Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Hewan yang Sunnah Untuk Dibunuh Menurut Al-Qur’an

By On Monday, May 15th, 2017 Categories : Islam

Hewan yang Sunnah Untuk Dibunuh Menurut Al-Qur’an – Umat Islam menganggap Al-Qur’an merupakan pedoman untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Hal ini karena dalam Al-Qur’an mencangkup segala yang manusia lakukan dalam sehari-hari, mulai dari makan, tidur, mandi dan lain-lain.

Salah satu yang dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah hewan yang sunnah untuk dibunuh menurut Al-Qur’an.

Berdasarkan Al-Qur’an, para Ulama mengkategorikan hewan dalam kondisi boleh tidaknya di bunuh atau sunnah sebagai berikut.

Hewan memiliki naluri buas

Hewan buas, merupakan hewan yang memiliki populasi jauh dari permukiman manusia dan hidup didaerah seperti hewan belantara, gurun atau pegunungan.

Menurut Al-Qur’an kita boleh membunuh hewan buas apabila kita dalam keadaan terancam dan juga untuk dimanfaatkan anggota tubuhnya seperti diambil kulitnya.

Hewan yang tidak memiliki naluri buas

Pada kelompok ini, hewan yang dimaksud adalah hewan yang apabila diganggu bisa menjadi buas. Contoh dari hewan ini adalah anjing dan kucing.

Apabila kedua hewan ini membahayakan atau menganggu bisa dibunuh, seperti anjing yang menyerang orang atau anjing gila dan juga apabila kucing memangsa hewan ternak sehingga merugikan.

Hewan berbahaya

Hewan berbahaya yang dimaksud adalah hewan yang bisa saja atau sering berada di lingkungan manusia seperti ular. Hewan ini boleh di bunuh dalam kondisi apapun.

Seperti dalam hadist nabi, “Lima jenis hewan yang harus dibunuh, baik ditanah haram maupun di tanah dewasa yaitu ular, kalajengking, tikus, anjing buas dan burung rajawali”, (H,R. Abu Daud) dalam riwayat lain juga menyebutkan burung gagak.

Sehingga jika kita menjumpai hewan tersebut boleh langsung membunuhnya karena hewan tersebut tergolong hewan fasiq.

Kecuali ular yang tidak berbisa yang hanya lewat saja tidak boleh langsung dibunuh, namun harus memberi peringatan terlebih dahulu atau disingkirkan namun jika enggan boleh langsung di bunuh.

Hewan tidak berbahaya namun dianjurkan dibunuh

Yang tergolong dalam hewan ini adalah cicak dan tokek. Karena menurut riwayat ketika nabi Ibrahim dibakar oleh raja Namrud, kedua hewan ini ikut meniup apinya seperti hadist berikut ini :

Dalam haditsnya, dari A’isyah beliau berkata: ”Sesungguhnya Rosulullah menceritakan  kepada kami bahwa Nabi Ibrahim alaihissalam ketika dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrudz, tidak ada seekor hewan pun melainkan berusaha memadamkan api, kecuali cicak. Reptil ini malah meniu-niup api agar tidak padam, sehingga Rasulullah memerintahkan untuk membunuhnya” (HR: Ahmad dan An-Nasa’i).

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Barang siapa berhasil membunuh seekor cicak dengan sekali pukulan maka akan dicatat seratus kebaikan untuknya. Jika ia berhasil membunuhnya dengan dua kali pukulan, maka kebaikannya akan lebih sedikit dari yang pertama. Selanjutnya, jika ia berhasil membunuhnya dengan tiga kali pukulan, maka kebaikannya akan lebih sedikit dari yang kedua”.

Hewan serangga

Serangga memang diperbolehkan untuk dibunuh dan dimakan seperti contohnya belalang. Namun tidak semua jenis serangga boleh dibunuh, ada juga beberapa jenis serangga yang tidak boleh dibunuh yaitu semut, lebah, burung hud-hud dan burung Surrad seperti yang dijelaskan pada hadist berikut ini :

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

“Dari Rasulullah saw,  bahwa seekor seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan untuk mendatangi sarang semut dan membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya: Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih.”,  (Shahih Muslim No.4157).

Namun,  menurut ulama Maliki jika hewan tersebut mengganggu maka dianjurkan untuk membunuh karena berlandaskan pada kaidah hukum Islam yaitu “semua yang menimbulkan bahaya (madharat) harus dihilangkan”.

Loading...
Hewan yang Sunnah Untuk Dibunuh Menurut Al-Qur’an | ilmuhewan | 4.5