Tips Budidaya dan Ternak Bekicot

By On Saturday, March 12th, 2016 Categories : Ternak Hewan

Tips Budidaya dan Ternak Bekicot  – Bekicot atau siput biasa kita kenal sebagai hama pada tanaman hias di rumah.

Namun perkembangan dunia pengobatan dan kuliner kita yang semaki pesat, maka bekicot pun dapat diolah menjadi bahan obat-obatan berkhasiat atau berbagai jenis kuliner yang enak.

Untuk itulah budidaya bekicot mulai dilirik beberapa peternak. Apalagi jika dapat menembus pasar ekspor.

Di kota Perancis Italia, bekicot diolah di restoran-restoran mahal dan dijadikan kuliner mewah. Untuk itu permintaan daging bekicot di sana cukup tinggi.

Untitled2

Belum lagi permintaan sebagai bahan dasar pembuatan obat-obatan. Maka beternak bekicot dapat menjadi alternatif penghasilan anda.

Baca Juga : Teknik dan Cara Ternak Ayam Kampung yang Benar

Untuk membudidayakan bekicot pun tergolong mudah, asalkan terdapat daerah lembab, teduh dan dedaunan, bekicot dapat berkembang biak dengan baik.

Adapun beberapa tahapan dalam budidaya bekicot adalah sebagai berikut:

1). Pertama-tama mengenai pembuatan kandang

Kandang harus berdiri di atas tanah yang kering namun teduh serta harus mengandung kelembaban dengan suhu udara berkisar 25 sampai dengan 30 derajat celcius.

Berikut ada beberapa jenis kandang  yang bisa dipilih untuk diaplikasikan dalam membudidayakan bekicot:

  • Kandang dari kotak kayu. Kandag jenis ini terbuat dari lembaran kayu triplek dengan kaki-kaki ukuran panjang 1 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1,25 meter. Aplikasikan kawat perkontur kasar di atas kandang untuk mencegah bekicot keluar dari tempat berteduh.
  • Kandang dari bahan semen. Ukuran kandang jenis ini tidak jauh beda dengan ukuran kandang kotak kayu. Hanya saja kandang dari bahan semen memungkinkan kita menaruh tanah mengandung cacing di dasar kandang untuk menjaga kelembaban yang baik. Tebal lapisan tanah yang ada cacingnya ini sekitas 30 cm.
  • Kandang galian tanah. Kandang jenis ini memungkinkan untuk tidak menggunakan material terlalu banyak. Cukup gali lahan yang hendak dijadikan kandang dengan ukuran panjang 1 meter, lebar 1 meter, dan tingginya juga 1 meter. Untuk menjaganya agar tetap lembab dan teduh maka buatlah kandang galian ini di tempat yang rimbun dan teduh. Bisa di bawah pepohonan atau di bawah atap.

2). Selanjutnya adalah tahap Pembibitan

Ada dua spesies bekicot yang biasa diternak yaitu spesies Achatina Fulica dan Achatina Variegata. Tentukan terlebih dahulu spesies mana yang akan dibudidayakan.

3). Pemilihan calon indukan

Jika kesulitan membeli bibit unggul, karena saat ini masih belum ada di daerah anda, maka pembibitan bisa dilakukan dengan mencari spesies jenis Achatina Fulica dan Achatina Variegata sendiri.

Hal ini cukup mudah karena kedua spesies tersebuat adalah jenis bekicot yang sering kita temui. Spesies-spesies tersebut dapat ditemukan diantaranya di kebun pisang, semak belukar, kebun kelapa dan lain sebagainya, apalagi di musim penghujan, maka akan banyak kita temukan.

4). Tahap perkawinan

Siklus perkawinan bekicot biasanya dimulai dari mulai usia bekicot enam sampai tujuh bulan. Pada usia ini, kita dapat memilih bekicot yang akan dijadikan indukan.

Pilih bekicot yang pertumbuhanya bagus dan tidak berpenyakit. Letakan pada tempat tersendiri untuk perkawinan.

Bekicot akan bertelur di sembarang tempat, pemisahan ini agar tidak tercampur dengan telur dari bekicot lain. Sekali bertelur bekicot dapat menghasilkan 50 sampai 100 butir telur.

5). Tahap kelahiran bibit

Telur akan menetas dan menjadi anak cangkang yang tidak ditunggui induknya. Beri perhatian khusus pada bibit ini agar pertumbuhanya lebih cepat.

Baca Juga : Panduan Sederhana Cara Ternak Bebek

Tips Budidaya dan Ternak Bekicot | ilmuhewan | 4.5