Pengertian dan Jenis-jenis Pemuliaan Ternak

By On Wednesday, April 5th, 2017 Categories : Teknologi

Pengertian dan Jenis-jenis Pemuliaan Ternak  – Pemuliaan ternak pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda ketika menjajah Indonesia.

Seiring waktu, pemuliaan ternak ini semakin berkembang dan menerapkan berbagai metode agar bisa menciptakan jenis ternak baru dengan sifat sifat yang unggul.

Pengertian Pemuliaan Ternak

Pemuliaan ternak adalah sebuah metode untuk menciptakan spesies hewan ternak tertentu yang memiliki tingkat keunggulan dari segi kualitas dan jumlah dibandingkan dengan induknya atau generasi terdahulu.

Baca Juga : Faktor Yang Mempengaruhi Kehidupan Hewan Di Air

Pemuliaan ternak diperoleh dengan cara memanipulasi atau rekayasa genetik dari moyang individu.

Jenis – jenis pemuliaan ternak

Dalam praktiknya, pemuliaan ternak dibagi menjadi 2 proses. Yaitu inseminasi buatan dan cloning.

1.  Inseminasi buatan (kawin suntik)

Inseminasi buatan (IB) atau yang lebih dikenal di masyarakat luas dengan kawin suntik adalah metode teknologi baru untuk meningkatkan hasil produksi peternakan.

Bagaimana tidak?

Bila menggunakan metode konvensional, perkawinan antara sapi jantan dan betina bisa membutuhkan waktu dalam hitungan bulan baru bisa bunting. Maka dengan inseminasi buatan, sapi betina bisa dibuat bunting sesuai jadwal birahi.

Pengertian inseminasi buatan

Inseminasi buatan adalah cara perkembangbiakan dengan memasukkan sperma jantan ke dalam rahim hewan betina yang sedang birahi.

Tujuan Inseminasi Buatan

  • Menciptakan kualitas gen yang lebih baik
  • Menghemat biaya modal karena tidak perlu mendatangkan hewan pejatan
  • Meningkatkan kelahiran dan produksi anakan di peternakan
  • Mencegah penularan penyakit tertentu
  • Memperpanjang pemanfaatan pejantan unggul dalam jangkauan yang lebih lama dan luas.

Keuntungan Dan Kerugian Inseminasi Buatan

Kelebihan inseminasi buatan:

  1. Biaya modal dapat ditekan karena tidak perlu mendatangkan pejantan dari daerah lain
  2. Tidak membutuhkan pejantan dan tidak harus mencari pejantan
  3. Bisa mengatur kebuntingan sesuai keinginan. Karena tanpa pertimbangan dan penghitungan waktu birahi yang tepat, betina tidak akan bunting.
  4. Memperpanjang manfaat sifat pejantan unggul berupa sperma yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama.
  5. Mencegah hewan ternak tertular penyakit.

Kekurangan inseminasi buatan:

  1. Inseminasi buatan membutuhkan tenaga ahli khusus untuk menerapkan
  2. Jika tidak dilakukan dengan hati – hati, inseminasi buatan bisa menimbulkan pendarahan atau bahkan infeksi
  3. Kebuntingan tidak berhasil atau gagal jika betina tidak sedang birahi
  4. Komplikasi melahirkan jika bobot induk lebih kecil dari bibit yang dimasukkan.
  5. Rentan kawin sedarah atau incest jika bibit asal tidak diteliti dengan baik.
  6. Sifat – sifat yang terdapat secara genetik juga bisa menurun, sehingga harus selalu dipantau asal indukan atau sperma.

2. Kloning

Kloning bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi memberi manfaat, tetapi di sisi lain seolah siap mengancam kehidupan umat makhluk hidup.

Pengertian kloning

Secara pengertian bebas, kloning dapat diartikan sebagai suatu metode untuk menghasilkan keturunan baru yang mewarisi sifat – sifat dan ciri – ciri fisik induknya dengan sama persis.

Kloning diperoleh dengan cara memanipulasi genetik secara buatan atau tanpa adanya pertemuan sel sperma dan ovum untuk mendapatkan individu baru.

Secara ilmiah, kloning memang sudah berhasil menciptakan hewan – hewan baru. Padahal, sistem reproduksi aseksual selama ini hanya dilakukan oleh jenis hewan bakteri, cacing dan serangga.

Para ahli dapat menggandakan atau meng-copy suatu individu dengan mengambil sedikit sampel dari jaringan atau DNA sel. Baik itu sel rambut, sel tulang, sel otot, dan sebagainya.

Baca Juga : Ciri Dan Krakteristik Angsa

Loading...
Loading...
Pengertian dan Jenis-jenis Pemuliaan Ternak | ilmuhewan | 4.5