Sistem Perkandangan Ternak Sapi Potong

By On Saturday, April 1st, 2017 Categories : Kandang

Sistem Perkandangan Ternak Sapi Potong – Sapi potong sendiri adalah sapi yang memang sengaja dibudidayakan atau dipelihara untuk dipotong dan diambil dagingnya.

Sapi tentunya juga membutuhkan rumah atau biasa kita sebut kandang untuk kehidupannya sehari-hari. Tentunya membuat kandang untuk sapi tidaklah sembarangan.

Hal ini akan mempengaruhi kondisi sapi dan juga  pasti akan berdampak pada kondisi daging  sapi itu sendiri. Nah, apabila sapi diberikan kandang yang nyaman maka sapi pun pasti akan sehat dan juga dagingnya akan bagus.

Baca Juga : Cara Yang Harus dilakukan Agar Sapi Melahirkan Anak Kembar

Kebersihan kandang sapi juga mesti wajib diperhaikan. Kebersihan merupakan hal nomor satu yang wajib diperhatikan. Baik itu kebersihan kandang sapi maupun kebersihan dari sapi itu sendiri.

Sapi potong tentunya beda dengan sapi peras. Sapi peras  hanya  akan diambil susunya saja untuk  dikomersilkan tidak dengan dagingnya.

Sedangkan, sapi potong hanya akan diambil dagingnya saja untuk dikomersilkan. Tentunya makanan dan juga perawatan serta pemeliharaannya sedikit berbeda.

Kandang sapi dapat dibuat berbentuk tunggal atau ganda, tergantung dari sapi yang dimiliki. Kandang berbentuk tunggal sapi diletakkan dalam posisi sejajar.

Sedangkan, kandang bentuk ganda sapi diletakkan dengan posisi berhadap-hadapan atau bertolak  belakang. Lalu, di tengah tengah diberi jalan untuk  peternak.

Secara umum kandang sapi memiliki dua tipe, yaitu kandang tipe individu dan kandang tipe kelompok. Pada kandang tipe individu, setiap sapi menempati kandangnya sendiri-sendiri dengan ukuran kandang 2,5 x 1,5 meter.

Tipe kandang individu ini akan membuat sapi lebih enak dalam memakan pakannya  karena setiap sapi diberi pakan sendiri-sendiri  per kandang.

Ruang gerak yang terbatas juga membuat daging sapi berkualitas, karena energi yang diperoleh dari makanan tidak banyak terbuang karena banyak bergerak.

Sedangkan, jika kandang tipe kelompok pasti akan ada satu periode di mana sapi akan mengalami penggemukan. Sapi juga sebenarnya membutuhkan satu tempat yang lebih luas dari kandang tipe individu.

Untuk soal pakan, sapi yang lebih kuat cenderung akan lebih cepat tumbuh, sedangkan sapi yang lemah akan cenderung lamban pertumbuhannya.

Hal ini dikarenakan pemberian paan per kandang, jadi  jika satu kandang diisi oleh dua sapi pakannya akan jadi rebutan.

Untuk pembuatan kandang sapi harus direncanakan dengan baik dan juga seksama. Persyaratan  kandang  sapi juga harus diperhatikan.

Karena, kandang yang bagus dan nyaman akan membuat ternak semakin baik dan juga berkualitas. Berikut adalah persyaratannya:

  • Bahan kandang menggunakan kayu atau bambu dan juga harus kuat
  • Letak kandang jauh dari rumah
  • Lantai terbuat dari semen atau tanah yang dipadatkan dan juga dibuat lebih tinggi  daripada tanah di  sekitarnya
  • Ventilasi udara harus diperhatikan karena untuk pernafasan
  • Drainase air harus diperhatikan supaya tidak banjir di dalam kandang

Untuk ukuran-ukuran kandang sapi adalah sebagai berikut :

  • Kandang sapi betina dewasa berukuran 1,5 x 2 meter per ekor
  • Kandang sapi jantan dewasa berukuran 1,8 x 2 meter per ekor
  • Kandang anak sapi berukuran 1,5 x 2 meter per ekor

Lantai kandang harus dijaga kebersihannya supaya kesehatan sapi juga terjaga. Kandang yang bersih juga akan menjauhkan sapi dari kemungkinan terserang penyakit.

Lantai yang terbuat dari semen atau tanah di padatkan juga harus mudah dibersihkan. Lantai kandang juga diberi jerami kering supaya menjadi hangat.

Seluruh peralatan kandang dan juga kandang harus dibersihkan atau disucikan dari hama dengan desinfektan, seperti Lysol, cerolin, dan bahan lainnya.

Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan di dataran rendah (100-500 meter) ataupun dataran tinggi (>500 meter). Atap kandang dibuat  dari  kayu dan dibuat lancip atau kuncup supaya  saat hujan air tidak jatuh membanjiri di dalam kandang.

Tempat air minum dibuat sedikit lebih tinggi dari lantai supaya tidak tercampur dengan air kencing. Persediaan air minum juga harus diperhatikan selalu tersedia dan tidak boleh sampai kehabisan. Tempat kandang juga dibuat lebih tinggi supaya pakan tidak terinjak-injak dan bercampur  dengan kotoran.

Berikut adalah jenis-jenis kandang sapi :

  1. Kandang beranak (untuk induk dan anak)

Kandang beranak adalah kandang yang digunakan untuk kandang sapi yang telah bunting tua (7-8 bulan) sampai lahir anak sapinya. Hal ini dilakukan untuk menjaga  kesehatan induk sapi dan juga anak sapi yang akan lahir.

  1. Kandang individu (kandang tunggal)

Kandang individu adalah kandang yang hanya beriisi satu sapi. Di depan kandang dibuat untuk tempat atau wadah pakan dan air minum. Sedangkan, di bagian belakang sebagai tempat pembuangan kotoran.

  1. Kandang kelompok

Kandang kelompok adalah kandang yang bisa ditempati beberapa ekor ternak sapi tanpa diikat sehingga membuat persaingan dalam berebut pakan dan juga air minum. Sapi yang  lebih kuat akan cenderung lebih cepat pertumbuhannya daripada sapi yang lemah.

  1. Kandang penggemukan

Kandang penggemukan adalah kandang yang  digunakan untuk penggemukan sapi jantan dewasa sampai bobot tertentu. Biasanya dilakukan dalam jangka waktu 8-12 bulan.

  1. Kandang paksa

Kandang paksa atau yang biasa disebut kandang jepit adalah kandang yang digunakan untuk perkawainan IB, perawatan kesehatan seperti pemotongan kuku dan lain-lain.

  1. Kandang pejantan

Kandang pejantan adalah kandang yang digunakan khusus untuk sapi jantan dewasa yang  digunakan sebagai pemacek.

Baca Juga : Keunggulan dan Kekurangan Sapi Bali

Sistem Perkandangan Ternak Sapi Potong | ilmuhewan | 4.5