Sejarah dan Hak Zakat

By On Tuesday, July 30th, 2019 Categories : PAI

Sejarah Zakat

Semua syariat islam diturunkan oleh ALLAH pasti diikuti dengan sejarah zakat yang disebut dengan asbabun nuzul, tanpa terkecuali syariat zakat. Pada masa awal kenabian sampai Rosulullah hijrah dari Makah menuju Madinah syariat zakat masih belum diberlakukan karena pada masa itu umat masih sibuk dengan antusiasme untuk meningkatkan ekonomi mereka sendiri dengan cara berdagang. Kondisi ini berlanjut ketika nabi menetap di Madinah.

Orang orang mekah atau muhajirin memang selalu dibantu oleh kaum anshor tetapi mereka selalu menolak dan lebih memilih bekerja keras seperti berdagang dan menggarap tanah milik kaum anshor. Selain itu, di masa hijrah para umat memang tidak memiliki perekonomian yang baik apalagi kaum muhajirin yang sebagian besar hartanya mereka tinggalkan di Makah.

Namun tidak dipungkiri di masa itu juga banyak orang yang hidup di bawah sejahtera, yang mana orang orang ini disebut oleh nabi dengan ahlus shuffah dan orang orang ini oleh nabi tempatkan di samping masjid beliau dan kebutuhan mereka sehari hari diambilkan dari sebagian pendapatkan kaum anshor dan muhajirin.

Barulah ketika perekonomian umat sudah mapan, syariat zakat pun dilaksanakan oleh nabi sesuai perintah ALLAH yang termaktub pada Al-Quran surat al-Baqaroh ayat 110.

Pada zaman khilafah, zakat dikumpulkan oleh pegawai negara dan didistribusikan kepada kelompok tertentu dari masyarakat. Kelompok itu adalah orang miskin, budak yang ingin membeli kebebasan mereka, orang yang terlilit hutang dan tidak mampu membayar. Syari’ah mengatur dengan lebih detail mengenai zakat dan bagaimana zakat itu harus dibayarkan.

Menurut sebuah hadits ilmu dari percakapan Anas bin Malik dengan Dhamman bin Tsa’labah ditetapkan sebelum tahun ke-9 Hijriah/631 Masehi. Dikatakan ia wajib setelah hijrah Rasulullah ke Madinah.

Dalil yang menjelaskan ini ialah hadits tentang zakat fitrah, riqayat Imam Ahmad dan Hakim, yang menyebut adanya zakat fitrah sebelum zakat mal, yang konsekuensinya ia ditetapkan setelah adanya perintah puasa. Zakat menjadi wajib hukumnya sejak tahun 662 M.

Nabi Muhammad SAW melembagakan perintah zakat ini dengan menetapkan zakat bertingkat bagi mereka yang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin, dan sampai sekarang zakat diterapkan seluruh negara Islam di dunia.

Zakat terbagi atas dua jenis, yakni:

  1. Zakat fitrah

Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.

  1. Zakat maal (harta)

Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.

HAK ZAKAT           

Ada delapan pihak yang berhak menerima zakat, antara lain:

  1. Fakir

Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.

  1. Miskin

Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.

  1. Amil

Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat (panitia atau petugas zakat).

  1. Mu’allaf

Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.

  1. Hamba sahaya

Budak yang ingin memerdekakan dirinya.

  1. Gharimin

 Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya.

  1. Fisabilillah

Mereka yang berjuang di jalan Allah misal: dakwah, perang dan sebagainya.

  1. Ibnus Sabil

Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.

Loading...
Loading...
Sejarah dan Hak Zakat | ilmuhewan | 4.5