Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Fakta dan tips memelihara burung elang Jawa

By On Wednesday, September 13th, 2017 Categories : Burung

Fakta dan tips memelihara burung elang Jawa – Tahu film The Legend of Condor Heroes?

Film kolosal dari negeri Tiongkok yang populer di era 90an itu menceritakan tentang soerang pendekar sakti yang bernama Yoko, yang memiliki cinta terlarang dengan gurunya sendiri yang lebih tua umurnya, dan ditolong oleh seorang burung rajawali raksasa, namun diceritakan mahir bertarung meskipun tangannya hanya satu, akibat salah satu tangannya yang hilang karena bertarung.

Nah tentunya terkait dengan burung elang, kita juga sering mendengar istilah burung rajawali.

Apa perbedaan antara burung elang dan rajawali?

Baca Juga : Burung kuau, burung eksotis yang sudah hampir punah dan terancam keberadaannya

Ternyata burung rajawali memiliki ukuran yang lebih besar daripada elang. Pernahkah Anda mendengar burung elang Jawa?

Berikut fakta dan tips memelihara burung elang Jawa.

  1. Burung elang jawa, yang disebut juga sebagai Nisaetus bartelsi, termasuk ke dalam jenis burung elang yang ukurannya sedang, hanya mencapai 60 centimeter. Warna burung elang jawa adalah kecoklatan, dengan sayap dan bagian punggung berwarna coklat pekat. Keunikan lain dari burung elang jawa adalah adanya mahkota di atas kepalanya yang seperti bulu. Semakin dewasa burung elang jawa maka semakin banyak juga rambut yang ada di bagian kepala alias mahkotanya.
  2. Struktur badan dari elang jawa adalah tegap, tinggi dan gagah. Tatapan matanya cukup tajam, karena jenis burung elang biasanya memiliki indera penglihatan yang kuat , yang bisa memangsa mangsa yang jaraknya bermeter-meter jauhnya, menukik terbang tajam. Burung elang jawa termasuk hewan endemik dari Indonesia, berasal dari pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur, di pulau Sempu, di taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan beberapa ada yang disebar ke kebun binatang yang ada di Indonesia seperti kebun binatang Bandung.
  3. Burung elang jawa termasuk hewan yang monogami, artinya hanya memiliki satu pasangan saja. Induk elang jawa akan menetaskan satu butir telur saja di puncak pepohonan. Makanan dari ikan elang jawa adalah burung, kadal, kelelawar dan berbagai jenis tikus serta reptil. Burung elang jawa dipercaya sebagai sosok garuda, yang merupakan lambang dan maskot dari negara Indonesia. Burung garuda ternyata merupakan burung raksasa yang dipercaya di dalam mitos kepercayaan Hindu dan Budha, yang merupakan kendaraan dari dewa.
  4. Populasi burung elang jawa mulai menurun, dan burung elang jawa termasuk hewan yang dilindungi alias hampir punah. Ada sekitar 325 pasang burung elang jawa, yang diperkirakan seharusnya mencapai 1,400 pasang agar ideal. Pada 2025 diperkirakan burung elang jawa akan punah jika tidak dirawat dan dibudidayakan.
  5. Untuk alasan estetika dan burung hias jelas burung elang jawa bisa dijadikan alternatif. Namun sayangnya burung elang jawa tidak boleh sembarangan dipelihara, karena merupakan satwa yang dilindungi. Nah untuk pemeliharaan burung elang jawa, yang perlu dilakukan adalah sama seperti yang perlu dilakukan saat memelihara elang. Burung elang jangan dikandangkan, karena spesies elang merupakan spesies hewan yeng terbiasa dengan alam bebas. Ikat saja kaki elang jawa agar tidak kabur, atau kalau memiliki jenis taman yang ada kubah transparannya, burung elang jawa bisa dilepas bebas.
  6. Jangan lupa memberikan pakan untuk elang jawa. Bisa diberikan jenis tikus, daging ayam atau bebek, daging kelinci atau merpati. Namun perlu diingat bahwa burung elang jawa lebih baik diberik jenis daging atau mangsa yang masih hidup. Dan jangan lupa berbagai jenis penyakit kulit yang biasa menyerang burung elang, sehingga burung elang harus rutin diberikan vaksin.

Itu tadi fakta dan tips memelihara elang Jawa.

Baca Juga : Apa yang harus dilakukan jika kita menemukan spesies burung kecil yang terlantar?

Loading...
Fakta dan tips memelihara burung elang Jawa | ilmuhewan | 4.5