Pengertian dan Tujuan Culling Dalam Peternakan

By On Thursday, April 6th, 2017 Categories : Info Lainnya, Pengertian

Pengertian dan Tujuan Culling – Istilah Culling mungkin masih sangat awam bagi orang kebanyakan, tetapi bagi  peternak unggas dan calon peternak mungkin istilah ini  sudah biasa bagi mereka.

Setiap peternak unggas (ayam, bebek, atau burung) pastilah menginginkan hasil produksinya maksimal, untuk itu mereka sangat perlu untuk melakukan proses culling pada hewan ternaknya.

Pengertian Culling

Pengertian Culling adalah pengafkiran atau pemisahan unggas dari populasinya dilihat dari ciri-ciri luar fisiknya, yang kemungkinan akan berpengaruh pada produksinya.

Kapankah waktu pelaksanaan culing ini? Culing selayaknya dilaksanakan sepanjang tahun masa produksi pemeliharaan. Dengan periode tahapan sebagai berikut :

1). Pra Pemeliharaan.

Saat pemilihan bibit unggas sebelum proses pengandangan sebaiknya perlu disisihkan hewan yang cacat, tidak sehat atau kondisi fisiknya lemah.

2). Masa Pertumbuhan

Beberapa unggas yang tumbuh yang tidak memenuhi standar sesuai dengan umur pemeliharaan perlu untuk disisihkan.

 3). Masa Menjelang Produksi

Masa bertelur unggas utamanya ayam adalah 30 minggu, ketika akan memasuki usia itu sebaiknya dilakukan culling juga. Dengan menyisihkan ayam yang lambat dewasa kelamin, ayam jantan cenderung betina maupun ayam betina seperti pejantan.

4). Masa Produksi

Ketika memasuki usia pemeliharaan unggas terutama ayam yaitu kisaran 7 sampai dengan 8 bulan. Proses culling perlu dilakukan untuk memilih ternak yang tidak sehat. Demikian juga saat usianya sekitar 12 bulan.

Tujuan dan manfaat culling

a). Mempermudah pengawasan.

Dengan adanya culling jumlah ternak akan berkurang sehingga ayam pun menjadi nyaman.  Sedangkan peternak juga mudah mengawasi peliharaannya.

 b). Memperbaiki efesiensi pakan dan faktor-faktor produksi lainnya.

Karena hewan ternak yang tidak sesuai standar sudah disisihkan maka pakan untuk ternak akan terkonsumsi secara efesien dan efektif untuk meningkatkan produksi.

c). Menekan angka kematian

Dengan menyisihkan hewan yang terindikasi tidak sehat atau berpenyakit, berarti mengurangi resiko kematian pada ternak yang lain.

 d). Menyeragamkan pertumbuhan

Jika proses culing sesuai tahapan periodenya maka akan didapat hewan ternak yang standar dengan ukuran dan spesifikasi yang diinginkan.

 

Culling atau proses seleksi pada ternak ayam, biasanya dilakukan sebelum proses pengeraman hingga ayam berhenti bertelur.

Ketika telur belum menetas, seleksi atau culling dilakukan dengan memilih yang terbaik. Dari segi bentuk, warna, berat tertentu sehingga ayam yang dihasilkan adalah berkualitas.

Setelah proses penetasan anakan ayam. Pengamatan tetap dilakukan untuk mengetahui apakah kondisinya sehat dan memiliki ciri fisik yang normal.

Jika ada kondisi anak ayam yang terlihat sakit atau lemah, maka harus dikeluarkan dari kandang untuk dikarantina.

Ternak yang melalui proses culling diharapkan akan menghasilkan ternak ayam yang memiliki kualitas telur atau daging sesuai target peternak.

Sistem culling dilakukan dalam rentang waktu satu tahun atau 365 hari secara kontinyu untuk mencapai sasaran yang diinginkan peternak.

Waktu yang tepat untuk melakukan sistem culling sebaiknya dilakukan sebelum bertelur. Berikut adalah ciri ciri ayam yang belum bertelur dan yang sudah bertelur:

Ciri ciri ayam yang belum bertelur dan yang sudah bertelur

  • Ayam yang sudah bertelur biasanya memiliki jengger merah, berkilau, lembek dan tampak ada lapisan lilin.
  • Pada bagian cloaca atau dubur, ayam yang bertelur ukurannya lebih lebar, oval dan basah serta warnanya putih. Sementara, pada ayam yang belum bertelur, bentuk dubur lebih kecil, bulat, kering, berwarna kuning dan mengkerut.
  • Pada bagian tulang pangkal paha, ayam yang sudah bertelur terdapat jarak sekitar 5 jari di antara tulang pangkal paha dan ujung belakang tulang dada.

Baca Juga :

Pengertian dan Tujuan Culling Dalam Peternakan | ilmuhewan | 4.5