Pengertian Sistem Budidaya Intensif pada Akuakultur Air Tawar

By On Wednesday, July 20th, 2016 Categories : Perikanan

Pengertian Sistem Budidaya Intensif pada Akuakultur Air Tawar – Sudah banyak jenis dan macam budidaya ikan jaman sekarang.

Berbeda dengan jaman dahulu yang hanya sekedar membenihkan ikan, lalu merawat sampai besar dan membudidaya kembali.

Jumlah hidup ikan yang sedikit serta repotnya mengurus ikan menjadi titik utama kenapa banyak cara untuk membudidayakan ikan lebih simpel dan juga jenis yang berbeda-beda. Salah satunya akuakultur.

marmut

Pengertian Akuakultur

Akuakultur sendiri adalah kegiatan yang bersifat budidaya yang dilakukan pada beberapa jenis ikan air tawar dan air asin.

Baca Juga : Biologi Ikan Betok

Akuakultur sendiri bersifat terorganisir dan terkendali, dimana budidaya diatur pembenihan, pemeliharaan, pemanenan dan penyetokan ikan.

Dalam akuakultur semua dibatasi demi kepentingan usaha dan juga kelangsungan budidaya. Tidak hanya ikan, akuakultur juga membudidayakan yang lainnya seperti tanaman air dan juga organisme air dan laut.

Ada ilmu penerus dari akuakultur yakni marikultur, yang menjadi pengembangan akuakultur namun pengendaliannya khusus bagi biota dan habitat dasar laut. Hal ini dibuat karena banyaknya biota laut yang dibudidaya liar tanpa dirawat atau ditanam kembali.

Budidaya Intensif

Dalam akuakultur dikenal ada tiga sistem budidaya yang sering dilakukan yaitu budidaya intensif, ekstensif dan semi intensif. Di dalam artikel ini anda akan mengetahui pengertian budidaya secara Intensif.

Budidaya intensif adalah budidaya yang dilakukan secara modern dengan sistem kolam air deras atau kolam air mengalir dan lainnya. Budidaya intensif umumnya ditandai dengan beberapa hal berbeda dengan kolam lainnya, yaitu :

  1. Biota bergantung sepenuhnya terhadap pakan yang diberikan teratur dan tambahan pakan atau vitamin lainnya. Pakan yang diberikan umumnya berupa buatan.
  2. Produksi yang bisa tinggi sekali hingga lebih dari 3 ton per hektar untuk ukuran tambak-tambak sedang seperti udang dan juga ikan bandeng. Budidaya intensif memang menekankan pada hasil produksi yang tinggi.
  3. Kolam pemeliharaan umumnya lebih kecil dan juga tidak luas. Sedangkan petakan luas masih dapat ditemukan namun sangat jarang. Paling besar luas petakan hanya 1 hektar yang dikelola dengan cara intensif.
  4. Umumnya budidaya intensif menggunakan bahan-bahan atau barang kimia yang sudah pasti. Sehingga mungkin budidaya intensif bisa dikatakan budidaya mudah atau instan.

Masalah pada budidaya intensif

Penerapan budidaya intensif bukan berarti tidak ada masalah sama sekali. Budidaya intensif menunjukan beberapa masalah yang muncul ketika setelah produksi.

Umumnya budidaya intensif akan selesai dan hancur setelah pemanenan. Hal ini dikaitkan dengan limbah yang dihasilkan yang banyak meracuni dan mengotori air bersih lainnya. Sehingga hal ini menjadi kekurangan budidaya intensif.

Hal ini bisa dikatakan hanya satu kali pengerjaan saja, sisanya anda mungkin hanya menyebarkan limbah saja yang tentu berbahaya.

Beberapa budidaya intensif di Asia menyebabkan kerusakan hutan mangrove di sekitar laut. Sebenarnya hasil dari budidaya intensif masih dapat pulih atau menyembuhkan keadaan sendiri.

Namun, hal ini membutuhkan waktu yang lama, terutama karena limbah budidaya merupakan bahan kimia yang cukup pekat dan berbekas. Sehingga budidaya intensif lebih baik dihindari saja.

Limbah dari pakan tentunya akan mengendap dan menyebabkan biota atau organisme akan mati, walaupun pembudidayaan secara air tawar.

Organisme yang ada pada kolam tanah yang berfungsi untuk mengurai akan keracunan dan tumpukan makanan serta amonia akan ada didasar tanah. Hal ini tentu ujungnya akan mempengaruhi produksi dan kelangsungan hidup ikan yang di budidaya.

Baca Juga : Cara pemeliharaan ikan bawal pada air tawar

Pengertian Sistem Budidaya Intensif pada Akuakultur Air Tawar | ilmuhewan | 4.5