Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Melimpah Klik DISINI

Sistem Pencernaan makanan pada Hewan Menyusui

By On Saturday, December 31st, 2016 Categories : Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan makanan pada Hewan Menyusui – Hewan menyusui disebut hewan mamalia karena salah satu ciri – ciri dari hewan mamalia mempunyai kelenjar susu.

Sistem pencernaan pada golongan mamalia termasuk sistem pencernaan tingkat tinggi jika dibandingkan dengan sistem pencernaan hewan golongan yang lain.

Biasanya sistem pencernaan antara hewan menyusui yang satu dengan sistem pencernaan hewan menyusui yang lainnya tidaklah jauh berbeda.

Baca Juga : Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Peranan Mamalia

Hanya saja perbedaanya terletak pada jenis makanan yang dimakan oleh hewan tersebut karena adanya perbedaan struktur gigi pada mamalia.

Untuk susunan gigi hewan pemakan tumbuhan seperti sapi, kambing, kuda dan kerbau akan berbeda dengan susunan gigi pada hewan pemakan daging seperti anjing, harimau, serigala, dan kucing.

Demikian juga halnya untuk jenis hewan menyusui yang tergolong jenis pengerat seperti tikus, kelinci dan tupai juga memiliki susunan gigi yang berbeda.

Jenis hewan seperti sapi, kerbau, dan kambing termasuk hewan menyusui yang tergolong hewan memamah biak. Hewan memamah biak ini memiliki empat perut, yaitu perut masam, perut kitab, perut jala, dan perut besar.

Saat sapi memakan rumput menggunakan gigi serinya, maka rumput tersebut tidak langsung dikunyah terlebih dahulu, akan tetapi rumput tersebut akan langsung ditelan dan masuk ke dalam perut besar.

Dalam perut besar banyak sekali terdapat bakteri yang mampu mengeluarkan enzim yang membantu mencernakan dinding – dinding sel rumput.

Kemudian dari dalam perut besar maka sedikit demi sedikit  makanan tersebut mulai masuk ke dalam perut jala dan di dalam perut jala ini lah makanan akan berubah bentuk menjadi gumpalan – gumpalan kecil.

Saat terjadinya proses pencernaan, makanan akan masuk dari mulut kemudian menuju ke kerongkongan. Makanan yang ada di kerongkongan masuk ke perut besar dan perut jala.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada bagian dalam perut besar dan perut jala, makanan nantinya akan dicampur sehingga terjadilah proses fermentasi selulosa karena adanya enzim selulose.

Enzim selulose ini dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoa tertentu yang ada di dalam lambung hewan tersebut.

Makanan yang tadinya belum dikunyah dengan sempurna atau masih dalam bentuk kasar akan dimuntahkan kembali ke dalam mulut untuk kemudian dikunyah kedua kalinya.

Setelah itu makanan masuk melalui perut besar, perut jalan dan selanjutnya masuk ke dalam perut kitab. Makanan akan dicerna secara mekanik di dalam perut kitab dan selanjutnya makanan tersebut akan masuk ke perut masam.

Nantinya di dalam perut masam dihasilkan asam dan juga enzim pencernaan berupa bentuk makanan seperti bubur yang biasa disebut dengan kim.

Kim ini selanjutnya akan masuk ke usus halus dan pada usus halus akan terjadi proses penyerapan zat – zat makanan dan selanjutnya sisa – sisa makanan menuju usus besar untuk kemudian dikeluarkan melalui anus sebagai feses.

Salah satu contoh hewan menyusui adalah sapi. Pada saat sapi istirahat, maka gumpalan -gumpalan makanan dari dalam perut jala ini nantinya akan dikeluarkan lagi ke rongga mulut untuk dikunyah.

Gumpalan – gumpalan makanan yang dikunyah tadi menjadi makanan yang sangat halus dan makanan tersebut akan masuk ke dalam perut kitab melalui kerongkongan.

Di dalam perut kitab, makanan akan mengalami proses penghalusan yang dikenal dengan gerak peristaltik dan kemudian disalurkan ke dalam perut masam yang menghasilkan enzim – enzim pencernaan yang berfungsi untuk mencerna makanan yang berlangsung secara kimiawi.

Perut masam merupakan lambung dan didalam usus halus maka sari makanan akan mengalami proses penyerapan selanjutnya sari – sari makanan akan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.

Baca Juga : Penjelasan Tentang Sistem Pencernaan Pada Hewan Mamalia dan Intervertebrata

Loading...
Sistem Pencernaan makanan pada Hewan Menyusui | ilmuhewan | 4.5