Fakta Unik Burung Pelatuk

By On Monday, September 25th, 2017 Categories : Fakta Unik, Info Lainnya

Fakta Unik Burung Pelatuk – Pernah nonton Woody Woodpecker?

Yah, tokoh kartun burung lucu dari tahun 1990an ini dulu populer, dengan jenis suara yang khas dan kebiasannya mematuk-matuk kayu atau pohon.

Burung pelatuk merupakan burung yang bisa ditemukan di mana-mana, kecuali Australia, Papua, Selandia Baru dan Madagaskar. Habitatnya adalak kawasan hutan berkayu.

Mau tahu serba-serbi burung pelatuk?

Berikut serba-serbi burung Pelatuk.

  1. Burung pelatuk memiliki panjang 7 cm-50 cm, dan beratnya bisa mencapai 500 gram. Burung pelatuk punya berbagai jenis dan subras, seperti great slaty woodpecker,  imperial woodpecker dan ivory-billed woodpecker. Jenis terkenal adalah burung pelatuk bawang, ulam dan tungir emas. Beberapa jenis woodpecker sudah punah. Warna burung Pelatuk bermacam-macam. Ada yang berwarma hitam, abu-abu atau coklat keemasan, dengan corak yang berbeda-beda pada kepala dan sayap. Kakinya terdiri dari 2 cakar di bagian depan dan 2 cakar di bagian belakang, yang memudahkan burung pelatuk untuk bisa memanjat pohon.
  2. Burung pelatuk memakan berbagai jenis serangga, seperti semut, ulat bulu, laba-laba, cacing, buah-buahan, kadal, dan dia memiliki cara unik untuk berburu serangga. Biasanya ada beberapa jenis serangga yang bersarang di dalam pohon. Lalu burung pelatuk akan mulai mematuk-matuk dengan paruhnya yang kuat, sampai mebuat lubang bahkan terowongan kecil pada kayu pohon. Paruh burung pelatuk terdiri dari 3 lapisan, dengan keratin dan lapisan protein. Lidah burung pelatuk cukup panjang untuk mencapai serangga, dilengkapi dengna enzim yang bisa merekatkan serangga.
  3. Selain untuk berburu mangsa, ternyata tekhnik mematuk burung pelatuk merupakan sinyal dan cara berkomunikasi dengan burung pelatuk lainnya. Pola setiap burung pelatuk dan interval antara mematuk dan berhenti pada setiap burung pelatuk berbeda-beda. Jadi, mematuk pada burung pelatuk merupakan tanda bagi burung pelatuk jantan untuk menandai wilayah kekuasannya.
  4. Lalu apakah burung pelatuk tidak pusing karena kepalanya sering mematuk kayu yang keras? Satu hari burung pelatuk bisa mematuk kayu 8.000-12.000 kali. Ternyata tubuh burung pelatuk menyesuaikan diri dengan kondisi keseharian burung pelatuk, karena di bagian kepalanya terdapat lapisan yang melindungi bagian otak. Suara burung pelatuk terbilang unik dan beberapa orang ada yang memlihara burung pelatuk untuk mengikutsertakan burung peliharaanya ke dalam lomba atau kontes kicauan.
  5. Sarang burung pelatuk juga dibuat di dalam pohon. Setelah melakukan perkawinan, maka burung pelatuk akan mulai membuat sarang di dalam pohon, seperti rumah pohon. Bisa dibayangkan burung pelatuk bisa mematuk dan menenembus kayu-kayu yang keras. Burung pelatuk jantan biasanya lebih besar, dengan corak yang berwarna di bagian jambulnya. Burung pelatuk termasuk ke dalam jenis hewan yang mudah diidentifikasi perbedaan antara jantan dan betinanya.
  6. Burung pelatuk sendiri sering dibudidayakan, di kebun binatang sebagai tontonan. Namun beberapa burung pelatuk malah menjadi perusak, karena merusak tanaman dan buah-buahan. Cara pembudidayaan burung pelatuk mirip dengan budidaya burung gereja. Seekor burung pelatuk betina bisa menetaskan 2 sampai 4 butir telur, dan dierami selama kurnag lebih 2 minggu. Untuk kandang sebaiknya dibuat dari bahan dasar yang terbuat dari kayu atau papan kayu. Cara untuk menarik burung pelatuk bisa juga dengan mengubah settingan taman seperti hutan kayu. Untuk burung pelatuk juga bisa dipersiapkan makanan burung pada umumnya seperti serangga dan kacang-kacangan atau biji.

Itu tadi serba-serbi burung pelatuk.

Baca Juga : Fakta unik burung kakatua raja, burung eksotis

Loading...
Loading...
Fakta Unik Burung Pelatuk | ilmuhewan | 4.5