Dampak Negatif dan Buruk Pemberian Doping Pada Burung Pleci

By On Monday, August 21st, 2017 Categories : Burung

Dampak Negatif dan Buruk Pemberian Doping Pada Burung Pleci – Menang dalam perlombaan burung adalah tujuan utama si pemilik setelah memberikan perawatan yang ekstra dan tentunya juga latihan yang banyak memakan waktu.

Banyak hal yang harus dikorbankan terutama keuangan demi menciptakan burung yang sempurna di perlombaan nanti.

Demikian pula yang dilakukan oleh para pecinta burung pleci yang menginginkan peliharaan mereka mendapatkan gelar juara.

Banyak cara yang mereka tempuh agar burung semakin gacor, stamina di saat pertandingan lebih kuat dan masih banyak lagi lainnya.

Proses ini membuat para pecinta burung rela memberikan obat tertentu agar peliharaan mendapatkan gelar juara. Ya, terkadang cara ini bukanlah cara yang baik untuk dilakukan.

Baca Juga : Cara mudah dalam meracik makanan yang tepat untuk burung pleci (Burung kacamata)

Namun, masih ada saja yang masih menggunakan pemberian doping pada burung. Dampak yang diberikan pun bisa berakibat negatif lho.

Yuk, ketahui beberapa dampak negatif dan buruk pemberian doping pada burung pleci.

Mengganggu Sistem Metabolisme Tubuh

Stamina yang baik menjadi incaran para pecinta burung. Mereka merancang khusus agar burung bisa lebih kuat dalam berlomba. Namun ternyata pemberian doping ini bisa berakibat buruk pada burung.

Campuran yang dimasukkan ke dalam minuman burung pleci bisa mengganggu metabolisme.

Terlalu sering memberikan doping akan berakibat fatal dan menjadikan burung off berkicau serta bulu – bulunya pun tampak kusam sehingga kurang enak dipandang.

Pemberian doping dengan kadar yang berlebihan bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh burung itu sendiri. Jadi, berhati – hati lah dalam memberikan doping pada pleci.

Bahan – bahan yang dicampurkan dengan berbagai produk lainnya akan menghasilkan doping oplosan yang bisa membuat burung sering berkicau.

Hanya butuh hitungan hari maka burung pleci yang sering gacor pun dapat tercipta.

Penampilan sempurna ini justru membuat para pecinta burung harus rela dibohongi, karena ternyata efek ini hanya berlangsung sebentar atau beberapa hari saja.

Setelah itu pleci akan loyo dan akan kembali pada kondisi awal sebelum pemberian ramuan doping tersebut.

Ketergantungan Pada Doping

Terlalu sering memberikan doping pada burung pleci yang akan mengikuti lomba ternyata juga berakibat buruk untuk kondisi kesehatannya.

Pasalnya, burung pleci akan sangat berketergantungan pada pemberian doping. Bisa dibilang kecanduan yang tidak bagus untuk kesehatan lho.

Bahan – bahan yang dicampur pada doping ini membuat kondisi pleci kadang naik turun. Jika sudah begitu maka burung tersebut akan menjadi malas berkicau dan parahnya berhenti berbunyi lho.

Beresiko Kematian

Seperti halnya obat – obatan terlarang pada manusia, doping juga berdampak negatif untuk stamina dan metabolisme tubuh. Jika pleci kebiasaan mendapatkan ramuan semacam itu akan membuat tubuhnya kecanduan.

Bahan – bahan oplosan dari doping ini lah yang dapat merusak dan menghancurkan semua sistem dalam tubuh burung. Bahkan doping dapat berakibat fatal menyebabkan kematian.

Namun, kamu bisa mengenali burung pleci yang telah dikecok dengan doping oplosan.

Diantaranya jika bagian bawah kelopak mata pleci tampak berair, sayap dan kaki sering bergetar, dan bertatap muka dengan lawan jenis tidak ada rasa ketertarikan, lalu bulu yang terlihat kusut dan tipis.

Tapi kamu bisa kok mengobati pleci yang sudah terlanjur terkena doping ini. Dengan memberikan beberapa bahan untuk menetralisir efek pemberian doping.

Salah satunya saja jika kamu memiliki buah pepaya di halaman rumah, maka berikanlah buah ini setiap hari sesuai porsinya. Pepaya ternyata berkhasiat dapat menetralisi efek doping oplosan.

Tapi ingat jangan campur buah ini dengan cara lain karena akan kurang baik. Hal ini agar hasil pada penyembuhannya bisa lebih maksimal.

Baca Juga : Cara Memaster Burung Pleci Bakalan

Loading...
Loading...
Dampak Negatif dan Buruk Pemberian Doping Pada Burung Pleci | ilmuhewan | 4.5