udang hias  dan Setting Akuarium

Jika disuruh menentukan apakah  memilih hidup berdampngan dengan ikan lain  yang seukuran  atau dengan hewan lain yang satu species  tentu udang ini akan memilih bergabung dengan yang satu speciesnya.

Jadi meskipun bisa hidup dengan ikan air tawar lain, udang hias air tawar paling baik jika dipelihara dalam satu spesiesnya

Jika untuk memelihara 10-20 ekor, akuarium yang memiliki volume 2.5 galon sudah  sangat mencukupi. Jika jumlahnya semakin banyak, maka ukuran akuarium juga harus semakin besar.

Hal penting yang harus kita lakukan ialah mengatur akuarium  agar  menjadi seperti habitat alaminya, caranya harus perlu dimasukkan substrat.

Substrat yang baik terdiri dari pasir yang halus dan kerikil berukuran sedang. Selain itu bisa ditambahkan juga batu karang sebagai tempat persembunyian seperti  tanaman air misalnya  lumut jawa, sebagai tanaman di dasar akuarium.

Pakan Udang Hias

Tiap udang hias akan berbeda jenis pakannya,Jika yang dipelihara kelompok  Neocaridina atau Caridina , Halocaridina Rubra, pakan yang diberikan  jenis  hijau hijauan seperti slada beku, alga, daun kubis atau spirulina tablet.

Sementara  untuk udang pearl yang sebaiknya diberi pakan berbahan dasar daging atau tablet. Namun akan berbeda lagi  dengan  spesies Macrobachium  yang suka memakan cacing darah beku, udang renik beku dan cacing rambut.

Sementra  untuk  Atya bertipe pembersih akan lebih menyukai memakan artemia. Pakan ini lebih fleksibel, jadi bisa diberikan variasi makanan lainnya.

Pembiakkan Udang Hias

Pembiakkan  atau reproduksi  udang hias diawali  dengan membedakan  jenis kelaminnya.

Diakui memang  kita agak susah membedakan  antara  udang jantan dan betinanya karena  factor kemiripannya sangat tinggi, dengan  demikian perkawinannya dilakukan dengan mencampurkan  kira-kira 50 ekor indukan di dalam satu wadah yang secara acak tidak dibedakan  satu dengan lainnya.

Setelah satu minggu ,baru  akan terjadi pemijahan. Beberapa telur telur udang  ini  akan  tampak , digendong oleh indukan betina sebelum akhirnya menetas, baru pada tahap inilah dapat diketahui  udang yang menggendong inilah yang berkelamin betina.

Pada tahap ini kita harus  menambahkan aerator untuk mengurangi tingkat kematian. Setelah kira kira 15 hari kemudian, indukan bisa dikawinkan lagi  sehingga menurut perhitungan dalam waktu dua bulan, kita  bisa memanen hasil dari budidaya udang hias ini.

Baca Juga : Cara Terbaik dalam Ternak Burung Cucak Ijo

Tips dan Cara Praktis Budidaya Udang Hias Air Tawar | ilmuhewan | 4.5