Panduan Singkat Cara Budidaya Kroto

By On Tuesday, February 2nd, 2016 Categories : Ternak Hewan

Panduan Singkat Cara Budidaya Kroto – Pada saat ini bisa dibilang budidaya kroto menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.

Dengan mengeluarkan modal yang tidak cukup banyak, pembisnis kroto dapat meraut untung yang melimpah. Selain itu pembisnis kroto tidak membutuhkan banyak tenaga dan menyita waktu untuk membudidayakannya.

Budidaya kroto memang tidak sulit, tetapi dibutuhkan ketekunan dan keuletan. Sebelum membudidayakan kroto, perlu diketahui tentang asal usul bisnis yang satu ini.

2

Kroto dihasilkan dari semut rangrang. Semut rangrang adalah serangga yang hidupnya berkoloni. Budidaya kroto harus memperhtikan kestabian koloninya.

Ada beberapa jenis semut rangrang yang perlu dietahui dalam setiap koloni agar tetap terjaga kestabilannya. Mereka terdiri dari:

  • Ratu semut: pemimpin dalam sebuah koloni. Tugasnya adalah petelur penghasil kroto. Bentuknya paling besar diantara anggota kolono, seperti lalat hijau atau tawon.
  • Semut jantan: tugasnya adalah membuahi ratu semut agar bertelur. Bentuknya lebih kecil dari pada ratu semut dan berwarna kehitman.
  • Semut pekerja: merupakan semut betina yang tidak bisa dibuahi dan bertugas menjaga telur-telur hingga menetas.
  • Semut prajurit: semut ini bertugas mencari makanan untuk anggota kolonin dan juga menjaga keamanan koloni mereka.

Ada beberapa jenis media yang bisa digunakan untuk mebudidayakan kroto. Bisa menggunakan paralon, bambu atau toples.

Namun kebanyakan peternak menggunakan toples yang dirasa mudah untuk didapat. Ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan dalam membudidayakan kroto. Berikut tahapannya, yaitu:

  • Membuat media sarang untk koloni semut rangrang. Gunakan toples dengan melubangi bagian bawah toples dengan diameter 5-7 cm. Setelah itu tutup lubang tersebut dengan selotip.
  • Masukkan sarang semut rangrang (bisa didapat di alam bebas) ke dalam toples. Kemudian tutup rapat toples tersebut. Carilah sarang semut rangrang yang memiliki kestabilan dalam berkoloni.
  • Siapkan nampan plastik datar dan isiah dengan air hingga setengah tinggi nampan tersebut. Letakkan batu bata yang berpermukaan datar di tengah-tengah nampan tersebut. Tujuan dari peletakan batu adalah agar semut tidak dapat kabur saat dipindahkan dalam toples.
  • Letakkan toples yang telah diisi sarang semut di atas batu bata tersebut. Posisi peletakan yang baik adalah bagian toples yang dilubangi berada menempel pada batu bata tersebut. Setelah posisinya sudah tepat, lepaskan selotip yang menempel pada toples tersebut. Tujuannya agar semut bebas mencari makan.

Setelah selesai membuat tempat atau sarang semut rangrang untuk berkoloni, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah cara pemberi pakan.

Dengan memberi pakan yang baik untuk semut rangrang, akan menghasilkan kroto yang baik pula. Makanan yang tepat untuk kroto adalah dengan memberi serangga yang telah mati. Serangga tersebut biasanya adalah kecoa, ulat dan jangkrik. Bisa juga dengan memberi sisa-sisa makanan yang dikonsumsi manusia.

Selain itu pemberian nutrisi juga penting untuk mempercepat memanen kroto. Pemberian nutrisi yang tepat adalah dengan memberi campuran air gula dengan madu.

Letakkan campuran tersebut pada gelas bekas air mineral dan letakkan di samping toples berisi kroto agar semut rangrang mudah untuk menjangkaunya.

Jika cara pembudidayaan kroto dilakukan dengan benar dan pemberian pakan serta nutrisi yang tepat, kroto dapat dipanen dalam waktu 2-3 bulan. Setiap satu toples kecil untuk rumah semut rangrang rata-rata akan dapat menghasilkan kroto dengan berat 1 ons.

Baca Juga : Penjelasan dan Mengenal Lebih Jauh Semut Rangrang Penghasil Kroto

Loading...
Panduan Singkat Cara Budidaya Kroto | ilmuhewan | 4.5