Pengertian dan Definisi Body Condition Scoring (BCS)

By On Wednesday, July 26th, 2017 Categories : Pengertian

Pengertian dan Definisi Body Condition Scoring – Adakah yang pernah mendengar tentang Body Condition Scoring?, biasanya ini terjadi atau dilakukan kepada hewan ternak terutama sapi pedaging.

BCS (Body Condition Scoring) merupakan suatu metode praktis yang dilakukan oeh para peternak untuk menentukan kesehatan serta gizi pada hewan ternak mereka.

Terutama adalah sapi betina yang menghasilkan susu, untuk mengetahui nutrisi yang ada pada sapi betina tersebut. Tinggi rendahnya BCS sangat menentukan pada kesehatan fisik sapi.

Termasuk pada performa reproduksinya seperti keberhasilan program Inseminasi Buatan (IB) yang ditunjukan dengan angka konsepsi, calving Internal (jarak kelahiran), dan open cows (masa siap sapi untuk bereproduksi).

Baca Juga :

Daftar Hewan Paling Besar di Dunia

Manfaat Mentimun Untuk Burung Kenari

Cara Membedakan Lele Jantan dan Lele Betina

5 Jenis Burung yang Diminati di Pulau Jawa

Daftar Hewan Yang Hampir Punah Di Indonesia

Oleh sebab itu BCS selalu dilakukan pada musim kawin sebalum melakukan perkawinan.

Teknik BCS yang digunakan pada sapi pedaging menggunakan penilaian dengan skala 1-9.

Hal ini didasari pada pengamatan , kondisi morfologis sapi diantaranya tulang belakang, pangkal ekor, tulang pinggul depan dan belakang, tulang rusuk, dan glambir bagian dada.

Berapa ya kira-kira BCS  sapi yang idealnya?. Sapi sehat dengan performa reproduksi yang baik memiliki BCS skala 5-7. Semakin rendah BCSnya maka terlihat dari kondisi sapi yang kurus dan perlu diberikan penanganan khusus dem mengoptimalkan kondisi tubuhnya.

Begitu pula dengan BCS yang semakin tinggi mengindikasikan sapi mengalami obesitas, sehingga harus dipantau selama pelaksanaan perkawinan, kebuntingan, hingga sampai pada masa kelahiran. Karena sapi yang gemuk rawan mengalami kesulitan pada saat melahirkan.

Kapannya baiknya BCS dilakukan?, BCS dilakukan sebaiknya minimal 3 kali dalam satu kali siklus pemeliharaan, yakni saat sapih, 2-3 bulan sebelum melahirkan, dan saat melahirkan.

Berikut penjelasan mengenai waktu baiknya dilakukan BCS dan manfaatnya :

  • Pada waktu sapih, pemantauan BCS pada saat sapih berguna untuk melakukan pengelompokan. Nah, kelompok ternak yang berdasarkan BCS gunanya agar dapat dilakukan program nutrisi yang berbeda ke setiap kelompok. Sehingga ketika masuk masa kawin dapat dcapai BCS yang setara dengan semua kelompok.
  • Penilaian BCS pada waktu 2-3 bulan sebelum melahirkan, digunakan untuk mengevaluasi pemeliharaan selama masa kebuntingan. Setelah itu pada masa kering tersebut dibuat suatu program nutrisi yang tepat untuk mempersiapkan masa kelahiran. Bertujuan juga agar sapi dapat melahirkan secara normal tanpa kesulitan yang berarti.
  • Jika monitoring BCS waktu melahirkan berguna untuk kesehatan si sapi. Karena beberapa hari pasca melahirkan biasanya sapi akan mengalami penurunan BCS. Hal ini sebaiknya jangan diabaikan, maka dari itu BCS harus kembali dilakukan dan ditingkatkan dengan cara memberi pakan khusus post partum agar kondisi sapi stabil pada masa laktasi. Selain itu juga untuk memantau kesehatan hewan ternak alias sapi. Dengan begitu sapi akan cepat memasuki masa perkawinan.

Nah itulah tips serta definisi mengenai Body Conditon Scoringyang dilakukan oleh para peternak sapi kepada hewan ternaknya.

Jadi jangan sampai kita lalai untuk merawat kesehatan mereka, karena jika mereka sehat maka hasilnya pun akan bagus serta sangat memuaskan.

Terlbih lagi jika sapi itu adalah sapi perah,maka susu yang dihasilkannya pun aka jauh lebih baik.

Tingkatkanjuga pengetahuan kita mengenai tatacara merawat serta menjaga kesehatan hewan ternak sebelum kita memutuskan untuk beralih usaha menjai peternak sapi pedaging atau pun sapi perah.

Agar kita tidak asal atau salah mengambil keputusan untuk menjdi pengusaha ternak sapi yang hasilnya menguntungkan.

Loading...
Loading...
Pengertian dan Definisi Body Condition Scoring (BCS) | ilmuhewan | 4.5