Fakta lintah, pakan ikan-ikan hias jenis carnivora

By On Wednesday, September 6th, 2017 Categories : Fakta Unik, Pakan Hewan

Fakta unik lintah sebagai pakan ikan – Lintah. Siapa yang tidak tahu hewan jenis satu ini?

Disebut juga hewan vampir, karena menyedot darah dalah jumlah yang cukup banyak, dan gigitannya cukup menyakitkan jika kena ke kulit.

Meskipn kita tahu ada jenis hewan yang menyedot darah seperti nyamuk, namun lintah lebih berbahaya dan patut diwaspadai. Seperti apa lintah?

Baca Juga : Fakta dan tips budidaya ikan black ghost

Berikut fakta lintah, pakan ikan-ikan hias jenis carnivora.

  1. Lintah merupakan jenis cacing yang nama Inggrisnya adalah Leech, sering juga disebut pacet oleh orang-orang Indonesia,  yang termasuk ke dalam kelas Hirudinea. Lintah termasuk hewan yang hemafrodit, yang memiliki jenis kelamin ganda yaitu betina dan jantan. Lintah bisa hidup di berbagai habitat, seperti air laut, air tawar ataupun di darat. Lintah termasuk jenis hewan carnivora, yang memangsa hewan yang ukurannya bisa lebih besar seperti ikan, siput, serangga dan udang-udangan.
  2. Lintah juga bisa menyedot darah sebagai makanannya. Cukup berbahaya, namun lintah juga bisa digunakan sebagai bahan obat. Karena sifatnya yang menyedot darah, pada abad ke 18 dan 19 di Eropa dan Amerika Utara, dimulai dari peradaban India dan Yunani, lintah dijadikan obat alternatif untuk menghilangkan racun yang ada di dalam darah. Lintah bisa hidup juga di rawa-rawa dan area persawahan, yang pastinya akan mengincar hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing.
  3. Lintah sendiri mengalami perkembangan yang cukup kompleks, dimulai dari jenis lintah yang tidak bergerigi, yang tidak bisa menghisap darah, yang hanya memiliki probosis sampai jadi lintah yang ada saat ini. Bentuk tubuhnya seperti cacing namun dengan tubuh yang lebih berisi.
  4. Ternyata fase kehidupan lintah dimulai dari fase larva yang cukup rumit sampai menjadi lintah dewasa. Lintah termasuk hewan yang bergerak dengan seluruh tubuhnya, berenang di perairan untuk menjangkau berbagai daerah yang ada di seluruh perairan. Dengan begitu juga lintah bisa menemukan mangsa. Mulut lintah cukup lebar, dengan probosis untuk menghisap darah, dan gigi gerigi yang tajam tertanam di rahang lintah.
  5. Apabila terkena gigitan lintah, jangan langsung mencabut lintah dengan paksaan, karena hanya akan menyebabkan jaringan kulit terobek. Adalah lebih baik dengan memberikan alkohol, garam atau dengan menyulut api agar lintah melepaskan gigitan sendiri. Meskipun begitu gigitan lintah cukup menyakitkan dan bsia membawa bekas bagi kulit yang tergigit oleh lintah.
  6. Lintah bisa dibudidayakanm,  dan tentunya untuk pakan ikan-ikan hias yang carnivora, seperti piranha, arapaima, aligator dan ikan arwana. Namun hati-hati jika menempatkan lintah di lingkungan yang banyak ikan herbivora atau omnivora ukuran kecil, karena lintah akan menghisap dan memangsa ikan-ikan tersebut.
  7. Untuk budidaya, bsia disiapkan kolam dengan suhu air sampai 27 derajat celcius. Ph air di antara 5-7 ph, dan jangan lupa memberikan media untuk bertelur seperti akar-akar tanaman, pasir dan genteng.Proses pembuahan dilakukan selama kurang lebih 6 bulan, sampai muncul anak lintah yang jumlahnya sampai 20 per induk.
  8. Kandungan gizi yang terdapat pada lintah adalah zat antikoagulan, yang mencegah pengentalan darah. Lintah juga mengandung protein untuk regenerasi dan pertumbuhan, Untuk ikan sendiri, lintah bisa menambah stamina, dan dipercaya juga bisa membuat corak warna ikan hias menjadi lebih indah. Karena sifatnya yang hemafrodit, lintah mudah untuk dibudidayakan. Lintah juga bisa digunakan untuk memancing ikan.

Itu tadi fakta lintah, pakan ikan-ikan hias jenis carnivora.

Baca Juga : Klasifikasi Hewan Vertebrata dan Invertebrata

Loading...
Loading...
Fakta lintah, pakan ikan-ikan hias jenis carnivora | ilmuhewan | 4.5