Istilah-istilah Penting Dalam Dunia Peternakan

By On Wednesday, February 22nd, 2017 Categories : Info Lainnya

Istilah-istilah Penting Dalam Dunia Peternakan – Berkecimpung dalam dunia peternakan, mau tak mau harus perlu mengetahui sejumlah istilah- istilah penting dalam dunia peternakan.

Biasanya, istilah –  istilah penting dalam dunia peternakan ini kerap dipakai untuk acara penyuluhan oleh para penyuluh peternakan, seminar peternakan, ataupun ketika bertemu dengan para peternak lainnya.

Tidak mau kan minder karena kurang update dengan istilah- istilah penting dalam dunia peternakan?

Nah, maka dari itu sebaiknya Anda coba pelajari beberapa istilah- istilah penting dalam dunia peternakan berikut:

  1. Air metabolis: merupakan zat cair yang dihasilkan dari penguapan organik dalam sel
  2. Anti vitamin: merupakan zat yang tidak bersifat seperti vitamin, tapi masih berhubungan dengan pergerakan biologi vitamin.
  3. Apparent Digestible Coeficient (ADC) : sistem cerna semu yang koefisien
  4. Aras: perlakuan yang berbeda
  5. Bahan baku pakan (Feed ingredient): pembentuk atau penyusun yang dikombinasikan untuk campuran makanan ternak. Ada nilai gizi tertentu dalam ransum ternak. Bahan baku bisa berasal dari tanaman, hewan atau organik.
  6. Bahan pakan (feedstuff): pembentuk berbagai bahan yang masih diproses, setengah jadi atau sudah jadi bahan baku. Bisa dicampur dalam pakan atau langsung diberikan ke ternak.
  7. Bahan pangan (foodstuff): penyusun atau campuran makanan ternak yang berupa bahan masih proses, setengah proses atau bahan sudah jadi.
  8. Bahan-bahan yang tidak diinginkan/Cemaran (undesirable substances): bahan pangan yang sudah diseleksi dan tidak terpakai karena mengandung unsur-unsur yang membahayakan kesehatan hewan.
  9. Bobot badan metabolis merupakan kadar berat tubuh hewan ternak sebesar 0,75.

**

  1. CNS (Central Neurvous System) : sistem saraf pengendali pusat
  2. Cyanogenic glycoside, cyanoglycosida atau cyanogen merupakan zat yang bila dikondisikan dengan asam akan mengikuti hidrolisis dan melepaskan hydrogen cyanida (HCN).

**

  1. Defisiensi nutrien: sebuah kondisi di mana tubuh ternak mengalami penurunan fungsi karena kebutuhan nutrisi yang berkurang. Bisa menyebabkan gejala negatif hingga kematian.
  2. Diet: kombinasi bahan pakan untuk mengatur pola makan ternak
  3. Digestible Coeficient (ADC): sistem cerna sejati yang koefisien
  4. Digestible Energy (DE) / Energi Dapat Dicerna (EDD): tenaga yang bisa dikelola oleh ternak dalam sistem pencernaan

**

  1. Gizi berlebih: kondisi di mana jumlah nutrisi melampaui batas standar hingga obesitas.
  2. Gizi buruk (malnutrition): kekurangan nutrisi pada hewan ternak bisa disebabkan karena faktor lingkungan, kurang perawatan, minimnya bahan pakan dan sebagainya.
  3. Gross Energy (GE) / Energi Bruto (EB): kalor yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan makanan ternak

**

  1. Heat Increament (HI): kalor yang dikeluarkan dari pembakaran zat makanan
  2. Herbivora : jenis hewan yang memakan tumbuhan dan dedaunan hijau dengan sistem pencernaan khusus untuk mencerna tumbuhan.
  3. Hipotesis: jawaban atau uraian penjelasan atas solusi suatu permasalahan
  4. Imbuhan Pakan (Feed additives): campuran yang sengaja ditambahkan ke pakan ternak agar menambah kadar gizi pakan ternak.
  5. Karnivora: jenis hewan yang memakan daging atau protein nabati. Memiliki gigi taring untuk mengoyak daging mangsa.

**

  1. Zat makanan atau nutrien (nutrient): bahan penyusun pakan untuk mendukung pertumbuhan hewan ternak. Bisa terdiri dari lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin.
  2. Zat makanan esensial atau indispensible: bahan penyusun yang terdapat dalam ransum ternak yang tak mampu disintesis dalam tubuh sesuai jumlah standar kebutuhan tubuh.

Baca Juga : Perbedaan Ransum dan Konsentrat dalam Bidang Peternakan

Istilah-istilah Penting Dalam Dunia Peternakan | ilmuhewan | 4.5