Jenis-jenis Bahan Pangan Hasil Ternak

By On Thursday, February 8th, 2018 Categories : Produksi

Jenis-jenis Bahan Pangan Hasil TernakIlmuhewan.com – Mengonsumsi makanan ke dalam tubuh ialah kegiatan wajib yang harus manusia lakukan untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti sekolah, bekerja, berlibur dan lain-lain.

Makanan yang dikonsumsi manusia terdiri dari dua bahan dasar, yakni bahan pangan hewani yang berasal dari hewan dan bahan pangan nabati yang bersumber dari tanaman.

Kedua bahan pangan ini hendaknya dikonsumsi secara seimbang untuk menciptakan nutrisi yang baik bagi tubuh manusia.

Artikel kali ini akan membahas tentang jenis-jenis bahan pangan hasil ternak atau bahan pangan hewani yang biasa dikonsumsi oleh manusia di kehidupan sehari-hari. Semoga penjelasan di bawah ini dapat menambah pengetahuan para pembaca sekalian, ya!

Baca Juga : Pengertian Dan Pemanfaatan Mikrobiologi Teknologi Hasil Ternak

Bahan pangan hewani yang biasa kita konsumsi sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi merupakan bahan pangan yang berasal dari peternakan atau budidaya.

Hewan-hewan seperti ayam, sapi dan ikan dikembang biakkan di sebuah peternakan dengan pengawasan ketat agar terjaga kebersihan serta kebutuhan nutrisi hewan tercukupi demi menghasilkan bahan pangan yang berkualitas. Terdapat beberapa jenis bahan pangan hasil ternak, antara lain:

  • Daging

Bila mendengar kata ‘daging’, mungkin yang langsung terlintas dalam pikiran kita ialah daging sapi yang masih segar ataupun olahannya yang selalu menggugah selera.

Namun, daging sebagai bahan pangan terdapat beberapa jenis, seperti daging sapi, daging ayam, daging kelinci, daging bebek serta beberapa jenis daging lainnya. Secara umum, daging mengandung banyak protein seperti asam amino, lemak, vitamin dan mineral.

Namun, kandungan gizi dalam daging dapat berbeda-beda bergantung pada bagian daging, missal paha, dada atau kepala; serta dipengaruhi oleh usia hewan saat disembelih, lingkungan peternakan, pakan, tingkat stress hewan, dan lain-lain.

Daging dapat rusak akibat pengaruh mikroorganisme yang ada pada daging. Daging yang rusak biasanya mengeluarkan aroma busuk, berlendir dan terdapat perubahan warna.

Hal ini dipengaruhi oleh kebersihan dan kehigienisan dari tempat penyembelihan hewan, tempat penyimpanan hingga proses distribusi daging.

Sejak diternakkan hingga disembelih dan didistribusikan dagingnya ke konsumen, kondisi tempat-tempat tersebut hendaknya bersih dan higienis agar daging terjaga kebersihan, kandungan gizi serta terhindar dari bakteri ataupun mikroorganisme yang dapat merusak kesegaran daging.

Setelah dilakukan penyembelihan, daging akan terkena sifat siologis dalam tiga tahapan. Pertama ialaha pre rigor dimana daging akan menjadi lunak karena adanya penumpukan asam laktat serta metabolisme daging menjadi anaerobik. Daging yang kenyal ini sangat cocok untuk kemudian diolah menjadi sosis. Kemudian tahapan kedua ialah rigor mortis dimana otot daging menjadi keras dan kaku dan cocok untuk diolah menjadi dendeng, dan tahap terakhir ialah post mortis.

  • Ikan

Indonesia sebagai negara kepulauan yang mayoritas wilayahnya diisi oleh perairan memiliki beragam jenis ikan konsumsi yang memiliki kandungan gizi tinggi bagi manusia. Ikan sendiri dapat dikelompokkan berdasarkan habitatnya, yakni ikan laut seperti ikan tuna, ikan sarden dan ikan kod; kemudian ikan darat atau ikan budidaya di daratan seperti ikan lele, ikan mujair, ikan mas dan ikan nila dan yang terakhir ialah ikan migrasi atau ikan yang habitatnya di laut namun bertelur di sungai seperti ikan salem dan ikan salmon.

Tiap ikan memiliki kandungan gizi yang berbeda dan memiliki kandungan protein serta lemak esensial, karbohidrat, mineral dan vitamin. Jenis ikan yang memiliki kandungan gizi tinggi sangat digemari oleh mikroba pembusuk sehingga mudah rusak atau perisable apabila disimpan di suhu kamar.

Kerusakan ikan setelah mati dikarenakan oleh aktivitas kimiawi, enzim dan mikrobiologis. Enzim yang terdapat dalam tubuh ikan akan bereaksi dan merombak tubuh ikan serta merubah rasa, warna, bau hingga tekstur.

Bau tengik yang biasa tercium pada ikan disebabkan oleh proses oksidasi lemak daging ikan oleh oksigen. Kerusakan pada ikan juga dapat dipengaruhi oleh kerusakan ketika ikan dipanen seperti terdapat goresan pada tubuh ikan akibat alat tangkap yang menyebabkan mikroba pembusuk cepat berkembang biak.

  • Telur

Selain menghasilkan daging, ayam juga menghasilkan telur yang berguna sebagai bahan pangan manusia. Rasa telur yang gurih dan dapat diolah menjadi apapun menyebabkan bahan pangan satu ini sangat digemari masyarakat.

Telur memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat baik bagi tubuh manusia, dimana putih telur terdapat protein, karbohidat dan mineral serta kuning telur yang terdapat karbohidrat, mineral, vitamin, lemak dan protein.

Meski kandungan gizinya tinggi, telur juga berpotensi menyebabkan penyakit terhadap manusia apabila di dalam telur terdapat bakteri Salmonella yang menyebabkan diare dan penyakit perut lainnya.

Adanya Salmonella ini berasal dari kotoran ayam. Telur yang terkontaminasi oleh Salmonella biasanya terdapat pada telur yang mengalami kerusakan pecah cangkang telur sehingga bagian dalam telur terkontaminasi dengan mudah. Dengan proses pemasakan dan penyimpanan yang tepat dapat mencegah dan menghilangkan bakteri Salmonella dari telur.

  • Susu

Sama seperti ayam, sapi tidak hanya menghasilkan daging untuk dikonsumsi manusia. Susu segar yang biasa kita minum berasal dari mamalia berkaki empat ini.

Susu mengandung gizi tinggi seperti vitamin, lemak, protein, karbohidrat dan mineral. Vitamin yang ada pada susu ialah vitamin A, D, E, K, C, tiamin (B1), riboavin (B2), biotin, choline, piridoksin, asam folat, dan lain-lain.

Dua komponen penyusun utama susu ialah krim dan skim. Krim ialah bagian atasa dari susu yang sebagian besar terkandung lemak dan krim.

Sedangkan skim ialah bagian bawah dari krim yang mengandung air serta protein. Krim ini dapat diolah menjadi mentega sedangkan skim digunakan untuk olahan susu dan lainnya. Susu termasuk dalam bahan pangan yang mudah rusak karena enzim yang terdapat dalam susu serta mikroba yang ada di dalamnya.

Baca Juga : Cara Mengolah dan Membuat Ikan Beku

Loading...
Loading...
Jenis-jenis Bahan Pangan Hasil Ternak | ilmuhewan | 4.5