Manajemen Kesehatan Ternak

By On Saturday, April 1st, 2017 Categories : Pakan Hewan

Manajemen Kesehatan Ternak – Manajemen kesehatan ternak mempunyai arti proses pengorganisasian, perencanaan, kepemimpinan, dan pengendalian faktor-faktor produksi yang lebih mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki supaya ternak dapat lebih produktif secara maksimal.

Kesehatan ternak akan optimal jika memiliki kualitas kesehatan  yang sesuai dengan standar yang diinginkan, itu akan mendorong tumbuhnya hasil ternak yang berkualitas.

Namun itu semua harus melalui berbagai proses, salah satunya dengan menjalankan suatu pekerjaan yang sistematis untuk mencapai kesehatan ternak yang standar.

Selain tata cara ternak yang benar, penyakit merupakan hambatan yang sering terjadi dan perlu penanganan yang tepat.

Baca Juga : Syarat Yang Harus diperhatikan dalam Menyusun Formula Pakan ternak

Melalui penerapan manajemen kesehatan ternak yang baik dan benar serta berkelanjutan, diharapkan dapat mengurangi dan meminimalkan penyakit ternak yang sering terjadi.

Penyakit-penyakit umum yang jadi prioritas kesehatan ternak adalah parasiter, terutama saluran pencernaan dan scabies. Sementara untuk penyakit bacterial terutama pneumonia, anthrax, dan pinkeye.

Sedangkan penyakit non infeksi yang perlu di perhatikan adalah penyakit diare , timpani, dan keracunan sianida dari tanaman pada anak ternak.

Masalah kesehatan ternak lainnya adalah disebabkan oleh kurang atau tidak cukupnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ternak.

Ternak tidak akan tumbuh sesuai yang di inginkan apabila asupan gizi dan makanan kurang baik atau kurang menerima nutrisi seprti vitamin, protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan air yang tak seimbang.

Tidak cukupnya nutrisi pada ternak dapat mengakibatkan penyakit seperti ketosis, milk fever, dan grass tetany. Selain penyakit tersebut, kurangnya asupan gizi dan makanan juga besar kemungkinan menimbulkan gangguan pencernaan, parasite, penurunan produksi dan kegagalan reproduksi.

Penanganan kesehatan ternak merupakan salah satu hal yang memiliki peranan penting dalam memperoleh pejantan yang sehat. Agar dapat mendeteksi penyakit yang ada, ternak harus mendapat pemeriksaan yang rutin. Adapun upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kesehatan ternak sebagai berikut.

Tindakan Karantina ( Kandang )

Semua makhluk di muka bumi ini memerlukan adaptasi, begitu pun dengan ternak, ternak yang baru tiba di lokasi peternakan sebaiknya ditempatkan dahulu pada kandang yang sementara untuk lebih mudah dalam mengamati proses terhadap penyakit.

Apabila ternak positif terhadap penyakit tertentu harus segera di obati dan di isolasi. Adaptasi terhadap jenis pakan pada ternak dan mempersiapkan berbagai macam obat-obatan juga penting untuk mencegah timbulnya penyakit pada ternak.

Tujuan dari karantina sendiri adalah untuk memastikan ternak yang baru datang kondisinya sehat dan terbebas dari penyakit.

Untuk itu lebih tepatnya kandang karantina harus terletak jauh dari lokasi perkandangan ternak pejantan lain, hal ini bertujuan untuk menghindari penularan penyakit dari ternak yang baru di datangkan.

Pengamatan dan Pemeriksaan Kesehatan Harian

Proses ini mempunyai tujuan memantau kesehatan ternak dan mengetahui ada tidaknya penyakit atau abnormalitas pada ternak sehingga jika di temukan ternak sakit atau kelainan dapat segera di tangani.

Pemeriksaan dan pengamatan kesehatan harian harus dilakukan setiap hari pada pagi setelah membersihkan kandang dan sore hari setelah ngasih makan pada ternak.

Adanya pemeriksaan dan pengamatan kesehatan harian diharapkan penyakit dan abnormalitas yang ada pada ternak dapat ditangani sesegera mungkin dan dapat segera diobati.

Saat pemeriksaan dan pengamatan sebaiknya dilakukan pencatatan penyakit dan abnormalitas yang terjadi sehingga terdapat data yang lengkap mengenai riwayat penyakit yang pernah di alami oleh ternak.

Penanganan Kesehatan Ternak

Penanganan kesehatan ternak dimaksudkan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan medis pada hewan atau ternak yang sakit.

Sehingga hewan yang sakit dapat segera di tangani dan diobati sesuai dengan gejala klinis yang timbul. Penanganan kesehatan ternak dilakukan saat ditemukan adanya abnormalitas atau kelainan yang terlihat pada hewan setelah dilakukan pengamatan dan pengontrolan rutin.

Pengobatan

Pengobatan dilakukan apabila telah ditemukan dan diketahui ternak yang di diagnosa sakit berdasarkan pemeriksaan , pengamatan , dan penanganan harian.

Pengobatan harian ternak dilakukan sesuai diagnose yang telah di tentukan dengan dosis yang telah diperhitungkan sesuai kebutuhan ternak.

Ternak yang sakit sebaiknya di istirahatkan di kandang karantina sampai dinyatakan sehat dan sembuh oleh bagian kesehatan ternak.

Pemberian Vitamin

Pemberian vitamin pada ternak dilakukan secara rutin dan terus menerus dua minggu sekali atau sebulan sekali untuk mencegah datangnya penyakit dan menjaga kondisi kesehatan ternak sehingga produktivitasnya terjaga. Vitamin yang diberikan ialah vitamin A, D, dan E.

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa system manajemen kesehatan ternak merupakan salah satu bagian yang tidak dapat di tinggalkan dan dipisahkan dari system usaha agrobisnis.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak meliputi tindakan karantina ( kandang ), pemeriksaan dan pengamatan kesehatan harian, penanganan kesehatan ternak, pengobatan dan pemberian vitamin.

Tahap karantina untuk menjamin ternak yang akan dipelihara benar-benar aman dari penyakit yang kemungkinan besar terbawa dari daerah asal.

Tahap pemeriksaan dan pengamatan bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit pada ternak. Tahap penanganan kesehatan ternak dimaksudkan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan medis pada ternak.

Tahap pengobatan untuk mengobati hewann ternak yang terdiagnosa sakit. Dan yang terakhir tahap pemberian vitamin bertujuan untuk menjaga produktivitas dari masing-masing hewan.

Baca Juga : Sistem Perkandangan Ternak Sapi Potong

Loading...
Loading...
Manajemen Kesehatan Ternak | ilmuhewan | 4.5