Sejarah dan Asal Usul Perkembangan Itik di Indonesia

By On Saturday, November 5th, 2016 Categories : Info Lainnya

Sejarah dan Asal Usul Perkembangan Itik di Indonesia – Itik adalah salah satu unggas yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia, karena memiliki prospek yang menjanjikan dan menguntungkan.

Selain itu, itik juga digunakan sebagai bahan makanan karena memiliki protein tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Semenjak harga daging sapi dan ayam semakin melonjak, banyak konsumen yang beralih kedaging itik. Maka tidak heran, jika itik memiliki prospek yang baik untuk kedepannya.

sejarah-itik

Baca Juga : 5 Penyakit Hewan yang Disebabkan Virus

Hampir semua kota-kota yang ada di Indonesia, saat ini terdapat beberapa rumah makan yang menyediakan menu khusus itik saja.

Seperti itik panggang, itik bakar, itik goring, sate itik, dan masih banyak lagi. Dengan semakin maraknya rumah makan yang menyediakan makanan olahan dari itik, akan sangat menjanjikan jika itik dijadikan sebagai investasi untuk masa depan.

Umumnya, itik yang digunakan sebagai itik pedaging di Indonesia adalah jenis itik manila yang lebih popular dengan sebutan entog.

Itik jenis ini hanya memerlukan waktu sekitar 10 minggu saja untuk mencapai berat badan 3 kg, sehingga sangat cocok digunakan sebagai itik pedaging.

Karena semakin meningkatnya permintaan itik pedaging, maka beberapa tahun terakhir mulai dikembangkan pertenakan itik pedaging dari berbagai jenis seperi itik serati dan itik peking serta itik lainnya.

Dari hasil survey, konsumsi masyarakat Indonesia terhadap daging itik masih sangat minim. Akan tetapi, hingga saat ini kebutuhan akan permintaan daging itik terus meningkat tajam. Bagi masyarakat Indonesia, lebih mengenal bebek dari pada itik.

Akan tetapi, bebek sebenarnya adalah itik liar (berasal dari benua Amerika) yang ditangkap dan dijinakan oleh manusia sehingga terciptalah berbagai macam jenis itik yang ada saat ini.

Bila dibandingkan dengan jenis unggas lainnya, maka itik jauh lebih unggul karena mampu hidup di wilayah beriklim tropis dan subtropis.

Sehingga, tidak mengherankan jika itik liar mampu bermigrasi ke Afrika bagian utara dan sebagian besar benua Asia seperti Indonesia, Malaysia, dan Negara-negara Asia lainnya.

Di Indonesia, itik pertama kali dibawa dan diperkenalkan oleh orang-orang India pada abad ke VII terutama di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.

Orang-orang India tersebut merupakan ahli-ahli yang di utus oleh Raja Syailendra untuk membangun candi-candi Hindu dan Budha di Nusantara.

Menurut sejarawan, itik-itik yang dibawa ke Indonesia berhubungan dengan ritual keagamaan. Sehingga, itik-itik tersebut juga tersebar ke seluruh wialayah Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai upacara keagamaan di Bali yang menggunakan itik sebagai salah satu bahan pelengkap sesajian.

Dalam buku sejarah, perkembangan dan penyebaran itik sangat pesat ketika masa kerajaan Majapahit yang kemudian menjadi awal mula penyebaran itik ke seluruh nusantara seperti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, hingga Bali.

Selain bangsa India, ternyata Kolonial Belanda ketika menjajah Indonesia juga bereperan penting dalam penyebaran dan perkembangan itik di nusantara melalui kuli-kuli atau budak-budak yang mereka pindahkan dari Jawa ke pulau-pulau lain yang ada di Indonesia.

Baca Juga ; Tips Cara Membedakan Telur Burung Jantan dan Betina

Loading...
Sejarah dan Asal Usul Perkembangan Itik di Indonesia | ilmuhewan | 4.5