Perkembangbiakkan Hewan Vertebrata

By On Tuesday, August 9th, 2016 Categories : Info Lainnya

Perkembangbiakan Hewan Vertebrata – Pada pertemuan kali ini kita akan belajar tentang perkembangan hewan vertebrata yang meliputi perkembangan pada ikan, amfibi, reptilian, burung dan mamalia.

Tanpa berlama-lama lagi, mari kita langsung saja membahas perkembangan hewan vertebrata satu per satu.

Perkembangbiakkan Hewan Vertebrata

bebek pedaging

  • Perkembangbiakan Ikan

Pada ikan dengan kelamin jantan terdapat testis, sedangkan pada ikan betina terdapat sepasang ovarium. Telur yang dihasilkan oleh ikan betina dikeluarkan melalui oviduk, kemudian bermuara menuju lubang kemaluan dan dilanjutkan menuju lubang urin atau urogenital.

Umumnya, ikan betina mampu menghasilkan 4 hingga 6 juta ovum dan ikan jantan akan mengeluarkan sel sperma di dalam air agar terjadi fertilisasi eksternal.

Hasil dari fertilisasi eksternal tersebut, kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi anak ikan atau individu baru di dalam air.

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi sistem Pernapasan Pada Hewan Invertebrata

Anak ikan atau individu baru tersebut akan diserahkan kepada alam, sehingga dari sekitar 6 juta telur ikan yang dihasilkan maka hanya kurang dari 1 juta anak ikan yang mampu lolos untuk menetas dan hanya beberapa puluh hingga ratus saja yang dapat tumbuh hingga menjadi ikan dewasa.

  • Perkembangbiakan Amfibi

Seperti perkembangbiakan pada ikan, katak juga melakukan perkembangbiakan secara fertilisasi eksternal. Ribuan telur diproduksi oleh katak betina, kemudian dilepaskan ke dalam air ketika terjadi proses seksual atau perkawinan.

Sedangkan saat terjadi proses perkawinan, diwaktu yang bersamaan katak jantan juga melepaskan sel sperma ke dalam air.

Sel telur dan sel sperma yang dilepaskan di dalam air akan bertemu dan melakukan pembuahan eksternal, selanjutnya akan menghasilkan zigot. Kemudian zigot tersebut berkembang menjadi berudu dan terus tumbuh menjadi katak dewasa.

  • Perkembangbiakan Reptilia

Berbeda dengan ikan dan katak yang melakukan fertilisasi secara eksternal, hewan yang termasuk dalam reptilian melangsungkan fertilisasi secara internal.

Karena sperma dari hewan jantan dimasukan ke dalam liang reproduksi hewan betina, sehingga terjadinya fertilisasi di dalam tubuh hewan betina.

Alat untuk memasukan sel sperma pada hewan disebut dengan penis, sedangkan pada hewan kadal dinamakan dengan hemipenis.

Perbedaan tersebut dikarenakan hemipenis yang dimiliki kadal belum sempurna, karena hanya berupa kantong saja dan berjumlah sebanyak 2 buah.

Setelah terjadinya pembuahan, terbentuklah zigot yang dilengkapi dengan putih telur di sekelilingnya dan dilindungi oleh cangkang kapur.

Beberapa reptilian yang bertelur dengan mengeluarkan telur (ovipar) dan ada juga yang bertelur namun telur tersebut tetap bertahan di oviduk hingga menetas atau usianya sudah mencukupi. Dengan begitu, seolah-olah hewan tersebut melahirkan anak dan disebut dengan ovovivipar.

  • Perkembangbiakkan Burung

Pada burung jantan, testis yang dimilikinya berbentuk seperti kacang dan memiliki warna putih. Sel sperma yang dihasilkan oleh testis, dialirkan menuju ke saluran sperma dan dikeluarkan melalui kloaka ketika terjadi perkawinan.

Sedangkan pada burung betina, memiliki ovarium atau indung telur dan oviduk atau saluran telur. Akan tetapi, yang berkembang sebelah kiri saja dan yang sebelah kanan mengalami penyusutan.

Bentuk ovum pada burung betina seperti kelereng dan berwarna kuning yang dikarenakan adanya banyak kandungan kuning telur.

Setelah masak, ovum akan masuk menuju ke oviduk. Ketika melalui saluran telur, ovum akan menadapatkan tambahan putih telur dari kelenjar kusus. Selanjutnya telur dibungkus oleh membrane kulit atau kulit kapur sebagai cangkang luarnya dan bila sudah jadi akan dikeluarkan melalui kloaka.

  • Perkembangbiakan Mamalia

Alat reproduksi mamalia jantan terdiri atas testis, vas deferens, dan penis. Sedangkan alat reproduksi mamalia betina terdiri dari oviduk , ovarium, uterus, vulva, dan vagina.

Ketika mammalian melakukan perkawinan, mamalia jantan akan memasukan penis ke dalam liang reproduksi mamalia betina dan mengeluarkan sel sperma di dalamnya. Ketika sel sperma dan ovum bertemu, maka terbentuklah zigot.

Kemudian berkembang menjadi embrio di dalam uterus, embrio tersebut menyerap makanan dari induknya melalui plasenta hingga embrio tersebut tumbuh menjadi janin dan menjadi individu baru.

Baca Juga : Ciri-Ciri Hewan Vertebrata (Bertulang Belakang)

Perkembangbiakkan Hewan Vertebrata | ilmuhewan | 4.5