Pengertian, Klasifikasi, dan Ciri Kingdom Eubacteria dan Archaebacteria

By On Wednesday, February 14th, 2018 Categories : Mikroorganisme

Archaebacteria

Archaebacteria merupakan klasifikasi jenis bakteri yang paling tua dan biasa disebut dengan bakteri purba atau bakteri primitif. Archaebacteria pertama kali ditemukan pada tahun 1977.

Bakteri ini biasa hidup di tempat yang ekstrim. Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan metabolismenya, yaitu:

  • Bakteri jenis ini bermetabolisme membentuk gas metana, dari situlah nama metanogen berasal. Gas metana dibentuk dengan cara mereduksi karbon dioksida. Bakteri metanogen bersifat anaerobic dan kemosintesis. Bakteri metanogen banyak terdapat pada daerah eawa, berlumpur, dan tempat sedikit oksigen lainnya.
  • Bakteri ini disebut juga halofil ekstrem, karena mereka biasa hidup di daerah yang memiliki kadar garam tinggi, seperti danau air asin dan laut mati. Halofil bersifar heterotrof dan sebagian dapat berfotosintesis karena memiliki kloroplas yang berwarna ungu.
  • Disebut juga denga termofil ekstrem, biasa hidup si tempat dengan suhu yang sangat tinggi dan besifat asam. Dapat ditemukan pada lubang hidrotermal di laut bawah yang mengandung banyak sulfur.
  • Bakteri ini banyak hidup di tempat bersuhu rendah.

Baca Juga : Ciri dan Klasifikasi Bakteri Neisseriaceae Gonorrhoeae

1). Klasifikasi

  • Bakteri yang masuk dalam klasifikasi ini adalah bakteri jenis metanogen dan halofilik. Jumlahnya paling banyak dan mudah ditemukan.
  • Biasa ditemukan di wilayah laut. Meliputi bakteri termofilik, hipertermofilik, dan termoasidofilik.
  • Meliputi bakteri hipertermofilik yang banyak ditemukan pada lingkungan dengna suhu yang tinggi.
  • Bakteri yang masuk dalam klasifikasi ini adalah ammonia-oksidasi archae.
  • Contohnya nanoarcheum equitans.

2). Ciri-ciri

  • Komposisi pembuat sel tidak mengandung peptidoglikan
  • Lemak penyusun terdiri atas isoprene dan ikatan eter
  • RNA ribosom merupakan metionin
  • Bereproduksi dengan cara pembelahan amitosis
  • Biasa hidup di tempat yang ekstrim seperti pada suhu minus, tempat dengan senyawa kimia yang tinggi, dan lainnya
  • Memiliki ukuran sepersepuluh mikrometer hingga lima belas mikrometer
  • Dapat bertahan hidup di tempat yang asam, alkali, lingkungan garam, dan juga pada tempat dengan tekanan lebih dari 200 atmosfer
  • Mampu betahan pada suhu 100 derajat celcius hingga 212 derajat fahrenheit

Eubacteria

Eubacteria merupakan bakteri yang biasa kita tahu dalam kehidupan sehari-hari. Ukurannya sekitar 0,5 hingga 3 mikron dan memiliki diameter 0,1 hingga 0,2 mikron.

Eubacteria merupakan jenis bakteri prokariotik yang tidak memiliki membran inti dan bersel satu. Eubacteria memiliki tiga bentuk yaitu:

  • Batang/Bacillus. Memiliki bentuk seperti batang memanjang. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah monobacillus ( contohnya Salmonella typhosa= penyebab penyakit tifus), diplobacillus ( contohnya Reribacterium salmoninarium), streptobacillus ( contohnya Stretobacillus moniliformis, Azobacter sp, Bacillus abthracis).
  • Bola/coccus. Berbentuk bulat seperti bola. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah monococcus ( berbentuk bulat tunggal), diplococcus ( berbentuk bulat bergandengan dua-dua), tetracoccus ( berbentuk bulat 4 yang menyusun menjadi speerti persegi), streptococcus ( bulat berkelompok memanjang), staphylococcus ( bulat bergerombol), sarcina ( bulat berkelompok yang terdiri dari 8 bakteri, tersusun seperti kubus)
  • Pegas/spirilium. Yang termasuk dalam jenis ini adalah spirilium ( bentuknya melengkung melebihi setengah lingkaran), spirocheata ( bentuknya seperti spiral halus dan lentur), dan comma ( berbentuk spiral namun tidak sempurna).

1). Klasifikasi

Berdasarkan jumlah dan letak flagela

  • Atrik= tidak memiliki flagela
  • Monotrik= satu flagela
  • Lopotrik= banyak falgela pada satu ujung saja
  • Amfitrik= terdapat dua flagela pada kedua ujung bakteri
  • Peritrik= flagela tersebar pada permukaan bakteri

Berdasarakan cara hidup

  • Heterotrof= membutuhkan bahan organik sebagai sumber energi
  • Autotrof= dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik sebagai sumber energi

Berdasarkan kebutuhan oksigen

  • Aerob= memerlukan oksigen sebagai penghasi energi.
  • Anaerob= tidak memerlukan oksigen untuk mengahasilkan energinya
  • Fakultatif aerob.

2). Ciri-ciri

  • Merupakan organisme uniselular
  • Tidak memiliki klorofil
  • Membelah secara amitosis
  • Dinding sel tersusun oleh peptidoglikan
  • Banyak ditemukan pada tanah, air, udara, dan juga makhluk hidup lainnya
  • Bergerak menggunakan flagela
  • Hidup berkoloni
  • Ribosom hanya mengandung satu RNA yaitu RNA-Polimerase
  • Membran plasma mengandung lipid yaitu ikatan ester

Baca Juga : Cara Bakteri Membelah Diri

Loading...
Loading...
Pengertian, Klasifikasi, dan Ciri Kingdom Eubacteria dan Archaebacteria | ilmuhewan | 4.5