KANDUNGAN DAN EFEK SAMPING JERUK BALI

By On Tuesday, July 16th, 2019 Categories : Kesehatan

KANDUNGAN DAN EFEK SAMPING JERUK BALI – Dalam bahasa Inggirs, jeruk bali disebut dengan pomelo. Untuk itu, Departemen Pertanian lebih menyarankan nama pomelo dibandingkan jeruk bali.

Namun, asal nama ilmiah jeruk bali, yaitu Citrus grandis atau Citrus maxima belum diketahui. Hal ini karena jeruk bali bukan berasal dari bali tetapi banyak tumbuh di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Jeruk bali merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan rendah kalori. Selain itu, buah jeruk bali memiliki kandungan kalium, fosfor, vitamin A, vitamin B1, magnesium, dan sejumlah senyawa : pektin, phenolic acid, asam-sitrat, beta-karoten, likopen, bioflavonoid, dll.

Namun, jeruk yang berukuran besar ini ternyata memiliki beberapa kondisi atau efek samping yang harus dihindari ketika mengkonsumsi buah ini diantaranya :

1). Mengkosumsi jus jeruk bali sebelum atau sesudah mengkonsumsi obat dapat mempengaruhi tingkat efektivitas obat tersebut. Hal tersebut karena kandungan biovailibilitas yang ada di dalam jeruk bali meningkatkan kerja obat sebanyak 2-3 kali dari yang seharusnya. Dianjurkan agar tidak mengkonsumsi jeruk bali dalam kondisi tersebut karena dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti overdosis dan keracunan obat.

Jeruk bali atau jus jeruk bali tidak dapat dikonsumsi dengan obat-obatan dibawah ini, baik buahnya atau jus buah jeruk bali antara lain :

  • Obat anti muntah : cisapride
  • Obat kanker, obat immunosupresan : cyclosporin
  • Obat anti kolestrol : lovastatin, atorvastatin, simvastatin
  • Obat hiptertensi, obat jantung : verapamil, nisoldipine, felodipine, nicardipine
  • Obat sedatif anti kejang / insomnia : triazolam, diazepam, midazolam.

2). Mengkonsumsi jeruk bali atau jus jeruk bali juga tidak disarankan untuk pemilik gigi sensitif, pasien yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, hingga pasien penderita batu ginjal. Beberapa kandungan senyawa di dalam jeruk bali kurang baik untuk kondisi tersebut.

3). Kandungan asam sitrat yang ada pada jeruk bali dapat mengakibatkan iritasi ketika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Selain itu, juga tidak disarankan untuk mereka yang sedang menjalani program diet mengkonsumsi buah ini karena akan memperburuk kondisi tubuh, bukan untuk mengurangi lemak dalam tubuh secara sehat.

Hindarilah kondisi-kondisi tersebut ketika hendak mengkonsumsi buah jeruk bali atau jus jeruk bali, terutama perhatikan kondisi-kondisi yang ada saat sedang mengkonsumsi obat-obatan. Demikianlah informasi mengenai efek samping dan kondisi-kondisi yang harus diperhatikan ketika mengkonsumsi jeruk bali maupun jus jeruk bali. Agar lebih sehat, konsumsi buah jeruk bali atau jus jeruk bali sesuai dengan kebutuhan dan jangan lupa campurkan dengan buah serta sayuran untuk hasil yang lebih maksimal. Semoga bermanfaat!

Loading...
Loading...
KANDUNGAN DAN EFEK SAMPING JERUK BALI | ilmuhewan | 4.5