Pengertian dan budidaya kolam tadah hujan

By On Saturday, July 16th, 2016 Categories : Perikanan

Pengertian dan budidaya kolam tadah hujan – Kolam pasti identik dengan tempat menadah air atau tempat menampung air. Begitu juga dengan kolam tadah hujan.

Kolam ini merupakan salah satu jenis kolam yang dimodifikasi untuk fungsi tertentu.

Pada daerah tertentu terutama di Indonesia tengah dengan iklim tropis tentu hanya ada dua musim yakni musim kering dan tadah hujan.

Untitled

Beberapa orang memanfaatkan hal ini untuk menyimpan air dan mensubsidikan ketika musim kering. Hal ini juga akan membantu anda yang ingin memulai budidaya atau membuat usaha budidaya ikan di daerah sulit air dalam tanah. Maka anda dapat menggunakan sistem tadah hujan.

Baca Juga : Panduan Sederhana Ternak Ikan Gabus Di Kolam Terpal

Pengertian kolam tadah hujan

Kolam tadah hujan merupakan kolam atau penampungan air yang berfungsi untuk menampung air dengan fungsi yang sama yaitu memanfaatkan air ketika musim kemarau tiba untuk berbagai keperluan, baik budidaya ikan, mengaliri lahan pertanian, dan lain sebagainya.

Kecuali pengonsumsian karena tidak layak/kotor. Kolam ini dibangun kokoh, guna menghindari hilangnya air atau terjadinya rembesan ketika penyimpanan berlangsung. Dengan begitu air akan tetap awet hingga musim kering datang tanpa terjadi rembesan atau penguapan.

Kolam tadah hujan dalam perikanan

Kolam tadah hujan juga biasa digunakan untuk perikanan atau budidaya ikan. Menggunakan kolam tadah hujan tentu menghemat air atau memanfaatkan air yang tidak terlalu bersih untuk budidaya ikan.

Masa penggunaan kolam harus disesuaikan dengan umur ikan dan juga panjang musim penghujan yang terjadi. Dengan begitu anda dapat membesarkan ikan tanpa khawatir apakah kolam akan terisi air atau tidak.

Optimal pembuatan kolam tadah hujan

Optimalnya kolam tadah hujan dibuat hamparan atau menghampar di tanah lapang sehingga ketika hujan tidak ada yang menghalangi jatuhnya air ke kolam.

Karena letak kolam menghampar dan dekat satu sama lain maka diharapkan air kolam akan terus membasahi kondisi tanah dan air tidak akan lari kemanapun.

Jenis tanah yang dipilih adalah konstruksi tanah liat. Atas dasar pengaruh angin, kekeringan dan lainnya kolam tadah hujan dianjurkan dibuat berukuran 3 m x 3 m, 10 m x 10 m dan optimalnya 5 m x 5 m.

Kedalam kolam air tadah hujan dianjurkan 1 – 1,5 m ditambah ketinggian bibir kolam 50 cm sehingga kedalaman kolam menjadi 1,75 – 2,00 m. Pintu atau lubang pengeluaran untuk membuang kelebihan air pada saat hujan dibuat di dinding kolam pada batas maksimum ketinggian air.

Jika anda membuat kolam dengan menggunakan jenis tanah lain maka ada baiknya dilakukan pemadatan, sehingga air tidak merembes atau tidak akan hilang, setelah itu kolam terlebih dahulu dijemur selama 3 – 5 hari. Sehingga padatan akan kering dan akan mengikat satu sama lainnya.

Setelah kolam tadah hujan siap, maka siapkan penyaringan pada pengaliran air ke kolam satu dan lainnya. Hal ini untuk menghindari bahan atau hal-hal lain ikut terbawa dalam aliran air hujan.

Sehingga kolam akan tetap bersih. Setelah itu diamkan selama 3 hari dengan keadaan kolam terisi air barulah dapat menebarkan benih ikan di kolam tersebut.

Benih juga harus dipilih dengan maksimal berat 30 gram ketika pembenihan, agar tidak terlalu boros air atau memakan banyak air tadah hujan.

Ikan yang dapat anda gunakan merupakan ikan jenis air tawar yang tidak terlalu rewel akan air seperti lele atau mujair ataupun nila. Dengan begitu kolam tadah hujan dapat membantu usaha anda.

Baca Juga : Biologi Belut Sawah

Loading...
Pengertian dan budidaya kolam tadah hujan | ilmuhewan | 4.5