Teknik dan Cara Pemijahan Ikan Lele

By On Wednesday, February 17th, 2016 Categories : Perikanan

Teknik dan Cara Pemijahan Ikan Lele – Banyak teknik pemijahan ikan lele yang berkembang saat ini. Bisa dengan menggunakan cara alami hingga cara intensif.

Cara-cara tersebut sangat mudah dilakukan oleh pembudidaya. Cara pemijahan ikan lele intensif dengan penyuntikan hormon, penyuntikan hipofisa hingga pembuahan invintro.

Baca Juga : Budidaya Ikan Lele Lahan Terpal

Sedangkan pemijahan alami dilakukan dengan melepaskan ikan lele berpasangan dalam kolam. Berikut ini ulasan lebih lanjut tentang teknik pemijahan ikan lele:

Untitled

  • Pemijahan ikan lele secara alami
  • Mmilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad dengan bobot seimbang
  • Siapkan kolam pemijahan dengan ukuran 1×2 m atau 2×3 m dengan kedalaman 1 m dengan dasar kolam ikan dari semen atau fiberglass.
  • Jemur kolam hingga kering dan isi air sedalam 40 cm.
  • Pasang kabakan seukuran kolam dengan menggunakan pemberat agar kabakan tidak tenggelam.
  • Berikan aerasi untuk ketersedian oksigen dalam kolam.
  • Masukan indukan ke dalam kolam pada sore hari.
  • Tutup kolam
  • Setelah proses pemijahan terjadi pada malam hari, angkat indukan dari kolam pada pagi hari.
  • Telur ditetaskan
  • Pindahkan ke kolam penetasan
  • Asupan oksigen harus stabil (28-290C)
  • Telur yang dibuahi menetas selama 24 jam menjadi larva
  • Pemijahan ikan lele secara intensif
  • Pemijahan dengan penyuntikan hipofisa
  • Pilih pendonor hipofisa dari ikan lele atau mas yang telah dewasa dan memiliki ukuran yang proporsional.
  • Potonglah ikan pada bagian pangkal kepala
  • Letakkan mulut ikan lele mengarah keatas, buka mulut ikan lele lalu belah bukaan mulut dengan pisau secara melintang sehingga kepala ikan terbelah bagian atas dan bawah. Ambil bagian atas dan bersihkan darahnya.
  • Buang tulang penutup hipofisa dengan tang penjepit, angkat kelenjar hipofisa.
  • Gerus kelenjar hipofisa dengan penggerus, encerkan dengan air aquadestilata sebanyak 2 ml.
  • Pindahkan hipofisa yang sudah dicampur air pada tabung, kocok selama 2-3 menit dan diamkan 5 menit. Cairan akan memisah bagian bawah berupa endapan dan lapisan atas cairan jernih.
  • Ambil bagian cairan jernih dengan jarum suntik. Hipofisa siap disuntikan pada induk pemijah ikan lele.
  • Ambil indukan lele dan tutup kepalanya dengan kain basah.
  • Suntik pada otot punggung dengan kemiringan 30-600 dari arah ekor 1,5 cm.
  • Suntik secara perlahan
  • Cabut jarum suntik dan urut otot punggung.
  • Masukan induk jantan dan betina dalam kolam pemijah
  • Pemijahan dengan penyuntikan hormon perangsang
  • Penyuntikan dengan hormon perangsang lebih praktis dilakukan karena tidak memerlukan ikan donor.
  • Hormon untuk penyuntikan antara lainovaprim dan Chorulon. Hormon akan mempengaruhi kelenjar hipofisa yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur.  Dosis penyuntikan dengan hormon perangsang ovaprim adalah 0,3-0,5 ml per kg bobot induk atau sesuaikan dengan petunjuk pemakaian.
  • Sebelum disuntikan, hormon perangsang seperti ovaprim harus diencerkan dengan akuadestilata 3 kali lipatnya.
  • Proses penyuntikan dengan hormon perangsang sama dengan proses penyuntikan dengan kelenjar hipofisa.
  • Pemijahan ikan lele in vitro

Pemijahan ikan lele secara in vitro adalah proses pemijahan dimana pembuahan dilakukan oleh manusia dalam sebuah tabung atau wadah.

Alat dan bahan: mangkung plastik atau kaca, bulu ayam, kertas tisu, pisau, gunting, pinset, suntikan, dan sodium klorida 0,9% (cairan infus).

Berikut langkah-langkah metode pemijahan in vitro:

  • Siapkan sperma ikan lele jantan dengan cara membedah perut secara membujur. Kantong sperma berbentuk pipih memanjang berwarna putih. Angkat kantong sperma, keluarkan sperma dengan cara memotong kantong dengan gunting, tampung dalam mangkuk.
  • Siapkan induk betina yang sudah disuntik 8-10 jam sebelumnya. Keluarkan sel telur dengan cara mengurut perut induk lele ke arah kelaminnya. Sel telur akan keluar lewat lubang kelamin, lalu tampung dengan mangkuk.
  • Campurkan sel telur dengan sperma dalam mangkuk sedikit demi sedikit. Aduk perlahan dengan bulu ayam. Encerkan campuran dengan air bersih lalu aduk perlahan sampai merata.
  • Masukan campuran sel telur dan sperma kedalam kolam penetasan. Tebarkan dengan bulu ayam.
  • Lakukan pengayaan oksigen pada kolam penetasan dengan aerotor. Aerotor jangan terlalu kencang sehingga menggoncang telur, tetapi juga jangan terlalu kecil. Selanjutnya jaga kondisi kolam penetasan seperti ketiga metode di atas hingga larva menetas.

Baca Juga : Panduan dan Cara Pembenihan Ikan Nila

Teknik dan Cara Pemijahan Ikan Lele | ilmuhewan | 4.5