Panduan dan Cara Pembenihan Ikan Nila

By On Saturday, February 13th, 2016 Categories : Perikanan

Panduan dan Cara Pembenihan Ikan Nila – Akhir-akhir ini pembenihan ikan nila marak dijadikan salah satu alternatif berbisnis. Salah satu alasan pembenihan ikan nila dijadikan lahan bisnis ialah kemampuan produktivitas ikan nila yang sangat tinggi.

Walaupun jumlah telurnya yang sedikit, namun frekuensi pemijahan ikan ini cukup sering bisa dilakukan. Ikan nila bisa dikawinkan di setiap bulannya hingga masa produktivitasnya habis.

Ikan nila termasuk golongan ikan yang mudah memijah secara alami. Tidak seperti halnya dengan ikan lele atau ikan mas. Dua jenis kan tersebut tidak dapat memijah secara alami.

Untitled

Baca Juga : Tips Membuat Kolam Ikan dari Tanah

Masih memerlukan rekayasa sedemikian rupa agar proses pemijahan dapat terkntrol. Ada beberapa hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai pembenihan ikan nila, yaitu:

  • Tempat pembenihan

Tempat yang tepat untuk melakukan pembenihan ikan nila adalah kolam. Ada empat jenis kolam yang dibutuhkan untuk pembenihan ikan nila, yaitu:

  • Kolam pemeliharaan induk: fungsi kolam ini ialah untuk memelihara induk jantan dan betina. Namun ikan jantan dan betina harus diletakkan dalam kolam yang berbeda. Ukuran kolam cukup 100-140 cm2.
  • Kolam pemijahan: fungsi kolam ini adalah untuk proses pengawinan ikan nila jantan dengan betina. Konstruksi kolam ini berlantaikan tanah dengan dasar kolam dilengkapi kubang-kubang atau kemalir.
  • Kolam pemeliharaan larva: fungsi kolam ini untuk memelihara larva yang baru menetas. Jenis kolam yang digunakan ialah bak semen, kolam tanah atau hapa.
  • Kolam pendederan benih: fungsi kolam ini ialah memelihara benih hingga berukurannya berkisar 10-12 cm atau sampai ikan mampu dibesarkan di kolam pembesaran.
  • Pemilahan induk

Dalam memilah calon induk untuk pembenihan hendaknya menggunakan galur murni yang secara genetis memiliki sifat unggul. Hal ini bisa melakukan pemeliharaan calon induk sejak kecil hingga siap untuk dipijahkan. Ciri-ciri indukan yang baik ialah:

  • Merupakan galur yang murni serta berasal dari keterunan yang berbeda.
  • Kondisinya sehat dan badannya tidak cacat.
  • Bersisik besar dan susunannya rapi.
  • Bagian kepala lebih bersar dibandingkan dengan badannya.
  • Badannya tebal serta warna mengkilap.
  • Lincah dan responsif dalam pemberian pakan.
  • Matang etika berumur 5-6 bulan.
  • Bobot ikan mencapai 200-250 (betina) dan 250-300 (jantan).
  • Masa produktivitas 1,5-2 tahun, setalah itu induk harus diganti.
  • Pemeliharan indukan

Ada beberapa hal yang dilakukan dalam pemeliharaan indukan, yakni:

  • Induk jantan dan betina berada pada kolam yang berbeda.
  • Padat tebar induk berkisar 3-5 ekor/m2.
  • Kolam pemeliharaan memiliki sumber pengairan yang berbeda.
  • Pembuangan air tidak masuk ke kolam.
  • Pemberian pakan yang mengadung protein tinggi, 35%.
  • Pemijahan

Ada hal-hal yang harus dilakukan saat proses pemijahan, yaitu:

  • Dasar kolam pemijah di buat miring sekitar 2-5% dengan tinggi 20-30 cm.
  • Buat kubangan di dasar kolam.
  • Lakuakn pengolahan dasar kolam sebelum ikan dimasukkan ke kolam.
  • Indukan ditebar dalam kolam dengan perbandingan 1:3 ikan jantan dengan ikan betina 1 ekor/m2.
  • Berikan pakan setiap harinya.
  • Selam 7 hari ikan siap dipijah.
  • Proses pengeraman berlangsung selama seminggu.
  • Selam proses pengeraman tebarlah pupuk agar tumbuh pakan alamai untuk ikan betina.
  • Ambil larva kalus yang telah di keluarkan ikan betina di pingir kolam.
  • Pemeliharaan larva

Beberapa hal yang hars dilakukan dalam pemeliharaan larva, yaitu:

  • Pindahkan larva ke kolam pemeliharaan larva.
  • Padat tebar larva sekitar 50-200 ekor/m2.
  • Beri pakan berprotein tinggi dengan ukuran 0,2-0,5 mm sebnayak satu sendok teh selama 3-4 kali dalam sehari.
  • Pelihara larva selam 3-4 minggu hingga ikan berukuran 2-3 cm.
  • Pindahkan ikan ke kolam pendederan.
  • Pendederan benih

Hal yang perlu dilakukan dalam tahap ini ialah:

  • Tebar benih 30-50 ekor/m2.
  • Beri pakan berprotein tinggi sekitar 20-30% dengan jumlah 3% dari bobot iakn selama 2-3 kali/hari.
  • Lama pemeliharaan sekitar 1-1,5 bulan.
  • Panen benih
  • Saat panen pindahkan ikan ke kolam budidya pembesaran.
  • Lakukan beberapa hal untuk mencegah datanganya hama dan penyakit.
  • Lakukan panen pada pagi atau sore hari.

Baca Juga : Jenis dan Cara Mengendalikan Hama Penyakit pada Ikan Mas

Panduan dan Cara Pembenihan Ikan Nila | ilmuhewan | 4.5