Bisnis Online Gratis Hasil Melimpah Klik DISINI

Ciri, Karakteristik dan Morfologi Lobster

By On Thursday, February 2nd, 2017 Categories : Ciri dan Karakteristik

Ciri – ciri lobster

Lobster memiliki ciri – ciri yang berbeda antara jantan dan betina, mereka bisa dibedakan setelah mereka berumur 2 bulan yang panjangnya sekitar 5 – 7 cm.

Lobster jantan pada dasar tangkai kaki ke 5 terdapat tonjolan dari kaki jalan di bawah mulut sedangkan pada betina terdapat lubang berbentuk bulat pada dasar kaki ke 3.

Capit lobster jantan memiliki ukuran 2 – 3 kali lebar buku pertama dan pada betina capitnya berukuran 1,5 kali buku kaki pertama. Warna kulit lobster lebih cerah jika dibandingkan dengan warna lobster betina.

Warna pigmen di lobster tergantung dengan kandungan dasar pigmen spesies lobster, air hingga pakan.

Karakteristik lobster

  • Lobster air tawar siklus hidupnya di laksanakan di air tawar sedangkan lobster air laut di air laut.
  • Lobster memiliki sistem untuk mengerami telurnya hingga telur ini menetas.
  • Lobster mengasuh benihnya mulai dari benih masih kuning telur hingga memiliki bentuk juvenil ukuran tertentu dan berumur yang telah ditentukan.
  • Kaki lobster aktivitasnya akan semakin meningkat ketika mereka mengerami telur dan juga sedang mengasuh benih – benihnya. Hal ini dilakukan karena kebutuhan oksigen yang cukup tinggi sedangkan oksigen yang terlarut dalam air sedikit, sehingga mereka menggerakkan kaki mereka guna proses pembelahan inti sel atau mitosis hingga menjadi zigot di dalam telur bahkan saat penetasan telur bisa berjalan dengan baik.
  • Gastrulisasi terjadi ketika proses pembentukan cangkang pada lobster air tawar terjadi yaitu ketika kalsium berasal dari air yang diserap, sumber pakan yang mereka , konsumsi hingga kalsium hasil kanibal akan ditampung, baru kemudian ditumpuk pada depan lambung bagian dalam, sehingga terbentuk lempengan bulat yang memiliki warna putih susu dan dikenal dengan sebutan gastrolith. Ketika proses molting selesai secara sempurna, gastrolth diserap akan kembali diserap sejalan dengan proses pembentukan cangkang yang baru baru kemudian proses pengerasan.

Morfologi lobster

  • Kepala

Kepala atau Cheplatorax  lobters ditutupi oleh kulit tebal yang tersusun dari bahan kapur atau chitin dan rosturm yang merupakan benjolan pada bagian depan yang memanjang ke depan. Rostum tersebut berbentuk datar dan halus, bentuknya menyerupai kerucut yang memiliki 2 pasang duri.

Lobster memiliki 5 pasang kaki depan yang berguna untuk berjalan, kaki kaki ini sangat kokoh dan kuat, mereka juga menggunakan untuk melindunginya dari para predator yang menyerang para lobster.

  • Badan

Lobster memiliki badan atau abdomen yang dilindungi oleh kulit sangat keras karena kulit tersebut terdiri dari 5 lapis yang bertumpuk hingga pangkal ekor atau telson lobster.

Terdapat kaki yang memiliki struktur selaput tipis dan beruas halus di bawah bagian badannya. Kaki ini mereka gunakan untuk berenang dan juga meletakkan telur – telurnya yang akan di tetaskan hingga menetas bahkan menjadi benih lobster.

  • Ekor

Lobster memiliki ekor atau telson yang terdiri dari 2 bagian yaitu ekor yang berbentuk seperti kipas dan berbentuk meruncing. Kedua ekor tersebut digunakan untuk berenang maju dan mundur serta bergerak secara cepat.

Pada ekor tersebut terlapisi kulit yang tebal namun terlapisi kulit tipis juga serta terdapat garis pada ekornya.

Pada umumnya lobster memiliki warna abu – abu kehitaman, kecokelatan, keorangean dan kemuning – kuningan yang dapat dibudidayakan di air tawar dan laut.

Baca Juga : Cara Mudah dalam Budidaya Lobster Air Tawar

Loading...
Ciri, Karakteristik dan Morfologi Lobster | ilmuhewan | 4.5