Langka dan Cara perawatan larva ( benih) ikan nila setelah penetasan

By On Wednesday, December 14th, 2016 Categories : Perikanan

Cara perawatan larva ( benih) ikan nila – Ikan Nila merupakan jenis ikan yang dapat berkembang biak dengan baik dan optimal. Suhu pada ikan lebih baik sekitar  20 – 30 0 C.

Ikan nila merupakan jenis hewan yang mengerami telurnya yaitu di dalam mulut. Telur akan dierami hingga menetas dan dia akan mengasuh anaknya kurang lebih selama 14 hari  hingga larva dari ikan dila bisa  berenang dengan bebas dan sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan.

Ikan nila betina yang akan mengerami dan mengasuh larva nila tersebut. Untuk pemijahan ikan jenis ini bisa dilakukan setelah berat ikan kurang lebih 100 gram per ekor.

Baca Juga : Cara Budidaya Dan Pemijahan Ikan Nila

Pemijahan akan dilakukan secara alami . Tugas dari ikan nila jantan adalah membuat sarang untuk ikan nila betika. Untuk budidaya ikan jenis ini sangat bagus jika pada bagian bawah kolam terdapat lumpur.

Anda bisa melakukan pendederan pada ikan nila ini jika ukuran ikan mencapai 2-3 cm. Setelah mencapai ukuran yang ditentukan maka anda bisa melakukan pendederan pada ikan tersebut. Untuk proses ini lebih baik menggunakan kolam yang ukurannya  luas.

Masa pemeliharaan benih ikan jenis ini kurang lebih 1 hingga 1,5 bulan maka benih ika jenis ini akan mencapai 10 hingga 12 cm.

Anda bisa memberikan pakan dalam masa pendederan ini menggunakan pelet yang memiliki protein 20 hingga 30%.

Pemberian pakan pada ikan tergantng dari ukuran ikan itu sendiri yaitu kurang lebih 30 %nya. Anda bisa memberikan pakan 2 hingga tiga kali sehari.

Untuk budidaya ikan yang baik anda harus memastikan oksigen yang ada dalam kolam mencukupi. Anda juga harus memperhatikan kualitas air yang akan anda taruh dikolam karena nantinya air akan mempengaruhi proses penetasan telur anda.

Dengan suhu yang tinggi maka penetasan maka proses penetasan akan lebih cepat. Untuk mendapatkan kuning telur yang berkualitas maka anda bisa memberikan suhu yang optimal untuk telur anda sehingga pada saat telur menetas anda akan mendapatkan larva yang berukuran besar dan memiliki organ yang lengkap. Untuk penetasan ikan anda bisa memberikan suhu kurang lebih  29 hingga 31 0 C.

Penetasan telur ini membutuhkan waktu kurang lebih 18 hingga 24 jam setelah pemijahan. Anda bisa menggunakan air yang bebas dari mikroorganisme agar penetasan bisa masimal.

Anda bisa mengendapkan air yang bisa digunakan untuk  penetasan telur kurang lebih 4 hingga 7 hari sebelum anda menggunakannya.

Untuk memperkuat kualitas maka anda bisa menambahkan zat antijamur yaitu methylen blue pada saat penetasan.

Anda juga bisa memberikan sinar pada air yang akan anda gunakan dalam proses penetasan. Setelah proses penetasan berhasil maka anda harus hati-hati terhadap penyakit yang fatal yaitu telur yang membusuk karena tidak menetas. Anda bisa menaruh pelekat telur agar kualitas tetap terjaga.

Larva hasil penetasan biasanya ditaruh di bagian dalam bak penetasan. Anda bisa menjaga kualitas air dengan cara menjaga kebersihan air yaitu anda bisa mengganti air 2 kali sehari agar kotoran yang ada di dalam kolam bisa hilang dan kualitas air tetap terjaga.

kotoran yang tersisa dan tidak dibuang akan  membusuk dikolam dan bisa menjadi faktor timbulnya penyakit yang bisa menyerang larva. Untuk menghindari stres pada larva maka anda harus hati-hati dalam proses pembuangan kotoran.

Baca Juga : Cara Membuat Pakan Alternatif Ikan Nila

Loading...
Langka dan Cara perawatan larva ( benih) ikan nila setelah penetasan | ilmuhewan | 4.5