Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Melimpah Klik DISINI

Sistem Pencernaan Pada Hewan Ruminansia

By On Friday, January 20th, 2017 Categories : Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan Pada Hewan RuminansiaIlmuhewan.com – Pernahkan anda mendengar istilah hewan ruminansia?

Hewan ruminansia merupakan kelompok hewan mamalia yang bisa memakan dua kali atau dua fase sehingga kelompok hewan tersebut dikenal juga sebagai hewan memamah biak.

Contoh hewan ruminansia adalah kerbau, kijang, kancil, kambing, rusa, domba, jerapah, kuda. Hewan ruminansia merupakan hewan yang memiliki system pencernaan yang komplek dibanding hewan lainnya.

Baca Juga : Penjelasan Sistem Pencernaan Pada Amphibi

Fase pertama dari system pencernaan hewan ruminansia adalah terjadi pada saat pertama kali hewan tersebut makan, makanan tersebut dikunyah sebentar dan masih kasar, belum terlalu halus. Makanan yang belum terlalu halus itu akan disimpan di rumen lanbung.

Pada saat lambung sudah penuh, hewan tersebut akan mengeluarkan kembali makanan yang belum halus itu untuk dikunyah kembali hingga halus. Setelah halus barulah hewan tersebut menelannya dan menyimpan di rumen lambung lagi.

Organ-organ dari hewan yang tergolong ruminansia terdiri dari rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus dan anus. Bagaimanakah proses pencernaan pada hewan ruminansia? Berikut ini adalah penjelasannya.

  1. Rongga mulut

Rongga mulut hewan ruminansia ada dua yaitu gigi dan lidah. Gigi seri hewan ruminansia memiliki bentuk yang sangat sesuai untuk menjepit makanan, gigi taring hewan ruminansia sama sekali tidak berkembang, dan gigi geraham hewan ruminansia memiliki bentuk datar dan lebar

  1. Kerongkongan

Di kerongkanan, makanan tidak mengalami proses pencernaan. Makanan hanya melewati kerongkongan saja, lalu digerus di lambung.

Kerongkan pada hewan ruminansia umumnya berukuran pendek hanya sekitar 5 cm namun lebar dan mampu membesar  untuk menyesuaikan ukuran makanan yang dimakan oleh hewan ruminansia.

  1. Lambung

Makanan yang dikonsumsi hewan ruminansia akan masuk ke lambung setelah melewati kerongkongan. Di dalam lambung terjadi proses pembusukan dan peragian.

Di lambung makanan yang masih kasar akan disimpan sementara untuk dikeluarkan kembali dan dikunyah hingga halus oleh hewan ruminansia. Ruangan lambung terdiri dari rumen, reticulum, omasum, obomasum.

Makanan akan masuk ke kerongkongan dan masuk ke rumen yang berfungsi untuk menyimpan makanan yang masih kasar sementara sebelum dikunyah kembali menjadi halus.

Di dalam rumen bakteri dan protozoa akan menghasilkan enzim oligosakharase, hydrolase, glikosidase, amylase, dan enzim selulase. Lalu, di perut jala, makanan akan diaduk-aduk dan bercampur dengan enzim-enzim yang telah disebutkan tadi, hingga menjadi sebuah gumpalan kasar.

Dalam proses tersebut dibantu oleh kontraksi otot dinding reticulum. Gumpalan ini akan dan akan dikunyah kembali oleh hewan ruminansia.

Setelah makanan dikunyah kembali, maka oleh hewan ruminansia akan ditelan kembali dan masuk ke omasum melewati rumen dan reticulum.

Kelenjar enzim akan membantu membuat makanan menjadi lebih halus. Kadar air yang ada pada gumpalan makanan tersebut akan berkurang.

Selanjutnya, didalam obomasum, gumpalan makanan tersebut dicerna dengan bantuan enzim da nasal klorida.

Asam klorida akan membantu pengaktifan enzim pepsinogen yang dikeluarkan oleh abomasum dan juga berperan untuk membunuh bakteri yang tidak baik yang ada pada makanan.

  1. Usus halus dan anus

Makanan yang sudah halus selanjutnya akan masuk ke usus halus hewan ruminansia. Di dalam usus halus, sari-sari makanan akan diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh dan sisa dari makanan tersebut yang sudah tidak ada sarinya akan menjadi ampas dan keluar melalui anus berupa kotoran.

Demikianlah informasi mengenai system pencernaan hewan ruminansia, semoga dapat menambah pengetahuan anda.

Baca Juga : Sistem Pencernaan makanan pada Hewan Menyusui

Loading...
Sistem Pencernaan Pada Hewan Ruminansia | ilmuhewan | 4.5