Sejarah dan Asal Usul Kambing Boerawa

By On Tuesday, February 28th, 2017 Categories : Asal dan Sejarah

Sejarah dan Asal Usul Kambing Boerawa – Mungkin sudah banyak yang tahu, jika Kambing Boerawa merupakan hasil persilangan dari kambing Boer jantan dan kambing Peranakan Etawa betina.

Akan tetapi, tidak banyak yang mengetahui mengapa kedua jenis kambing tersebut dipersilangkan atau dikawin silang.

Sejarah Kambing Boerawa bermula dari upaya masyarakat di daerah Lampung selatan, tepatnya pada kelompok tani ternak Gedong Tataan.

Kelompok tani ternak ini berusaha keras untuk meningkatkan harga kambing kambing peranakan etawa yang dari hari ke hari makin menurun.

Baca Juga : Fungsi Dan Peranan Protein Pada Ternak Kambing

Akhirnya, selama 3 tahun berusaha keras dan melalui berbagai percobaan, dikawin silang kedua jenis kambing Boer jantan dan kambing peranakan etawa betina.

Asal Usul Kambing Boerawa

Di Lampung, masyarakat yang ternak kambing peranakan etawa menjual kambingnya sebagai kambing bibit kepada peternak yang berasal dari luar daerah. Misalnya, Jambi, Sumatera Barat, Aceh dan Bengkulu.

Karena berbagai faktor, tingkat penjualan kambing peranakan etawa sebagai bibit semakin menurun dan mengkhawatirkan para peternak yang mulai kehilangan penghasilan.

Alternatif yang ditempuh waktu itu adalah menjual kambing peranakan etawa sebagai kambing potong atau kambing pedaging yang dimanfaatkan para konsumen untuk diambil dagingnya.

Sayang sekali, kambing peranakan etawa yang memiliki postur kurus dan tinggi, tidak memiliki daging yang banyak. Padahal, untuk jenis kambing potong, tentu yang dinilai dari segi harga adalah bobot tubuhnya.

Belakangan diketahui bahwa, tingkat penurunan daya beli konsumen terhadap kambing peranakan etawa sebagai bibit adalah:

  • Persediaan bibit kambing peranakan etawa di suatu daerah sudah mencukupi sehingga tidak perlu mendatangkan dari lampung atau daerah lain. Bahkan, beberapa peternak sudah bisa membudidayakan sendiri.
  • Dari segi kualitas, kambing peranakan etawa dari Gedong Tataan tidak mampu bersaing dari daerah lain. Maka konsumen beralih untuk mendatangkan kambing dari daerah tersebut.

Persilangan kambing boer jantan dan kambing peranakan etawa betina

Agar menghasilkan kambing peranakan etawa yang memiliki daging banyak, berpostur tubuh besar dan tinggi, para peternak di Gedong Tataan Lampung melakukan banyak usaha. Termasuk studi literature, studi banding, eksperimen dan sebagainya.

Usaha ini turut didukung oleh Dinas Peternakan Propinsi Lampung yang mencoba eksperimen dengan mengkawinkan silang antara kambing boer jantan dan kambing peranakan etawa betina.

Pemikiran ini tidak lepas dari fisik kambing boer yang tubuhnya besar dan tinggi serta dari kedua jenis kambing tersebut memiliki kemampuan adaptasi lingkungan yang sangat baik meskipun diternakkan di tempat yang berbeda beda.

Kabupaten Tanggamus Sebagai Daerah Kambing Boerawa

Dengan usaha dan kerja keras, akhirnya sukses menghasilkan kambing boerawa yang bertubuh besar dan dagingnya cukup banyak untuk dijual sebagai kambing potong.

Dari tahun ke tahun, ternak kambing boerawa juga makin berkembang di daerah lampung selatan. Malah kabupaten Tanggamus menobatkan diri sebagai daerah markas kambing boerawa.

Untuk membedakan kambing boerawa dengan jenis jenis kambing lainnya, bisa dilihat dari karakteristik fisik sebagai berikut:

  • Pada bagian leher sampai kepala terdapat warna hitam. Sedangkan bagian lain berwarna putih.
  • Terdapat tanduk. Pada kambing boerawa pejantan, tanduk melingkar ke arah bawah. Ujung tanduk mengarah ke depan.
  • Bentuk telinga panjang dan menjuntai ke bawah
  • Kaki kuat dan panjang
  • Bobot tubuh kambing boerawa jantan bisa mencapai 80 kg, sedangkan bobot tubuh kambing boerawa betina mencapai 60 kg.

Baca Juga : Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Cacingan Pada Kambing dan Domba

Loading...
Loading...
Sejarah dan Asal Usul Kambing Boerawa | ilmuhewan | 4.5