Sistem Pencernaan Mollusca

By On Sunday, January 22nd, 2017 Categories : Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan Mollusca  – Bicara tentang hewan Mollusca banyak orang yang merasa jijik atau geli.

Mollusca  atau hewan yang bertubuh lunak ini memang memiliki tekstur tubuh yang berlendir, lunak dan terdapat cangkang sebagai rumah.

Tidak heran jika banyak orang yang merasa geli jika melihat jenis hewan Mollusca. Hewan Mollusca  yang paling sering dijumpai di dekat rumah adalah siput, keong atau cumi-cumi.

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi sistem Pernapasan Pada Hewan Invertebrata

Bagaimana Sistem Pencernaan Mollusca?

Mengingat bentuk tubuhnya yang sepertinya terdiri dari kulit dan otot saja yang lembek, maka banyak orang yang penasaran bagaimana sebenarnya Sistem Pencernaan Mollusca?

Di tiap kelas mollusca sendiri terdapat beberapa perbedaan. Meskipun, umumnya semua sistem pencernaan mollusca sudah sempurna.

Perbedaan sistem pencernaan mollusca, dibagi dalam beberapa kategori. Misalnya, bagian radula, mulut, alat bantu makan seperti tentakel, posisi mulut dan anus.

Sistem Pencernaan Mollusca Kelas Amphineura

Pada kelas ini, Sistem Pencernaan Mollusca terdapat mulut yang masih kurang sempurna. Ditambah tidak ada nya alat bantu makan seperti tentakel. Selain itu, posisi antara mulut dan anus berlawanan arah.

Posisi ini sesuai dengan kebiasaan hidup kelas Amphineura misalnya Chiton. Untuk mencari makan, ia akan memasukkan kepala ke dalam tanah, kemudian merayap di dalam tanah.

Sistem Pencernaan Mollusca Ordo Aplacophora

Pada Aplacophora, terdapat radula yang posisi di belakang. Chiton mempunyai 17 pasang gigi yang terlapisi oleh mineral berupa zat besi.

Ada dua kelenjar air liur di dalam mulut. Pertama, berisi radula, sedangkan yang kedua, berisi sensor subradula untuk merasakan makanannya.

Sistem Pencernaan Mollusca kelas Gastropoda

Pada kelas Gastropoda, sistem pencernaan makanan sudah sempurna. Pencernaan makanan dimulai pertama dari mulut atau faring, lalu masuk esophagus atau tenggorokan.

Lalu masuk ke dalam tembolok, dan dicerna ke dalam lambung, melewati usus. Terakhir, sampai ke rectum dan saluran pembuangan atau anus.

Bahkan, pada kelas gastropoda terdapat kelenjar pencernaan yang terdiri dari air liur, serta hati dan pankreas.

Sistem Pencernaan Mollusca kelas Scapopoda

Sama seperti kelas gastropoda. Sistem Pencernaan Mollusca kelas scapopoda sudah cukup baik. Sistem untuk mencerna makanan memiliki alat bantu berupa tentakel yang berukuran kecil. Tentakel ini disebut dengan captchacula di bagian rongga mulut.

Sementara itu, pada bagian rongga mulut, terdapat jenis radula yang berfungsi untuk menghancurkan makanan. Makanan yang sudah halus, akan dikirim ke esophagus, lambung lalu masuk ke anus.

Sebenarnya, pada sistem pencernaan mollusca kelas scapopoda cukup unik dan berbeda dari kelas-kelas molusca lain.

Hal ini dikarenakan pada bentuk makanan yang terdiri berupa foraminier dan memiliki cangkang. Sehingga, mau tak mau, sistem radula yang ada pada bagian rongga mulut harus turut serta mencerna makanan.

Sistem radula berfungsi untuk menghancurkan dan menghaluskan makanan. Bahkan, untuk jenis makanan berasal dari cangkang yang keras.

Sistem radula akan mengeluarkan kelenjar khusus yang disebut dengan hepatopankreas. Sistem pembuangan atau anus scapopoda berada di bagian tengah.

Sistem Pencernaan Mollusca kelas Chepalopoda

Sistem Pencernaan Mollusca kelas Chepalopoda juga mempunyai keunikan tersendiri. Pada bagian alat bantu makan atau tentakelnya terdapat ukuran jerait atau tentakel panjang.

Fungsi tentakel ini untuk menarik dan mengikat makanan. Di bagian mulut terdapat gigi dari susunan zat kitin yang cukup tajam.

Sistem Pencernaan Mollusca kelas Pelecypoda

Kelas pelecypoda atau kelas bivalvia tidak memiliki sistem radula di bagian mulut. Oleh karena itu, kelas ini menggunakan sebuah sistem penyaring atau filter makanan dengan memanfaatkan insang.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Peranan Platyhelminthes

Loading...
Loading...
Sistem Pencernaan Mollusca | ilmuhewan | 4.5