Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Panduan dan Cara Budidaya Keong Untuk Pemula

By On Sunday, July 17th, 2016 Categories : Ternak Hewan

Cara Ternak dan Budidaya Keong – Mulanya, dulu keong atau yang terkadang disebut tutut adalah hama pertanian yang mengganggu tanaman mereka.

Tapi saat ini, karena telah ditemukan berbagai macam faedah atau manfaat dari keong ini, maka banyak masyarakat yang mencoba untuk membudidayakannya.

Selain untuk dimakan yang berguna untuk penambah nafsu makan serta dapat mengurangi masalah liver,  keong ini juga dapat digunakan untuk pakan ternak, seperti pakan sidat, lele, ayam dan bebek.

keong

Cangkangnya pun juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan tepung karena banyak mengandung phosphor dan kalsium.

Untuk budidaya keong ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, mulai dari persiapan kolam untuk budidaya, pemilihan benih keong, pemeliharaan dan waktu panen.

  1. PERSIAPAN KOLAM BUDIDAYA KEONG

Hal pertama yang perlu kita lakukan dalam budidaya keong ini adalah persiapan pembuatan kolam. Ada beberapa pilihan dalam membuat kolam ini, yaitu bisa dari tanah, terpal, atau semen.

Namun dari ketiga pilihan tersebut akan lebih bagus jika kita membuat kolam dari tanah, karena menyesuaikan dengan tempat tinggal sebenarnya.

Untuk ukuran kolam kita bisa membuat dengan ukuran 8m x 10m, kolam dibuat landai agar keong bisa memanjat ke atas saat suhu berubah.

Sedangkan untuk air, gunakanlah air yang bersumber dari pegunungan, sumur, dan sungai karena keong tidak akan dapat bertahan hidup jika menggunakan air limbah.

Dan juga buat saluran air keluar dan masuk, dengan aliran air 50-100 cm. Jangan lupa letakkan batang kayu dan ranting supaya keong dapat memanjat dan menempel.

  1. PEMILAHAN BENIH YANG BAGUS

Selain cara pembuatan kolam yang baik dalam budidaya keong ini, cara yang harus ditempuh selanjutnya adalah pemilihan indukan yang bagus. Indukan keong ini bisa kita dapatkan di area persawahan, tempat irigasi dan sungai.

Dan pilihlah indukan dengan ukuran sekitar 4cm, karena semakin besar indukan yang kita dapatkan, maka keong tersebut dapat bertelur semakin banyak bahkan bisa ratusan.

  1. PEMELIHAAN DAN PEMBERIAN MAKAN KEONG

Dalam pemeliharaan dan pemberian makan keong ini, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Yang pertama kita tidak boleh memberi garam pada kolam keong tersebut, karena keong akan mati jika terkena garam.

Yang kedua kita tidak boleh memberi air hingga memenuhi kolam, karena keong tersebut akan meletakkan telur di tempat yang tidak berair.

Tancapkan juga beberapa batang kayu, dengan harapan keong anda akan menaruh telur-telurnya pada kayu tersebut.

Sementara itu, untuk pemberian makanan, anda bisa memberikan makanan berupa daun-daunan dan juga bisa berupa pelet ikan untuk selingan.

Daun-daunan yang bisa digunakan adalah daun papaya, daun talas, daun singkong dan masih banyak macam daun-daunan lainnya.

  1. CARA PANEN KEONG

Selain teknik-teknik diatas, teknik yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan adalah waktu panen. Anda dapat memanen keong anda secara keseluruhan atau secara parsial.

Maksudnya, jika anda memanen keong anda secara keseluruhan, anda bisa langsung memanen semua keong yang ada di dalam kolam tanpa terkecuali.

Sedangkan yang dimaksud dengan memanen secara parsial, adalah memanen keong yang besar saja dulu, dan untuk yang kecil tidak dipanen karena bisa dijadikan untuk indukan dan di panen selanjutnya. Jadi, ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam budidaya keong ini.

Dan yang terakhir anda harus sering mengganti air dalam kolam, supaya keong budidaya ini dapat berkembang dengan sehat.

Baca Juga : Cara pemeliharaan ikan bawal pada air tawar

Loading...
Panduan dan Cara Budidaya Keong Untuk Pemula | ilmuhewan | 4.5