BISNIS ONLINE GRATIS HASIL MELIMPAH KLIK DISINI

Jenis-jenis Pakan Fermentasi Untuk Ternak Ruminansia

By On Monday, February 13th, 2017 Categories : Pakan Hewan

Jenis-jenis Pakan Fermentasi Untuk Ternak Ruminansia – Ilmuhewan.com – Bukan hanya tapai atau anggur saja yang bisa difermentasi. Tetapi, pakan ternak pun juga bisa dibuat fermentasi.

Perlu diketahui bahwa melakukan fermentasi pada pakan hewan ternak ruminansi seperti sapi, kambing, domba, kerbau atau kuda.

Ternyata, memberikan banyak keuntungan. Teknik ini semakin berkembang dan populer di dunia industri peternakan karena dianggap sangat efisien dan ekonomis.

Pakan fermentasi untuk hewan ternak ruminansi umumnya terbuat dari limbah pertanian atau daun daun hijau yang sengaja dilakukan pembusukan khusus atau fermentasi.

Baca Juga : Jenis rumput pakan ternak sapi

Fermentasi pada pakan hewan ternak ini berfungsi untuk meningkatkan level efisiensi dalam menyediakan pakan hewan ternak.

Pakan hewan ternak yang biasa kini semakin sulit didapat, terutama di perkotaan besar. Untuk mendapatkan rumput atau ilalang sebagai pakan ternak sapi organik, tidak jarang para peternak sapi harus mendatangkan pakan dari luar kota atau luar daerah yang masih memiliki persediaan rumput berlimpah. Tentunya, hal ini akan menambah modal dan biaya operasional termasuk transportasi.

Sementara itu, dengan pakan fermentasi untuk hewan ternak ruminansi, maka persediaan pakan memang sengaja dilakukan pembusukan jadi tidak ada masalah jika disimpan dalam waktu yang cenderung lama. Semakin lama, maka pakan fermentasi akan lebih mudah dicerna oleh hewan ternak ruminansi.

Jenis jenis pakan fermentasi untuk ternak ruminansi:

  • Tangkai jagung. Tangkai jagung serta daun dan kulitnya yang sudah mengering dapat dijadikan pakan sapi atau ternak ruminansi lainnya. Asalkan tangkai jagung ini sudah mengalami proses fermentasi.
  • Tongkol Jagung. Tongkol jagung kini bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Tidak ada lagi petani jagung yang rela membuang tongkol jagung secara percuma, karena bisa dijadikan pakan ternak dan memiliki nilai ekonomi. Setelah dilakukan fermentasi, tongkol jagung mengandung serat dan protein yang baik untuk ternak ruminansi.
  • Panen padi juga membuat produksi tangkai padi berlimpah. Tangkai padi atau jerami adalah pakan yang paling mudah untuk dilakukan fermentasi.
  • Hasil kebun kopi kadang juga membuang ampas kulit kopi begitu saja. Padahal justru ampas kulit kopi yang lunak dan gampang dicerna ternak ini sangat disukai oleh ternak. Terlebih ketika dilakukan fermentasi.
  • Kulit kakao atau kulit tanaman cokelat juga terkadang hanya dijadikan limbah yang terbuang. Sebaiknya, kulit kakao dilakukan fermentasi dahulu agar lebih mudah dicerna lambung hewan ternak ruminansi
  • Rumput atau ilalang kering juga baik untuk pakan fermentasi bagi ternak. Ketika musim kemarau atau musim paceklik, tidak perlu lagi repot mencari bahan pakan ternak. Rumput kering yang sudah difermentasi tidak kalah bernutrisi dibandingkan rumput segar yang masih hijau. Jangan membuang rumput kering yang sudah tua karena ternyata bisa dimanfaatkan lagi dengan fermentasi.

Bicara tentang rumput kering ini di luar negeri sudah cukup populer dijadikan pakan hewan ternak. Di Australia sendiri, para peternak sapi dan domba menjadikan rumput kering sebagai hay, yaitu rumput yang sudah kering hingga nol kadar air.

Hay atau rumput kering ini dijadikan dalam bentuk kotak kotak yang besar dan ditumpuk di dalam lumbung atau gudang. Jadi, meskipun disimpan dalam waktu yang relatif lama, rumput tetap dalam kondisi yang berkualitas baik.

Dengan mengetahui jenis jenis pakan fermentasi untuk ternak ruminansi, semoga para peternak kini semakin luas wawasan dan tidak perlu khawatir tentang ketersediaan rumput sebagai pakan ternak. Tanpa rumput segar pun, ternyata hewan ternak ruminansi masih bisa diberikan nutrisi yang baik.

Baca Juga : Cara Mudah Dalam Membuat Hay Pakan Ternak

Loading...
Jenis-jenis Pakan Fermentasi Untuk Ternak Ruminansia | ilmuhewan | 4.5