Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Melimpah Klik DISINI

Persiapan yang Harus Diperhatikan pada Kolam Tanah Sebelum Tebar Benih

By On Sunday, November 26th, 2017 Categories : Perikanan

Persiapan yang Harus Diperhatikan pada Kolam Tanah Sebelum Tebar Benih – Budidaya ikan telah menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang berkembang di masyarakat.

Permintaan pasar yang terus-menerus meningkat menjadikan kegiatan budidaya ikan sebagai pilihan usaha bagi masyarakat.

Budidaya ikan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat di wilayah pesisir saja, masyarakat wilayah perkotaan dan pedesaan pun juga dapat melakukan kegiatan budidaya tersebut.

Hal utama yang harus diperhatikan apabila Anda ingin memulai usaha sebagai pembudidaya ikan ialah kolam. Kolam ini nantinya akan menjadi tempat tinggal bagi ikan-ikan yang Anda budidaya nantinya.

Terdapat beberapa jenis kolam budidaya yang biasanya digunakan, yakni kolam tanah, kolam plastik dan kolam beton.

Baca Juga : Mengenal ikan mujair, dan tips budidaya di kolam terpal

Untuk kolam ikan, biasanya mudah ditemui di daerah pedesaan dimana tersedia lahan yang luas bagi para pembudidaya serta persiapannya yang tidak semahal dan rumit seperti kolam-kolam lainnya.

Artikel di bawah ini akan menjelaskan apa saja yang harus Anda persiapkan dan lakukan dalam pembuatan kolam budidaya menggunakan kolam tanah.

JENIS-JENIS KOLAM TANAH

Sejatinya, kolam tanah memiliki beberapa jenis yang dapat menjadi pilihan bagi para pembubidaya, antara lain:

  • Kolam Tanah dengan Tanggul Tanah

Kolam tanggul dengan tanggul tanah ini biasa digunakan oleh petani ikan tradisional. Kolam dengan jenis ini tergolong mudah dalam pengerjaan dan juga murah dalam proses pembuatannya, di sisi lain, pemeliharaan kolam tanah dengan tanggul tanah ini memerlukan tingkat ketelatenan yang tinggi karena kola mini mudah kotor dan rusak.

Tanggul tanah yang telah dibuat juga dapat menjadi sasaran empuk para binatang yang senang menggali, contohnya: kepiting.

  • Kolam Tanah dengan Tanggul Tembok

Kolam tanah dengan tanggul tembok sering juga disebut sebagai kolam semi intensif. Kolam jenis ini lebih awet dan tahan lama apabila dibandingkan dengan jenis kolam tanah dengan tanggul tanah.

Dengan tanggul tembok, lapisan ini tidak akan mudah dirusak oleh binatang. Kolam tanah dengan tanggul tembok ini biasanya digunakan untuk budidaya belut dan juga ikan lele.

  • Kolam Tanah Tambak Air Payau

Kolam tanah dengan jenis ini biasanya digunakan oleh pembudidaya ikan yang letaknya dekat dengan laut. Tambak sendiri ialah kolam air yang tenang berukuran relatif besar; tidak kurang dari 1000 m2 per satu kolamnya.

Sumber pengairan tambak ini dapat berasal dari air laut maupun muara sungai sehingga menyebabkan air kolam tambak terasa payau.

TAHAP PERSIAPAN KOLAM TANAH

  1. Pengeringan Kolam

Pengeringan kolam merupakan tahapan pertama dalam menyiapkan kolam tanah untuk budidaya ikan. Tahap pengeringan kolam harus dilaksanakan setiap kali kegiatan budidaya ikan hendak dimulai. Caranya adalah dengan mengosongkan isi kolam lalu menjemur dasar kolam.

Penjemuran dasar kolam sendiri memerlukan 3 – 7 hari, bergantung pada jenis tanah dan juga cuaca.

Apabila tanah pada dasar kolam telah terlihat retak-retak, itu artinya proses penjemuran telah selesai. Proses penjemuran yang terlampau lama dapat mengakibatkan tanah membatu atau terlalu keras.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengecek apaka penjemuran telah selesai ialah dengan menginjakkan kaki pada dasar kolam. Apabila telapak kaki Anda meninggalkan jejak sedalam kurang lebih 1 cm, maka penjemuran telah usai.

Proses penjemuran ini dimaksudkan untuk memutus siklus hidup dari hama dan juga bakteri penyakit yang mungkin muncul pada periode budidaya sebelumnya.

Cahaya matahari membantu membunuh mikroorganisme patogen yang terdapat pada kolam tanah. Di sisi lain, kegunaan penjemuran ialah menghilangkan gas-gas beracun yang terdapat pada dasar kolam.

  • Pembajakan Tanah

Dasar kolam yang telah mongering sempurna kemudian diolah dengan cara dibajak atau dicangkul. Kedalaman tanah pembajakan ±10 cm.

Hal ini ditujukan untuk membalik tanah dasar kolam agar tanah menjadi gembur. Selain itu, lumpur hitam yang tersisa di dasar kolam akan ikut terangkat selama proses pembajakan berlangsung.

Lumpur hitam ini terbentuk dari sisa pakan ikan yang tidak habis dimakan dan kemudian mengendap di dasar kolam.

Lumpur ini mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan cenderung busuk serta mengandung gas-gas beracun, seperti amoniak (NH3), hidrogen sulfide (H2S) dan juga nitrit (NO2).

Bersamaan dengan proses pembajakan, Anda dapat melakukan pengecekan pada pematang atau tanggul kolam. Apabila ditemukan kebocoran atau rusak pada tanggul segeralah ditambal agar tidak menimbulkan kebocoran.

Selain itu, bersihkan dasar kolam dari sampah anorganik dan kerikil yang ada.

  • Pengapuran Kolam Tanah

Pemberian kapur pada tanah dasar kolam dimaksudkan untuk menetralkan pH tanah setelah digunakan sebagai tempat budidaya ikan. Tingkat keasaman tanah pada kolam tanah biasanya akan meningkat.

Kapur yang digunakan dalam proses pengapuran yakni dolomit atau kapur pertanian. Tingkat pH yang ideal untuk perkembangan ikan budidaya yakni berkisar antara pH 7 – 8.

Jumlah kapur yang ideal untuk menetralkan pH ialah berkisar pada 2 ton/ha, namun jumlah kapur hendaknya disesuaikan dengan jenis dan tingkat pH pada tanah. Berikut ialah takaran yang pas untuk pengapuran pada tanah liat berlumpur, yaitu:

  1. pH <4,0 memerlukan kapur 4 ton/ha
  2. pH 4,0 – 4,4 memerlukan kapur 3 ton/ha
  3. pH 4,5 – 5,0 memerlukan kapur 2,5 ton/ha
  4. pH 5,1 – 5,5 memerlukan kapur 2 ton/ha
  5. pH 5,6 – 6,5 memerlukan kapur 1 ton/ha

Dosis pada takaran diatas perlu ditambah apabila jenis tanah lebih dominan ke tanah liat, sedangkan semakin tanah berpasir maka dosis pengapuran dapat dikurangi.

  • Pemupukan Kolam Tanah

Setelah pengapuran selesai, maka langkah selanjutnya yaitu pemupukan. Pemakaian pupuk organik sangat disarankan untuk pupuk dasar, namun apabila dirasa masih kurang, Anda dapat menambahkan pupuk kimia ataupun jenis penyubur tanah yang lain.

Pupuk organik berfungsi untuk mengembalikan tingkat kesuburan pada tanah. Pemakaian pupuk organik ini akan merangsang aktivitas kehidupan di dalam tanah.

Tanah yang kaya akan zat hara sangat baik bagi berkembangnya berbagai organisme baik yang bermanfaat sebagai pakan alami untuk ikan.

Jenis pupuk organik yang dapat digunakan untuk proses pemupukan yakni pupuk kandang atau pupuk kompos. Untuk dosisnya, gunakan 1 – 2 ton pupuk organik untuk per hektar tanah.

Pupuk ini ditebar secara merata pada permukaan dasar kolam tanah. Apabila masih kurang, Anda dapat menambahkan pupuk kimia. Jenis pupuk kimia yang biasanya digunakan untuk dasar kolam adalah TSP dan juga urea.

Setelah diberi pupuk, biarkan kolam dalam 1 – 2 minggu dan kemudian kolam siap diisi air.

  • Penggenangan Kolam

Penggenangan kolam adalah tahap terakhir dalam persiapan kolam. Penggenangan dilakukan secara bertahap. Pertama, genangi dasar kolam dengan air hingga mencapai 10 – 15 cm.

Kedalaman air tersebut masih memungkinkan bagi cahaya matahari untuk menembus dasar kolam sehingga berbagai macam hewan dan tumbuhan dapat berkembang biak. Biarkan kondisi tersebut dalam kurun waktu 2 – 3 hari hingga warna air berubah kehijauan.

Hal tersebut menandakan bahwa ganggang yang berguna sebagai makanan biota air dan ikan telah tumbuh. Kemudian, ketinggian air dapat ditambah hingga 60 – 75 cm dan kolam pun siap untuk ditaburi benih ikan.

Baca Juga : Cara ternak dan budidaya ikan nila di kolam beton

Loading...
Persiapan yang Harus Diperhatikan pada Kolam Tanah Sebelum Tebar Benih | ilmuhewan | 4.5