Sejarah Peternakan Di Indonesia

By On Wednesday, July 12th, 2017 Categories : Info Lainnya, Sejarah

Sejarah Peternakan Di Indonesia – Peternakan yang berada di Indonesia telah di kenal sejak dulu kala. Akan tetapi, berbagai macam pengetahuan tentang kapan dimulainya proses domestikasi serta pembudidayaan ternak dari hewan liar masihlah sangat langka.

Dengan adanya bangsa ternak asli di seluruh Indonesia seperti kerbau, sapi, domba, kambing, ayam, babi serta itik dapat memberikan petunjuk bahwa penduduk pertama di Indonesia telah mengenal jenis ternak sekurang-kurangnya melalui pemamnaatannya sebagai hasil perburuan mereka.

Dengan adanya kedatangan bangsa-bangsa cina, arab, india, eropa dan lain-lainnya maka ternak sapi dan kuda yang di bawa akan  bercampur darah dengan ternak yang asli.

Baca Juga : Pengertian dan Tujuan Culling Dalam Peternakan

Maka dari itu, terjadilah kawin silang yang telah menghasilkan ternak keturunan atau peranakan yang ada diberbagai daerah yang berada di Indonesia.

Selain itu, masih juga terdapat ternak asli yang ada dalam jumlah banyak. Maka dengan demikian, terjadilah tiga buah kelompok besar bangsa ternak yaitu kelompok pertama yang merupakan bangsa ternak yang masih tergolong asli,  yaitu merupakan ternak yang berdarah murni dan belum sama sekali bercampur darah dengan bangsa ternak yang berasal dari luar.

Kelompok kedua selanjutnya yaitu kelompok “peranakan”, yang artinya bangsa ternak yang telah bercampur darah dengan bangsa ternak yang berasal dari luar.

Kelompok ketiga yang merupakan bangsa ternak luar yang keberadaannya masih diperkembangbiakkan di Indonesia, baik murni dari satu bangsa ataupun yang sudah bercampur darah antara sesama bangsa ternak “luar” tersebut.

Bangsa ternak tersebut telah dikenal dalam dunia peternakan sebagai ternak “ras” atau sebagai ternak “negeri”.

Tahapan waktu dalam mempelajari bagaimana sejarah usaha peternakan yang ada di Indonesia dapat kalian disesuaikan dengan perjalanan sejarah agar dapat melihat perkembangan usaha peternakan.

Pada kurun waktu tersebut, dapat dipelajari juga sudah sejauh mana pemerintahan di kala itu dalam memperhatikan perkembangan bidang peternakan atau segi pemanfaatan ternak oleh penduduk pada jaman itu.

Adapun sejarah usaha peternakan di sajikan dalam dua tahap, diantara :

  1. Usaha peternakan di zaman kerajaan-kerajaan Tua di Nusantara.
  2. Usaha peternakan di zaman penjajahan, yaitu di zaman Belanda.

SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN PEMULIAAN TERNAK

Sejarah singkat daripada perkembangan pemuliaan ternak ada bahwa pemuliaan ternak dikembangkan pada tahun 1760 serta telah dijalankan oleh Robert Bakewell yang berada di Inggris.

Pengembangan tentang hal tersebut telah dimulai dengan ternak kuda, sapi dan domba.

Keberhasilan hal tersebut dapat terletak pada tiga hal, yaitu yang pertama, beliau telah menetapkan sasaran yang beliau inginkan.

Misalnya, dalam mendapatkan sapi potong yang berbentuk pendek dan cepat dewasa yang waktu itu belum ada.

Kedua, beliau ternyata tidak menjual ternak jantan tetapi beliau meminjamkannya kepada peternak lain kemudian peminjam tersebut mengembalikannya apabila pejantan tersebut mampu mewariskan mutu genetik yang baik.

Ketiga, beliau mampu membiakkan ternak yang baik dengan yang baik tanpa mementingkan hubungan kekerabatan yang ada.

Akibatnya, sering dilaksanakan perkawinan silang dalam yaitu perkawinan antar saudara. Silang dalam tersebut  dapat mengarah dihasilkannya trah yang relatif murni meskipun tanpa diikuti pencatatan.

Metode daripada Robert Backewell tersebut ternyata ditiru secara luas dan mulai ditetapkan syarat-syarat trah. Trah yang relatif murni tersebut telah dibawa ke Amerika dan kemudian dibiakkan murni serta disilangkan dengan rumpun lokal.

Asosiasi daripada trah mulai dibentuk pada periode 1870 – 1900, mempunyai andil yang cukup besar dalam pengembangan pemuliaan ternak atau perbaikan genetik pada ternak.

Periode tersebut ditandai dengan pengembangan buku registrasi agar dapat menjamin kemurnian trah diikuti dengan semangat kompetitif oleh berbagai asosiasi daripada trah.

Setelah itu, terjadilan penyisihan ternak yang berdasarkan kemurnian trah yang sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh asosiasi meskipun belum berdasarkan kepada keunggulan genetik.

Akan tetapi, tetap diakui bahwa sumbangan asosiasi tersebut sangat besar terhadap adanya perkembangan peternakan yang ada di Amerika.

Baca Juga : Peranan Bioteknologi Di Dalam Peternakan Dan Pertanian

Loading...
Loading...
Sejarah Peternakan Di Indonesia | ilmuhewan | 4.5