Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Melimpah Klik DISINI

Keuntungan dan Kerugian Bila Ternak Kerbau

By On Wednesday, May 10th, 2017 Categories : Ternak Hewan

Keuntungan dan Kerugian Ternak Kerbau – Untung dan rugi memang merupakan pasangan yang tidak bisa terpisahkan untuk memulai usaha.

Walaupun memiliki perbedaan yang tidak bisa disatukan, tapi dua kubu ini biasanya muncul ketika seseorang berinisiatif untuk membuka sebuah usaha.

Usaha pun tidak selamanya membuahkan keuntungan. Ada kalanya harus mengalami pasang surut dan rugi besar. Apalagi membuka usaha bisnis ternak kerbau.

Baca Juga : Jenis-Jenis Makanan Untuk Hewan Kerbau

Tentu sebuah usaha besar yang terkadang membuat orang berpikir sekian kali untuk memulainya. Bukan tidak mungkin, memulainya saja dengan jerih payah, kalau pun rugi pasti lah harus merelakan uang yang terkuaras banyak.

Setidaknya dengan membaca artikel ini kamu paham akan keuntungan dan kerugian untuk memulai usaha ternak kerbau. Agar tidak salah langkah di kemudian hari, mari simak artikel ini.

 

Dapat Membantu Para Petani Dalam Membajak Sawah

Memang di era modern ini semua dilakukan dengan alat serba canggih. Kepraktisan sudah jadi unggulan bagi manusia modern sekarang. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa menggunakan kerbau untuk membajak sawah mempunyai keuntungan yang berlipat – lipat.

Pembajakan sawah yang dilakukan di luar negeri sana lebih mengutamakan alat yang super canggih. Kamu bisa menjangkau tanah lebih luas dan terhindar dari terik panas matahari.

Lain halnya jika kamu memutuskan untuk menggunakan kerbau untuk membajak sawah. Selain bisa digunakan jasanya, kamu juga bisa mengembangbiakkannya dan dapat memproduksi dagingnya.

Harga Yang Mewah

Memiliki usaha ternak kerbau memang bukan lah usaha yang sedikit. Untuk membuka usaha ini pun kamu harus merogoh kocek yang sangat dalam.

Tapi tidak dipungkiri bahwa dengan pemeliharaan yang baik maka kamu pun dapat meraup keuntungan yang banyak pula.

Dapat Memproduksi Susu dan Daging

Mungkin diantara kamu ada yang baru tahu bahwa kerbau ternyata dapat memproduksi susu seperti sapi. Jangan salah, ternyata sebanyak lima persen produksi susu yang tersebar di dunia adalah susu kerbau.

Ini karena susu kerbau memiliki rasa yang gurih, mengandung lemak yang tinggi. Bahkan produksi susu kerbau ini dapat diolah menjadi mentega, keju, es krim, yogurt, pastillas de leche dan susu pasteurisai (sumber Jauzanoey.wordpress.com).

Namun sayangnya dewi fortuner tidak selamanya berpihak pada para pengusaha ternak kerbau. Ada beberapa kendala yang sering dialami pemula untuk memulai usahanya.

Sebelum menjadi pengusaha ternak kerbau alangkah baiknya jika kamu mengetahui langkah – langkah benar apa saja yang harus dilakukan.

Setidaknya tidak ada kesalahan fatal yang mengakibatkan usaha jadi gulung tikar. Oleh karena itu, pengusaha harus pintar untuk mengembangbiakan kerbau agar populasinya tidak macet ditengah jalan, dan dapat menjual daging – dagingnya kepada para konsumen.

Mendapatkan daging kerbau yang sempurna pun harus lah dari bibit kerbau yang baik pula. Belum lagi dengan bahan makanan yang berlimpah guna mencapai bobot kerbau yang diinginkan.

Lahan Yang Terbatas

Untuk membuat usaha di tengah kota mungkin tidak lah gampang. Belum lagi para penduduk sekitar yang merasa tidak nyaman dengan aroma yang tidak enak dari kotoran kerbau yang dibuang tidak pada tempat seharusnya. Oleh karena itu, membuat usaha ternak kerbau ini harus lah memiliki lahan yang luas.

Persediaan rumput juga harus banyak agar kerbau tidak kehabisan bahan makanan. Makanya banyak para pengusaha ternak lebih memilih lokasi pedesaan untuk membuka bisnis ternak ini.

Selain masih banyaknya persediaan makanan yang melimpah, juga lahan yang luas agar kerbau bisa dilepas guna

Populasi Kerbau Yang Sedikit

Dibandingkan dengan sapi, populasi kerbau di Indonesia memang masih minim. Menurut situs Badan Pusat Statistik, populasi kerbau dari tahun ke tahun mengalami pasang surut. Jika dibandingkan dengan tahun 2009, pada tahun 2016 kebanyakan di berbagai provinsi Indonesia mengalami penurunan.

Contohnya saja di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2009 populasi kerbau yang tadinya sebesar 45,109 turun menjadi 27,723. Tentu dengan populasi seperti ini kebanyakan para calon pengusaha ternak kerbau lebih memilih berpindah ke lain hati.

Baca Juga : Cara Ternak Kerbau Untuk Pemula

Loading...
Keuntungan dan Kerugian Bila Ternak Kerbau | ilmuhewan | 4.5