Fakta dan kandungan gizi di dalam pakan cacing darah

By On Tuesday, September 5th, 2017 Categories : Fakta Unik

Fakta dan kandungan gizi di dalam pakan cacing darahUntuk memelihara binatang, tentunya kita harus bsia merawat dengan cara terbaik agar binatang peliharaan bisa bertumbuh dengan baik.

Untuk ikan sendiri, ada jensi pakan yang umum diberikan kepada ikan baik jenis hias maupun jenis pedaging, yaitu cacing.

Namun tahukah kamu cacing darah?

Penggemar ikan hias pasti kebanyakan tahu. Seperti apa fakta dan kandungan gizi di dalam pakan cacing darah?

Baca Juga : Mengapa cacing bisa menyuburkan tanah?

Berikut fakta dan kandungan gizi di dalam cacing darah.

  1. Cacing darah termasuk ke dalam family cacing, polychaetes. Dan daerah asal dari cacing darah adalah Amerika Serikat. Di Amerika Serikat sendiri cacing darah sering dijadikan umpan untuk memancing ikan. Kini cacing darah tersebar di berbagai daerah di seluruh penjuru dunia. Cacing darah tinggal di daerah lautan dan pinggir pantai. Cacing darah memiliki warna merah mudah dan krem. Ternyata cacing darah bisa tumbuh sampai 35 centimeter panajngnya. Cacing darah merupakan perenang yang buruk, namun bisa beradaptasi di tempat dengan kadar oksigen dan kadar yang buruk atau rendah, seperti tepi pantai.
  2. Cacing darah termasuk hewan karnivora, yang memakan jenis daging ataupun menghisap darah. Cacing darah memiliki taring yang jumlahnya empat, yang bisa merobek daging dengan mudah, dan ternyata gigitan cacing darah cukup menyakitkan bagi mahkluk hidup yang terkena gigitan cacing darah.Selain menyakitkan, gigitan cacing darah mengandung racun yang cukup menyengat. Cacing darah bisa saling memakan satu sama lain. Dan tentunya lebih sering dijadikan mangsa bagi ikan ataupun jenis burung yang ada di pinggir pantai.
  3. Fungsi reproduksi ternyata dimulai pada musim panas, ketika suhu udara mulai menjadi hangat. Dan ketika masuk ke masa kawin, kedua cacing darah baik jantan atau betina akan melepaskan gamet, lalu muncul cacing darah baru. Fase hidup anakan cacing darah dimulai dari telur, larva  kecil sampai akhirnya jadi cacing dewasa. Setelah itu ada fase lain yang dilewati, yaitu menjadi sejenis serangga semacam nyamuk, yang bernama chironomous. Bisa juga ditemukan di habitat seperti danau.
  4. Nah untuk kandungan gizinya, cacing darah ternyata memang baik untuk pakan ikan karena mengandung 60 persen protein, 10 persen lemak dan sisanya ekstrak lain serta zat besi. Protein ini jelas berguna untuk mencegah ikan terkena penyakit, regenerasi dan pertumbuhan, lemak sebagai sumber tenaga, dan ada pigmen karoten yang ternyata bisa mencerahkan warna tubuh dari ikan hias. Warna ikan hias yang cerah akan mempengaruhi performa dan kualitas dari cacing darah. Terutama jika ingin agar warna merah terang muncul pada jenis ikan cupang, bisa diberikan cacing darah dalam jumlah yang disarankan.
  5. Cacing darah juga bisa digunakan sebagai indikator dari tingkat keasaman dan kebersihan dari suat u kawasan perairan. Jika suhu tubuh terlalu panas atau dingin, dan tingkat keasamannya terlalu tinggi maka cacing darah tidak dapat hidup. Cacing darah bisa dibudidayakan, karena cacing ini juga berkembang biak dengan pesat, dan untuk pakan pun tidak repot. Budidaya cacing darah bisa menghasilkan uang, karena cacing darah bisa dijual, baik dibekukan atau dikeringkan, untuk dijadikan makanan ikan hias.Ada juga kombinasi antara cacing darah kering yang dibekukan, atau yang dikemas dalam bentuk konsentrat. Cukup banyak online shop yang menjual cacing darah.

Itu tadi fakta dan kandungan gizi di dalam cacing darah.

Baca Juga : Ciri dan Karakteristik Annelida (Cacing Gelang)

Loading...
Loading...
Fakta dan kandungan gizi di dalam pakan cacing darah | ilmuhewan | 4.5