Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Manajemen Kesehatan untuk Mencegah Penyakit pada Ikan Gurame              

By On Wednesday, September 13th, 2017 Categories : Perikanan

Ikan gurame merupakan jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat. Satu kilogram ikan gurame dari petani dihargai sebesar Rp28000-29000 dan jika sudah masuk ke supermarket di kota-kota besar, harga ikan gurame meningkat tajam hingga mencapai Rp50000/kg.

Tentu saja harga yang harus dibayar oleh masyarakat urban untuk ikan gurame terbilang cukup mahal, karena jenis ikan ini hampir sama dengan ikan lele dan ikan patin yang mudah dibudidayakan dan tidak memakan banyak biaya produksi.

Namun karena minat konsumsi ikan di Indonesia terus meningkat ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan rata-rata konsumsi ikan per kapita, maka muncul peluang untuk berbisnis salah satunya di budidaya ikan air tawar.

Saat ini perkembangan budidaya ikan gurame sudah tersebar di hampir seuruh provinsi di Indonesia. Sentra produksi ikan gurame terbesar di Indonesia ada di provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Baca juga artikel Cara budidaya ikan di lahan sempit di Blog Agromaret

Ikan air tawar yang memiliki nama ilmiah Osphronemidae gouramy ini merupakan ikan yang berasal dari Indonesia, tepatnya dari perairan Sunda. Ikan gurame berkerabat dekat dengan ikan sepat.

Karakteristik morfologi dari ikan gurame diantaranya adalah memiliki alat pernapasan tambahan yang disebut labirin, yaitu berupa selaput berbentuk tonjolan yang berada di tepi atas lapisan insang pertama.

Oleh karena itu, gurame termasuk ke dalam golongan ikan Labyrinthici. Bentuk tubuh gurame adalah panjang dan pipih dengan sisik-sisik besar yang menutupi tubuhnya.

Keunikan yang dimiliki gurame adalah kebiasaan makannya yang dapat berubah. Pada fase awal pertumbuhannya, gurame akan mengonsumsi detritus sehingga disebut ikan karnivora. Setelah mencapai fase pertumbuhan remaja, gurame akan mengonsumsi detritus dan hijauan, sehingga disebut ikan omnivora.

Ketika memasuki fase pertumbuhan dewasa, gurame akan berubah menjadi ikan herbivora. Perubahan pola makan inilah yang secara langsung menyebabkan pertumbuhan gurame menjadi terhambat.

Selain faktor pertumbuhan yang terhambat akibat perubahan pola makan, ikan gurame juga rentan terserang penyakit. Sebagian besar penyakit ini disebabkan parasit yang terdiri dari bakteri, virus, cendawan, nematoda, dan protozoa.

Penyakit parasiter (disebabkan oleh parasit) tersebut diantaranya adalah bintik putih, bercak merah, myxosporeasis, cacing insang, dan kutu ikan.

Sedangkan penyakit nonparasiter biasanya disebabkan oleh habitat gurame yang tidak mendukung, seperti rendahnya kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) dan kejenuhan gas di dalam air yang tinggi.

Di dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa tips untuk mencegah penyakit pada gurame, baik itu penyakit yang diakibatkan parasit maupun nonparasit.

Ikan yang terserang penyakit bintik putih seperti ditunjukkan oleh panah (Foto: fishkeeping.co.uk)

Di dalam usaha ternak diperlukan manajemen kesehatan untuk menjamin hewan yang sedang dibudidayakan terserang dari penyakit.

Manajemen kesehatan pada ikan gurame dapat dilakukan dengan cara  menjaga sanitasi kolam budidaya. Air kolam sebaiknya diganti secara rutin selama 1-2 minggu sekali sesuai kebutuhan. Selain itu pemberian obat Oxytetracyclene (OTC) yang berbentuk bubuk dapat dilakukan untuk menyembuhkan sekaligus mencegah penyakit jamur pada ikan gurame.

Selain menjaga kualitas kolam pemeliharaan, dalam budidaya gurame juga dibutuhkan pengawasan terhadap kesehatan ikan. Sebaiknya setiap minggu dilakukan pemeriksaan kondisi ikan. Penyakit bintik putih biasanya menyerang bagian selaput lendir di bawah tubuh ikan. Apabila ikan terserang penyakit mata belo yang disebabkan cacing parasit, maka dapat dilakukan pengendalian sekaligus pencegahan dengan menambahkan garam ke dalam air kolam sesuai luas kolam (rasio 1:1).

Dapat juga merendamkan ikan gurame ke dalam kolam yang sudah diberi vaksin. Sedangkan untuk mencegah penyakit yang disebabkan jamur, dapat dilakukan pemberian larutan malachite oxalate sekaligus rutin mengganti air kolam.

Pencegahan penyakit yang disebabkan parasit Flexybacter columnaris dapat dilakukan dengan penambahan larutan Baytril ke dalam kolam pemeliharaan.

Secara umum, kunci untuk menghasilkan ikan gurame yang sehat dan berproduksi tinggi adalah menjaga sanitasi dan menambahkan larutan obat sesuai dosisnya.

Ikan yang terserang penyakit columnaris (Foto: WetWeb Media)

Loading...
Manajemen Kesehatan untuk Mencegah Penyakit pada Ikan Gurame               | ilmuhewan | 4.5