Ciri dan Klasifikasi Filum Nematoda

By On Tuesday, December 20th, 2016 Categories : Info Lainnya

Ciri dan Klasifikasi Filum Nematoda – Nematoda berasal dari kata nematos yang memiliki arti benang, dan kata oidos yang memiliki arti bentuk.

Nematoda juga sering disebut cacing gilik. Diantara filum yang lain, filum nematoda mempunyai anggota yang paling banyak, dari segi jenis maupun individunya. Nematoda juga seringkali disebut sebagai Nemathelminthes.

Nematoda memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut :

  • Sistem pencernaan yang sudah lengkap, dan memiliki cairan pseudoselom yang berfungsi untuk membantu sirkulasi makanan ke seluruh tubuh. Saluran pencernaan nematode berbentuk pipa lurus yang dimulai dari kerongkongan, dilanjutkan ke usus, dan berakhir di anus.
  • Nematoda memiliki system pernapasan difusi melalui permukaan tubuhnya
  • Nematoda memiliki system ekskresi yang terdiri atas dua saluran lateral yang bermuara disebuah lubang di bagian ventral.
  • Nematoda memiliki system saraf yang sudah berkembang lebih baik dari pada Platyhelminthes. Nematoda memiliki ganglion serebraldengan berkas saraf longitudinal yang berjumlah 2 hingga 3 buah.
  • Nematoda bereproduksi secara seksual, dengan alat kelamin jantan dan betina yang terpisah.
  • Ukuran tubuh nematoda betina lebih besar daripada jantan. Pada nematoda jantan, terdapat tonjolan yang disebut penial setae didekat lubang anus yang berfungsi untuk kopulasi, sedangkan pada betina tidak ada.
  • Nematoda hidup di dalam tanah yang lembab, di darat, air tawar, air laut dan daerah kutub sampai daerah tropis. Hidupnya bersifat bebas dan adapula yang bersifat parasit.

Nematoda dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  • Adenophorea

Anggota kelas dari Adhenophorea tidak mempunyai phasmid (organ kemosreseptor) sehingga disebut Aphasmida.

Kebanyakan anggota Adenophorea hidup bebas, tetapi juga ada yang menjadi parasit di berbagai hewan. Contohnya Trichuris ovis sebagai parasit di domba.

  • Secernentea

Secernentea juga disebut dengan Phasmida. Disebut phasmida karena terdapat anggota spesiesnya mempunyai phasmid.

Banyak anggota Secernenta hidup dalam tubuh vertebrata, serangga dan tumbuhan. Contoh dari Secernentea adalah Ascaris Lumbricoides (cacing pita) yang merupakan parasit usus halus manusia yang menyebabkan penyakit askariasis.

Contoh lainnya adalah Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang). Anylostoma duodenale disebut cacing tambang karena sering ditemukan didaerah pertambangan, misalnya di Afrika.

Spesies cacing tambang di Amerika yaitu Necator americanus. Cacing yang hidup parasit di usus halus manusia dan mengisap darah sehingga dapat menyebabkan anemia bagi penderita ankilostomiasis.

Baca Juga : Pengertian Klasifikasi Hemichordata, Urochordata, Cephalochordata (Filum Chordata)

Ciri dan Klasifikasi Filum Nematoda | ilmuhewan | 4.5