Perbedaan Ransum dan Konsentrat dalam Bidang Peternakan  

By On Saturday, February 4th, 2017 Categories : Pakan Hewan

Perbedaan Ransum dan Konsentrat dalam Bidang Peternakan – Didalam dunia peternakan banyak sekali istilah-istilah yang asing di telinga masyarakat awam diantaranya ransum dan konsentrat.

Ransum adalah pakan yang sudah jadi dan siap diberikan kepada hewan ternak yang terdiri dari berbagai jenis pakan yang telah diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan kebutuhan industri dan energy yang diperlukan oleh hewan ternak.

Ransum haruslah memenuhi gizi-gizi yang sesuai dengan kebutuhan hewan ternak selama hidupnya agar hewan ternak sehat dan tidak gampang terkena penyakit.

Baca Juga : Cara budidaya artemia untuk pakan ikan

Selain itu, ransum juga harus memiliki kandungan protein yang tinggi.

Biasanya, peternak akan meracik ransum dengan komposisi yang hanya mengira-mengira saja dan hal ini sebenarnya kurang efisien karena kemungkinan nutrisi dari ransum tersebut tidak tepat bisa kekurangan nutrisi bisa juga kelebihan nutrisi.

Membuat ransum yang baik untuk hewan ternak adalah dengan menyesuaikan kebutuhan dari hewan ternak itu sendiri.

Formulasi ransum yang tepat sebenarnya mudah untuk dibuat tapi yang rumit adalah menentukan formulasi pakan yang ideal dengan harga yang terjangkau. Selain itu, ransum yang baik juga harus tidak membahayakan bagi hewan ternak.

Ransum itu harus disesuaikan juga dengan bobot dari hewan ternak, jika bobot hewan ternak tersebut bertambah, maka komposisi ransumya juga harus bertambah.

Konsentrat atau pakan penguat adalah campuran dari beberapa bahan pakan untuk melengkapi pakan ternak agar gizi pada pakan ternak tidak kurang.

Konsentrat mengandung energy yang tinggi serta protein yang tinggi juga. Konsentrat biasanya terdiri dari pakan ternak yang mengandung banyak serat kasar rendah dan mudah dicerna oleh hewan ternak seperti biji-bijian, limbah hasil industry misalnya adalah jagung giling, menir,bungkil kelapa, bungkil sawit, dedak, umbi dan lain sebagainya serta bahan-bahan lain yang berasal dari hewan misalnya tepung darah. Konsentrat berperan untuk meningkatkan nutrient yang rendah agar kebutuhan ternak akan nutrient dapat terpenuhi dengan baik.

Nutrient adalah gizi di dalam bahan pakan hewan ternak yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan ternak yaitu protein, mineral, lemak, karbohidrat, vitamin dan air. Jika nutrient hewan ternak terpenuhi dengan baik , maka hewan ternak akan sehat dan terhindar dari penyakit yang dapat menyerang hewan ternak serta tingkat produksi hewan ternak pun akan meningkat dan peternak akan diuntungkan.

Selain itu, penggunaan konsentrat dapat menaikan daya cerna bahan kering ransum, peningkatan berat badan hewan ternak, dan efisiensi dalam penggunaan ransum.

Dalam dunia peternakan konsentrat ada dua yaitu konsentrat untuk sebagai karbohidrat dan konsentrat untuk sebagai protein.

Konsentrat yang bersumber dari karbohidrat mempunyai nilai protein lebih dari 20% sedangkan konsentrat yang bersumber dari protein mempunyai nilai karbohidrat lebih dari 18%. Contoh dari jumlah kandungan bahan pakan konsentrat untuk pakan ternak adalah jerami padi segar yang terdiri dari bahan kering sebanyak 40, protein kasar sebanyak 4.3, lemak kasar 1.5, serat kasar 33.8, energy 43.2, batang pisang yang terdiri dari 7.5 bahan kering, protein kasar sebanyak 5.9, lemak kasar sebanyak 2.2, serat kasar sebanyak 26.8, dan tidak ada kandungan energinya, dan lain sebagainya.

Dalam memberikan konsentrat dan pakan hijau-hijauan untuk hewan ternak harus menggunakan teknik tertentu.

Jangan memberikan konsentrat dan pakan hijau-hijauan untuk ternak secara bersamaan karena akan terjadi penurunan pencernaan hijau-hijauan di dalam rumen hewan ternak.

Dengan memberikan konsentrat 2 jam sebelum pemberian pakan hijau-hijauan pada hewan ternak maka akan meningkatkan pencernaan bahan kering dan bahan organic ransum.

Itulah perbedaan antara ransum dan konsentrat, semoga informasi diatas dapat bermanfaat ya.

Baca Juga : Jenis rumput pakan ternak sapi

Perbedaan Ransum dan Konsentrat dalam Bidang Peternakan   | ilmuhewan | 4.5