BISNIS ONLINE GRATIS HASIL MELIMPAH KLIK DISINI

Sejarah dan Asal Usul Ayam Cemani

By On Wednesday, July 5th, 2017 Categories : Asal dan Sejarah

Sejarah dan Asal Usul Ayam Cemani – Sejarah dari salah satu ekor ayam asli Indonesia ini masihlah simpang siur. Menurut cerita, ayam ini sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit namun ada juga yang menyebutkan bahwa ayam ini mulai ada sejak tahun 1920 an.

Menurut legenda, ayam cemani ini berasal dari desa Kedu , kecamatan Kedu , Kabupaten Temanggung – Jawa Tengah yang hidup sejak zaman kerajaan Majapahit.

Ayam ini pertama kali dimiliki oleh seorang petapa sakti yang bernama Ki Ageng Mangkuhan yang suka memelihara ayam berwarna hitam, hanya saja saat itu ayam cemani tersebut paruhnya berwarna putih.

Baca Juga : Mitos Tentang Ayam cemani

Satu hari ketika Ki Ageng ini sedang bertapa di sebuah kuburan keramat, beliau memperoleh wangsit untuk mengobati penyakit yang diderita oleh putra semata wayang Panembahan Hargo Pikukuh bernama Lintang Katon, akhirnya penyakit tersebut sembuh dan akhirnya ayam cemani dijadikan sebagai lambang kesembuhan.

Ayam cemani tersebut di kawinkan dengan ayam yang berwarna hitam legam pula setelah dapat mengobati penyakit, alhasil ayam yang dihasilkan penuh dengan warna hitam legam, bahkan paruh yang tadinya putih berubah jadi hitam.

Karena kejadian itu, maka ayam yang dihasilkan tersebut di beri nama ayam cemani yang berasal dari bahasa Sansekerta dengan arti ayam hitam legam.

Bisa dikatakan ayam cemani ini memiliki warna hitam dengan presentasi 100 % seluruhnya hitam, mulai dari bulu, kulit, daging, mata hingga darah dan juga tulang.

Dikarenakan kejadian tersebut, banyak yang mengakui bahwa ayam cemani tersebut memiliki kekuatan magis bahkan mampu mengusir makhluk halus dan sering digunakan dalam berbagai ritual maupun upacara.

Namun, saat ini sudah jarang di temui menggunakan ayam cemani untuk acara tersebut, namun kepercayaan mitos masih ada di dalam masyarakat. Ada yang mempercayai bahwa semakin hitam ayam cemani maka semakin beruntung pemiliknya.

Ada juga cerita yang menduga bahwa ayam cemani yang berasal dari Kedu tersebut memiliki nama lain ayam kedu telah naik daun untuk pertama kalinya ketika tampil dalam pagelaran pekan raya Semarang tahun 1926. Pemiliknya bernama Tjokromihardjo seorang lurah di desa Kalikuto, Grabak, Magelang.

Sebelumnya ayam ini juga pernah terdata di pekan raya di Surabaya tahun 1924, namun kala itu dikenal sebagai ayam hitam saja. Tapi panitia lomba menyebutnya ayam kalikuto karena asal si ayam cemani tersebut, namun si pemilik menolak nama itu.

Sehingga sang pemilik mengajukan ayam cemani ini bernama ayam Kedu mengingat ayam ini berasal dari keresidenan Kedu. Usul pemilik di terima dan akhirnya ayam cemani di sebut dengan ayam Kedu.

Zaman dahulu ayam cemani ini sangat populer di kalangan raja – raja sehingga menjadikan ayam cemani ini memiliki harga yang nilai jualnya mahal.

Namun sekarang ini sangat sulit menemukan ayam cemani asli, kondisi ini cukup memprihatinkan, padahal seharusnya hewan asli Indonesia ini harus dilindungi namun kenyataannya tergerus juga oleh zaman.

Walaupun sekarang populasi ayam cemani sedikit, tapi kenyataannya masih ada saja yang mencarinya guna kebutuhan – kebutuhan tertentu seperti sebagai salah satu syarat mencari ilmu gaib, sebagai tumbal atau sebagai pembawa hoki.

Bahkan mereka rela saja merogoh kocek dalam – dalam guna memperoleh seekor ayam cemani seharga puluhan hingga ratusan juta rupiah. Harga seekor ayam cemani mahal dikarenakan langkanya ayam cemani di masyarakat.

Baca Juga : Cara Ternak Ayam Cemani Untuk Pemula

Loading...
Sejarah dan Asal Usul Ayam Cemani | ilmuhewan | 4.5