Panduan dan Cara Ternak Sapi Bali Untuk Pemula

By On Sunday, June 5th, 2016 Categories : Ternak Hewan

Budidaya sapi bali – Sapi bali saat ini banyak digemari para peternak sapi karena tulang sapi bali lebih kecil dan daging yang dihasilkan lebih banyak daripada sapi pedaging lainnya.

Ciri sapi bali berwarna hitam untuk sapi bali jantan yang telah mencapai usia 1 tahun. Dan sapi bali betina berwarna merah bata.

Ciri lain sapi bali adalah tidak berpunuk seperti sapi kebanyakan dan dadanya dalam serta kaki bagian belakang berwarna putih. Biasanya masyarakat bali memanfaatkan sapi bali untuk membajak sawah dan juga transportasi.

ternak sapi bali

CARA TERNAK  SAPI BALI

Untuk berternak sapi bali, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Mulai dari memilih indukan yang bermutu, menyiapkan kandang yang nyaman,menyediakan pakan yang bagus, merawat kesehatan sapi, dan mengatur reproduksi sapi.

  1. MEMILIH INDUKAN YANG BERKUALITAS

Untuk membudidayakan sapi bali, yang pertama kali harus dilakukan adalah memilih indukan sapi yang baik.

Ciri pertama indukan sapi bali yang baik yaitu harus produktif, lalu mempunyai kepala dan leher yang ramping, bagian pinggul lebih besar daripada bagian dada, mempunyai 4 buah puting yang sejajar dan simetris, dan kaki yang besar dan kuat sehingga sapi bisa berdiri dengan tegak.

  1. MENYIAPKAN KANDANG YANG NYAMAN

Kandang yang nyaman untuk sapi harus hangat, sehingga kandang sapi harus beratap untuk menghindari hujan namun jangan terlalu rapat agar sinar matahari bisa masuk dan aliran udara tetap lancar.

Dan kandang sapi juga harus bersih, terutama saluran pembuangan limbah yang cukup untuk menampung kotoran sapi.

Usahakan lantai kandang rata dan keras. Ukuran kandang sapi yang standar berukuran panjang 2 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 2 meter.

  1. MENYEDIAKAN PAKAN YANG BAGUS

Dengan persediaan pakan yang cukup dan berkualitas, menjadi kunci kesuksesan untuk usaha ternak sapi bali.

Untuk pakan sapi bali diantaranya adalah dedaunan hijau segar, jerami padi, kulit kakao dan juga dedak dari padi atau jagung.

Baca Juga :Pakan Alternatif Untuk Sapi Potong

Selain itu juga harus diberikan pasokan air minum yang cukup. Kebutuhan pakan sapi setiap harinya untuk pakan hijaun sebesar 10% dari berat badannya. Hijauan tersebut terdiri dari 2/3 bagian dari rerumputan dan 1/3 bagian dari biji-bijian. Konsentrat dedak padi 1 kg sampai 2 kg per hari.

  1. MERAWAT KESEHATAN SAPI

Agar sapi terhindar dari penyakit, maka kandang harus selalu bersih agar terhindar dari bakteri dari kotoran sapi. Upayakan secara teratur melakukan penyemprotan kandang, dan juga memberi vaksin kepada sapi. Dan apabila ada sapi yang sakit perlu dikandangkan tersendiri agar tidak menular kepada sapi yang lain.

Penyakit yang sering menjangkit sapi adalah perut kembung dan juga cacingan. Namun jangan khawatir, penyakit ini bisa dicegah dengan cara memberikan hijauan yang sudah dilayukan terlebih dahulu. Penyakit lain yang juga kadang terjadi adalah penyakit jembrana, diare dan juga mengorok.

  1. MENGATUR REPRODUKSI

Hal yang juga patut diperhatikan dalam ternak sapi bali yang terakhir adalah mengatur reproduksi agar sapi bali bisa bereproduksi secara maksimal.

Untuk sapi betina bisa mulai dikawinkan ketika berumur antara 15 – 20 bulan. Dan untuk sapi jantan bisa dikawinkan ketika berumur antara 15 – 20 tahun.

Sapi dapat dikawinkan antara 12 – 18 jam sejak ada tanda-tanda sapi mulai berahi. Lama sapi betina bunting berkisar sekitar 283 hari. Ketika anak sapi sudah lahir dan berumur 3 bulan, anak sapi bisa mulai disapih dan induk sapi bisa dikawinkan kembali.

Baca Juga :Bagaimana Cara Ternak Bebek Hibrida untuk Pemula?

Loading...
Panduan dan Cara Ternak Sapi Bali Untuk Pemula | ilmuhewan | 4.5