Pengertian dan definisi Sapi Freemartin

By On Thursday, April 27th, 2017 Categories : Pengertian

Pengertian dan definisi Sapi Freemartin – Gangguan reproduksi pada hewan ternak contohnya sapi, sangat umum terjadi.

Gangguan reporduksi pada sapi diantaranya adalah ari-ari tidak keluar, kesulitan melahirkan, keguguran, premature dan freemartin.

Gangguan reproduksi tersebut tentunya akan merugikan peternak karena dapat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan peternak.

Gangguan reproduksi pada sapi secara garis besar dibedakan menjadi cacat anatomi saluran reproduksi, gangguan fungsional, infeksi organ reproduksi dan kesalahan manajemen.

Baca Juga : Penyebab Bobot Sapi Menurun atau Merosot

Pada umumnya, gangguan reproduksi tersebut terjadi akibat system pemeliharaan sapi yang tidak baik, tingkat kegagalan kebuntingan, dan adanya pengulangan inseminasi.

Biasanya, apabila ada sapi yang mengalami gangguan reproduksi maka peternak akan menjual ke pembeli dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang sapi yang sehat karena kebanyakan peternak di Indonesia kurang mengetahui bagaimana menangani kasus sapi yang mengalami gangguan reproduksi.

Kasus kelahiran sapi betina kembar dengan sapi jantan bukan merupakan hal tabu dan dikenal dengan istilah freemartin. Freemartin merupakan salah satu gangguan reproduksi pada sapi.

Sapi freemartin adalah majir sehingga tidak dapat mengalami proses reproduksi, sedangkan pada sapi jantan yang merupakan kembaran dari sapi freemartin mempunyai kesuburuan yang normal setelah sapi dewasa.

Abnormalitas ini terjadi pada fase organogenesis yaitu pembentukan organ dari embrio di dalam kandungan, dan kemungkinan hal ini disebabkan oleh adanya migrasi hormone jantan melalui hubungan pembuluh darah ke pedet betina dan karena adanya kromosom.

Jadi, freemartin disebabkan juga karena organ sapi betina freemartin tidak berkembang dan ditemukan juga organ jantan.

Kasus freemartin sangat mirip dengan kelahiran kucing jantan bercorak kembang telon dengan kromosom XX dan XY tidak terdistribusi sempurna sehingga menghasilkan kondisi yang dikenal dengan sebutan chymerism.

Kucing yang chimeric memiliki sifat lethal oleh karena itu setiap kucing jantan berwarna belang telon akan terlahir mati atau kalau dapat bertahan hidup maka Cuma beberapa saat saja.

Namun, sapi yang freemartin hanya akan mengalami malformasi organ reproduksi, tidak sampai mengalami kematian atau hanya dapat hidup sesaat.

Tingkat kejadian terhadap sapi freemartin yaitu pada sapi adalah sebesar 92% kembar jantan-betina sedangkan pada kambing relative kecil yaitu 5,5 % bunting kembar dengan ada satu jantan. Ada beberapa tanda klinis atau perubahan yang dapat dilihan dari organ dan saluran reproduksi sapi apabila termasuk sapi freemartin yaitu sebagai berikut ini :

  • anetrus
  • Vagina seperti selang kecil dan vagina buntu dan terdapat rambut-rambut panjang
  • Klitoris berkembang besar
  • ovarium hypoplasia
  • Uterus pipih berbentuk seperti pita.
  • Betina berperawakan maskulin dan gagah seperti jantan

Namun, apabila anda masih kurang yakin terhadap sapi ternak anda apakah freemartin atau tidak, anda dapat mengkonsultasikannya dengan dokter hewan.

Sapi betina yang dalam kondisi freemartin tidak akan dapat birahi sedangkan betina normal biasanya dalam usia 12-15 bulan sudah birahi serta sapi betina yang freemartin tidak dapat hamil.

Sapi betina freemartin yang mana tidak bisa hamil, tidak dapat diterapi hormonal karena tidak ada oogonium yang dapat berproses menjadi sel telur, indung telur dan uterusnya tidak sempurna.

Apabila anda memiliki sapi yang dalam kondisi freemartin maka sebaiknya dipelihara dengan system penggemukan atau feedlot. Setelah sapi tersebut mencapai 500 kg lebih maka dapat dipanen sebagai sapi pedaging.

Itulah beberapa informasi mengenai sapi freemartin, semoga informasi tersebut dapat bermanfaat.

Baca Juga : Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing

Loading...
Pengertian dan definisi Sapi Freemartin | ilmuhewan | 4.5