Jenis Pakan Ulat Sutera

By On Friday, June 30th, 2017 Categories : Pakan Hewan

Jenis Pakan Ulat Sutera – Murbei merupakan salah satu jenis tanaman yang jarang ditemui di negara Indonesia. Tanaman yang satu ini berasal dari negeri China.

Tanaman murbei ini dibudidayakan agar dapat diambil daunnya untuk pakan ulat sutera. Tanaman yang satu ini kadang-kadang banyak tumbuh secara liar.

Buah daripada murbei ini jika masih yang muda akan berwarna hijau, sementara untuk buah murbei yang tua akan memiliki warna merah dan rasanya akan asam.

Baca Juga : Cara Ternak dan Budidaya Ulat Sutera untuk Pemula

Sementara itu, untuk buah yang sudah matang akan berwarna hitam dan manis. Ukuran yang dimiliki buahnya pun hanya sebesar ujung jari kelingking. Berikut adalah morfologi daripada tanaman Murbei ini :

Batang

  • Berkayu
  • Mencapai ketinggian hingga 10 meter
  • Batang mudanya akan berwarna hijau, akan berubah menjadi coklat kehitaman pada saat menjadi batang tua

Daun

  • Tumbuh berselang-seling
  • Permukaan daunnya akan mengkilap dan bentuk bulat telur
  • Tepi daunnya bergerigi dengan ujung yang runcing

Bunga

  • Bunganya berwarna hijau kekuningan
  • Merupakan bunga uniseksual (berkelamin tunggal)

Buah

  • Berwarna ungu-kehitaman
  • Memiliki bentuk bulat memanjang dengan rasa yang asam dan manis.

KANDUNGAN GIZI (Per 100 gram)

  • Vitamin A 25 iu
  • Vitamin B6 0.1 mg
  • Vitamin C 36,4 mg
  • Zat Besi 1,9 mg
  • Kalsium 39 mg
  • Magnesium 18 mg
  • Kalium 194 mg
  • Karbohidrat 10 gram
  • Protein 1,4 gram
  • Serat pangan 1,7 gram
  • Gula 8 gram

Daun murbei tersebut biasa diberikan sebagai pakan bagi ulat sutera. Jika kalian memiliki usaha ulat sutera dan ingin budidaya ulat sutera kalian akan berjalan lancar, maka kalian harus menyediakan daun murbei.

Nah, cara bertanam yang terencana penting agar dapat memasok daun murbei bagi pakan ulat sutera secara teratur.

Dikarenakan pakannya hanya daun murbei, maka usaha budidaya ulat sutera sangat tergantung terhadap tanaman ini. Produksi tanaman murbei yang ada di Indonesia sangatlah rendah, hanya sekitar 6 ton/ha/th. Pada dasarnya, produksi yang baik dapat mencapai 18 ton/ha/th. Akan tetapi, hasil daun yang dianggap cukup  hingga sebesar 9 ton/ha/th.

Tanaman murbei ini memiliki persyaratan ketinggian tempat tertentu, dikarenakan pada ketinggian berapa pun murbei dapat tumbuh, dari nol sampai dengan lebih dari seribu meter dpl.  Di beberapa tempat yang berada di Indonesia banyak juga ditemukan murei tumbuh secara liar.

Ulat sutera sendiri lebih cocok berkembang biak di tempat yang memiliki iklim yang sejuk, sehingga tanaman murbei paling ideal dapat ditanam pada ketinggian 400-800 meter dpl. Daerah yang memiliki temperatur rata-rata 21-23oC  ternyata sangat cocok untuk tanaman murbei.

Tanah untuk menanam tanaman ini sebaiknya memiliki pH di atas 6, teksturnya gembur serta memiliki ketebalan lapisan olah paling tidak sebesar 50 cm.

Tanah yang subur tentunya pasti memberikan dukungan pertumbuhan yang baik. Meskipun begitu, tanah yang kurang subur juga dapat dibantu dengan dosis pemberian pupuk yang tepat.

Jika kalian menanam tanaman murbei, maka harus mengetahui beberapa pantangannya.  Jangan menanam tembakau di dekat lahan penanaman tanaman murbei. Jarak yang dimiliki harus lebih dari 100 meter.

Racun serta bau pada tembakau bisa dengan mudah berpengaruh terhadap daun murbei sehingga ulat dapat mengalami keracunan.

Selain tanaman tembakau, tanaman lain yang memiliki senyawa racun yaitu cabai. Lokasi untuk penanaman tanaman murbei ini sebaiknya di daerah yang belum tercemar serta jauh dari aliran sungai yang mengandung limbah-limbah pembuangan pabrik. Pohon-pohon yang tinggi, gedung-gedung atau pepohonan rimbun kurang baik jika terdapat di sekitar tanaman murbei.

Baca Juga : Manfaat dan Khasiat Ulat Sutra

Loading...
Loading...
Jenis Pakan Ulat Sutera | ilmuhewan | 4.5